Gladag adalah sebuah nama desa di wilayah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Gladag | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Gladag | |||||
Peta lokasi Desa Gladag | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Banyuwangi | ||||
| Kecamatan | Rogojampi | ||||
| Kode pos | 68462 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.10.13.2006 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Gladag adalah sebuah nama desa di wilayah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Nama desa ini merupakan perubahan bentuk dari Gletakan, yang berarti tiduran/rebahan. Nama itu diberikan oleh Sulung Agung saat beristirahat di daerah ini.[1]
Desa Gladag terdiri dari 4 dusun, yaitu:
Sebelah Utara: Desa Kadaleman
Sebelah Timur: Desa Gintangan
Sebelah Barat: Desa Bubuk
Sebelah Selatan: Desa Mangir
Desa Gladag, yang terletak di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, dikenal memiliki sejumlah tokoh berpengaruh yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang. Berikut beberapa di antaranya:
Sumitro Hadi adalah maestro tari asal Desa Gladag yang telah menciptakan lebih dari 103 karya tari dan lagu antara tahun 1968 hingga 2015. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Tari Jejer Gandrung, yang menjadi ikon seni pertunjukan Banyuwangi. Selain sebagai koreografer, Sumitro juga dikenal sebagai arranger musik dan komposer gending-gending ternama. Beliau mendirikan Sanggar Jingga Putih di Desa Gladag, yang berperan penting dalam melatih dan mengembangkan bakat seni generasi muda setempat. Sumitro Hadi meninggal dunia pada 26 Desember 2020 akibat COVID-19.
Eyang Buyut Surongganti tokoh kharismatik yang dihormati di Banyuwangi, khususnya di Dusun Lateng, Desa Gladag. Beliau dikenal sebagai sosok sakti yang menjadi buronan penjajah Hindia Belanda karena perannya dalam mengorganisir perlawanan rakyat Blambangan. Makam Eyang Buyut Surongganti terletak di Tempat Pemakaman Umum Dusun Lateng RT01/RW03 Desa Gladag, diapit oleh dua pohon kamboja besar, dan berdekatan dengan makam istrinya, Eyang Buyut Ayu. Hingga kini, makam beliau sering diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah.
A. Chaidir Sidqi adalah Kepala Desa Gladag yang aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satu inisiatif yang dipimpinnya adalah sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini bekerja sama dengan KUA Rogojampi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesejahteraan keluarga, serta menekan angka perceraian di desa tersebut.
Keberadaan tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa Desa Gladag memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya, serta kepemimpinan yang peduli terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Situs resmi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Diarsipkan 2009-02-22 di Wayback Machine.