Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gomphotherium

Gomphotherium adalah genus proboscidea punah yang berevolusi di Amerika Utara pada awal Miosen dari 13,650—3,6 juta tahun lalu, dan bertahan hidup selama 10 juta tahun.

Wikipedia article
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gomphotherium
Gomphotherium
Rentang waktu: Awal Miosen–Awal Pliosen
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Gomphotherium productum
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mammalia
Ordo:
Proboscidea
Famili:
†Gomphotheriidae
Genus:
†Gomphotherium

Burmeister, 1837
Spesies
  • G. anguirvalis
  • G. angustidens
  • G. annectens
  • G. brewsterensis
  • G. calvertense
  • G. connexus
  • G. nebrascensis
  • G. obscurum
  • G. osborni
  • G. productum
  • G. rugosidens
  • G. simplicidens
  • G. willistoni
  • G. wimani
Artikel takson sembarang
Tengkorak dari Gomphotherium (sebelumnya dikenal sebagai Tetrabeladon).

Gomphotherium (pengucapan: gom-fo-THEER-i-um) ("Welded Beast") adalah genus proboscidea punah yang berevolusi di Amerika Utara pada awal Miosen dari 13,650—3,6 juta tahun lalu, dan bertahan hidup selama 10 juta tahun.

Mereka kemudian menyebar ke benua Asia, Eropa, dan Afrika setelah menurunnya ketinggian air laut yang memungkinkan mereka untuk menyeberang.[1] Mereka bertahan pada masa Pliosen, dan sisa-sisanya telah ditemukan di Prancis, Jerman, Austria, Kansas, Pakistan, dan Kenya.

Kerangka Gomphotherium angustidens.

Gomphotherium, juga dikenal dengan nama Trilophodon, Tetrabelodon, atau Serridentinus, berdiri setinggi 3 meter (9,8 ft), dan memiliki banyak kemiripan dengan gajah modern. Namun, mereka punya empat taring; dua di rahang atas dan dua lagi terdapat di rahang bawahnya yang panjang. Gading bawahnya paralel dan berbentuk seperti sekop dan digunakan dengan cara yang sama. Tidak seperti gajah modern, taring atasnya ditutupi lapisan enamel. Jika dibandingkan dengan gajah, tengkoraknya lebih memanjang dan rendah. Hewan ini kemungkinan hidup di rawa atau tepi danau, menggunakan gading mereka untuk menggali atau mencabut tumbuhan air. Jika dibandingkan dengan Proboscidea sebelumnya, Gomphotherium memiliki gigi geraham yang jumlahnya jauh lebih sedikit; salah satunya memiliki tepian yang tinggi untuk memperluas bidang gilas makanan.

Kerangka sempurna dari Gomphotherium telah ditemukan di Mühldorf, Jerman, tahun 1971.

Taksonomi

Gomphotherium diberinama oleh Burmeister (1837). Mereka dimasukkan ke dalam Gomphotheriidae oleh Burmeister (1837), Qiu et al. (1981), Carroll (1988), Lambert and Shoshani (1998), Sach dan Heizmann (2001), Sanders dan Miller (2002) dan Lambert (2007). Serridentinus diberinama oleh Osborn (1923) dan dianggap bersinonim dengan Gomphotherium oleh Tobien (1972),[2] Madden dan Storer (1985),[3] Shoshani dan Tassy (1996),[4] Lambert (1996), Lambert dan Shoshani (1998)[5] dan Christiansen (2007).

Kladogram dibawah menunjukkan penempatan genus "Gomphotherium" beserta proboscidean lainnya, bedasarkan karakteristik tulang hyoid:[6]

Mammut americanum (Mastodon Amerika)

Gomphotherium sp.

Stegodon zdanskyi

Loxodonta africana (Gajah Afrika)

Elephas maximus (Gajah Asia)

Mammuthus columbi (Mamut Kolombia)

Referensi

  1. ↑ Alberdi, M. T.; Prado, J. L.; Ortiz-Jaureguizar, E.; Posadas, P.; Donato, M. (2007), "Historical Biogeography of Trilophoont Gomphotheres (Mammalia, Proboscidea) Recontructed Applying Dispersion-Vicariance Analysis" (PDF), dalam Díaz-Martínez, E.; Rábano, I. (ed.), Proceedings of the 4th European Meeting on the Palaeontology and Stratigraphy of Latin America, Zaragoza Spain 17-19 September 2007 (PDF), Madrid: Instituto Geológico y Minero de España, hlm. 9–14, ISBN 978-84-7840-707-1, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-16, diakses tanggal 2008-07-28
  2. ↑ H. Tobien. 1972. Status of the Genus Serridentinus Osborn 1923 (Proboscidea, Mammalia) and related forms. Mainzer Geowissenschaftliche Mitteilungen 1:143-191
  3. ↑ C. T. Madden and J. E. Storer. 1985. Canadian Journal of Earth Sciences 22
  4. ↑ J. Shoshani and P. Tassy. 1996. Summary, conclusions, and a glimpse into the future. in J. Shoshani and P. Tassy, eds., The Proboscidea: Evolution and Palaeoecology of Elephants and Their Relatives 335-348
  5. ↑ W. D. Lambert and J. Shoshani. 1998. Proboscidea. In C. M. Janis, K. M. Scott, and L. L. Jacobs (eds.), Evolution of Tertiary mammals of North America 606-621
  6. ↑ Shoshani, J.; Tassy, P. (2005). "Advances in proboscidean taxonomy & classification, anatomy & physiology, and ecology & behavior". Quaternary International. 126–128: 5–20. Bibcode:2005QuInt.126....5S. doi:10.1016/j.quaint.2004.04.011.
  • http://www.elephant.se/gomphotherium.php Diarsipkan 2018-10-07 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Gomphotherium
  • Wikidata: Q132604
  • Wikispecies: Gomphotherium
  • EoL: 4454839
  • GBIF: 3240495
  • iNaturalist: 546107
  • Open Tree of Life: 4943162
  • Paleobiology Database: 333695
  • Paleobiology Database: 43247
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Daftar spesies gajah

Gajah asia, Tetralophodon, Gomphotherium, Palaeomastodon, dan Moeritherium

Gajah

hewan darat besar berbelalai, hidup di Afrika dan Asia

Gomphotheriidae

percaya bahwa gomphotheriidae memiliki belalai seperti gajah. Genus Gomphotherium dan familia Gomphotheriidae ditetapkan oleh ahli zoologi Jerman Karl

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026