Kamp Theresienstadt didirikan oleh SS selama Perang Dunia II di kota benteng Terezín, di Protektorat Bohemia dan Moravia. Theresienstadt berfungsi sebagai stasiun transit menuju kamp pemusnahan, sekaligus sebagai alat propaganda Nazi untuk menipu komunitas internasional mengenai perlakuan terhadap orang Yahudi. Kondisinya sengaja dirancang untuk mempercepat kematian para tahanan akibat kekurangan gizi dan penyakit menular. Berbeda dengan kamp-kamp lain di wilayah pendudukan Jerman, eksploitasi kerja paksa tidak berdampak signifikan secara ekonomi di Theresienstadt.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kamp konsentrasi Theresienstadt | |
|---|---|
| Kamp konsentrasi Nazi | |
Gambar barak Bedřich Fritta | |
| Dikenal karena | Kehidupan budaya; eksploitasi dalam propaganda Nazi |
| Letak | Terezín, Protektorat Bohemia dan Moravia |
| Dioperasikan oleh | Jerman Nazi |
| Beroperasi | 24 November 1941 – 8 Mei 1945 |
| Tahanan | Orang Yahudi |
| Jumlah tahanan | 144,000 |
| Jumlah tahanan tewas | 33,000 di Theresienstadt 88,000 dideportasi ke kamp pemusnahan |
Kamp Theresienstadt (bahasa Jerman: Theresienstadt, bahasa Ceko: Terezín) didirikan oleh SS selama Perang Dunia II di kota benteng Terezín, di Protektorat Bohemia dan Moravia (Cekoslowakia yang diduduki Jerman). Theresienstadt berfungsi sebagai stasiun transit menuju kamp pemusnahan, sekaligus sebagai alat propaganda Nazi untuk menipu komunitas internasional mengenai perlakuan terhadap orang Yahudi.[1] Kondisinya sengaja dirancang untuk mempercepat kematian para tahanan akibat kekurangan gizi dan penyakit menular.[2] Berbeda dengan kamp-kamp lain di wilayah pendudukan Jerman, eksploitasi kerja paksa tidak berdampak signifikan secara ekonomi di Theresienstadt.[3]
Kamp ini didirikan melalui pengangkutan orang-orang Yahudi Ceko pertama pada bulan November 1941.[4] Orang-orang Yahudi Jerman dan Austria pertama tiba pada bulan Juni 1942; orang Yahudi Belanda dan Denmark datang pertama kali pada tahun 1943, dan tahanan dari berbagai negara lain dikirim ke Theresienstadt pada bulan-bulan terakhir perang.[5] Sekitar 33.000 orang meninggal di Theresienstadt, sebagian besar karena kekurangan gizi dan penyakit.[6] Lebih dari 88.000 orang ditahan di sana selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum dideportasi ke kamp pemusnahan dan tempat pembunuhan lainnya; peran Dewan Yahudi (Judenrat) dalam memilih mereka yang akan dideportasi telah menimbulkan kontroversi signifikan di kalangan sejarawan.[7] Jumlah total orang yang selamat dari Theresienstadt adalah sekitar 23.000 orang, termasuk 4.000 orang yang dideportasi dan berhasil selamat.[8]
Theresienstadt terkenal dengan kehidupan budayanya yang relatif kaya, termasuk konser, ceramah, dan pendidikan rahasia untuk anak-anak.[9] Fakta bahwa wilayah tersebut diperintah oleh pemerintahan mandiri Yahudi serta sejumlah besar orang Yahudi "terkemuka" yang dipenjarakan di sana memfasilitasi berkembangnya kehidupan budaya.[10] Pertunjukan opera anak-anak Brundibár karya Hans Krása menjadi salah satu simbol perlawanan budaya di kamp tersebut.[11] Warisan spiritual ini telah menarik perhatian para sarjana dan memicu minat terhadap sejarah kamp.[12]
Pada periode pascaperang, beberapa pelaku SS dan penjaga Ceko diadili atas kejahatan mereka.[13] Namun, kamp tersebut umumnya dilupakan oleh otoritas komunis Cekoslowakia setelah perang.[14] Museum Kamp Terezín (Památník Terezín) yang didirikan untuk memperingati para korban kini dikunjungi oleh sekitar 250.000 orang setiap tahunnya.[15]