Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gigi gajah

Aegiceras corniculatum, umumnya dikenal sebagai gigi gajah atau tudung laut, adalah spesies bakau semak atau pohon dalam famili primrose, Primulaceae, dengan sebaran di daerah pesisir dan muara mulai dari India hingga Asia Tenggara hingga Cina bagian selatan, Papua Nugini, dan Australia.

Wikipedia article
Diperbarui 26 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gigi gajah
Gigi gajah
Aegiceras corniculatum Suntingan nilai di Wikidata
Tumbuhan
Warna bungaputih Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN178797 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoEricales
FamiliPrimulaceae
GenusAegiceras
SpesiesAegiceras corniculatum Suntingan nilai di Wikidata
Blanco, 1837
Tata nama
BasionimRhizophora corniculata (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Sinonim takson
  • Rhizophora corniculata Linnaeus
  • Aegiceras fragrans
  • Aegiceras majus
  • Aegiceras malaspinaea[1]
Artikel takson sembarang

Aegiceras corniculatum, umumnya dikenal sebagai gigi gajah atau tudung laut, adalah spesies bakau semak atau pohon dalam famili primrose, Primulaceae, dengan sebaran di daerah pesisir dan muara mulai dari India hingga Asia Tenggara hingga Cina bagian selatan, Papua Nugini, dan Australia .[2]

Keterangan

Aegiceras corniculatum tumbuh sebagai semak atau pohon kecil setinggi 7 meter (23 ft) tinggi, meskipun sering kali jauh lebih kecil. Daunnya berseling, bulat telur, 30–100 milimeter (1,2–3,9 in) panjang dan 15–50 milimeter (0,59–1,97 in) lebar, utuh, kasar dan bertitik-titik halus. Bunganya yang harum, kecil, berwarna putih dihasilkan dalam kelompok umbellate 10–30, dengan gagang hingga 10. panjang mm dan dengan tangkai 10–18 milimeter (0,39–0,71 in) panjang. Kelopaknya berukuran 2–4 milimeter (0,079–0,157 in) panjang dan mahkota 4–6 milimeter (0,16–0,24 in) panjang. Buahnya melengkung dan silindris atau berbentuk tanduk, berwarna hijau muda sampai merah jambu dan berukuran 20–75 milimeter (0,79–2,95 in) panjang.[2] Tumbuh di lumpur di muara dan sungai pasang surut, sering kali di tepi laut zona bakau.[3]

Referensi

  1. ↑ Aegiceras corniculatum (L.) Blanco[pranala nonaktif permanen] Retrieved 2019-04-24.
  2. 1 2 "Aegiceras corniculatum". PlantNET - New South Wales Flora Online. Royal Botanic Gardens & Domain Trust. Diakses tanggal 2019-04-24.
  3. ↑ Neha Tusharbhai Patel; Amar Nath Pandey (2009). "Salinity tolerance of Aegiceras corniculatum (L.) Blanco from Gujarat coasts of India" (PDF). Anales de Biología. 31: 93–104.
Pengidentifikasi takson
Aegiceras corniculatum
  • Wikidata: Q4320452
  • Wikispecies: Aegiceras corniculatum
  • APNI: 77205
  • BioLib: 804507
  • CoL: 659BB
  • Ecocrop: 2830
  • EoL: 2891520
  • FloraBase: 6478
  • FNA: 200016738
  • FoAO2: Aegiceras corniculatum
  • FoC: 200016738
  • GBIF: 3721362
  • GRIN: 1522
  • iNaturalist: 183233
  • IPNI: 92812-3
  • IRMNG: 11424144
  • IUCN: 178797
  • NCBI: 59970
  • NSWFlora: Aegiceras~corniculatum
  • NTFlora: 3723
  • OBIS: 235069
  • Open Tree of Life: 519879
  • PalDat: Aegiceras_corniculatum
  • Plant List: kew-2623413
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:586618-1
  • Tropicos: 22000007
  • WFO: wfo-0000521489
  • WoRMS: 235069
Rhizophora corniculata
  • Wikidata: Q50863228
  • APNI: 207751
  • CoL: 6WV68
  • GBIF: 3873941
  • GRIN: 31151
  • IPNI: 719814-1
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:719814-1
  • Tropicos: 27600207
  • WFO: wfo-0001131591

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keterangan
  2. Referensi

Artikel Terkait

Gajah

hewan darat besar berbelalai, hidup di Afrika dan Asia

Pasta gigi gajah

Pasta gigi gajah adalah substansi berbusa yang terbentuk dari proses dekomposisi hidrogen peroksida dengan menggunakan kalium iodida sebagai katalis. Kecepatan

Gajah jawa

Gajah jawa (Elephas maximus sondaicus) diusulkan oleh Paules Edward Pieris Deraniyagala pada tahun 1953, berdasarkan ilustrasi ukiran pada monumen Buddha

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026