Gheg adalah salah satu dari dua etnis besar di Albania, selain Tosks. yang dibedakan dari budaya, bahasa, sosial, dan agamanya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Kosovo | sekitar 1,500,000[1] |
| Albania | sekitar 1,500,000 |
| Macedonia | sekitar 100,000 |
| Montenegro | 30,439 |
| Zadar, Kroasia | 4,000[2] |
| Serbia | 50,000–70,000[3][4][5][6] Orang Albanian di Serbia mayoritas tinggal di munisipalitas Preševo (Bahasa Albania: Preshevë), Bujanovac (Bahasa Albania: Bujanoc), dan sebagian munisipalitas Medveđa (Bahasa Albania: Medvegjë).[7] |
| Bahasa | |
| Gheg Albanian | |
| Agama | |
| Islam kebanyakan Sunni, Bektashi minoritas dan Kristen kebanyakan Katolik, Ortodoks minoritas Tidak beragama | |
Gheg (Geg; Bahasa Gheg Albania: gegnisht, Bahasa Albania: gegë ataugegërishtja) adalah salah satu dari dua etnis besar di Albania, selain Tosks.[8] yang dibedakan dari budaya, bahasa, sosial, dan agamanya.[9][10]
Etnis Gheg hidup di Albania, sebelah utara dari Sungai Shkumbin, Kosovo, Makedonia, dan Montenegro. Nama Gheg berasal dari istilah yang digunakan penduduk Kristen Ortodoks terhadap pemukim dari Albania sebelum masa Utsmaniah. Etnis Gheg menggunakan Bahasa Albania Gheg, salah satu dari dua dialek besar di Albania. Organisasi Sosial Gheg dalam bentuk tribal, dengan beberapa grup tribal yang cukup berbeda.
Saat kerajaan Utsmaniah menguasai selatan Albania yang banyak dihuni etnis Tosk pada awal abad 15, wilayah etnis Gheg relatif tidak terjangkau oleh administrasi Utsmaniah hingga awal abad 20. Sebagai konsekuensinya, etnis Gheg terisolir dari Tosk.[11] Pengislaman terhadap etnis Gheg juga tidak selesai sempurna, dengan sebagian besar wilayah barat laut Albania masih menganut Katolik. Penguasa Utsmaniah tidak pernah dengan penuh menguasai suku-suku Gheg di utara Albania, karena mereka lebih bermanfaat menjadi tentara bayaran. Sebaliknya mereka menerapkan sistem bayraktar, yang memungkinkan bayraktar (ketua suku) untuk memobilisasi petarung di sukunya untuk mendukung tentara Utsmaniah. Setelah pendirian negara Albania pada abad 20, terjadi persaingan antara Tosk dan Gheg.
Awalnya populasi Albania kebanyakan Kristen Ortodoks, tetapi pada pertengahan abad 13, Etnis Gheg beralih ke Katolik untuk melawan tetangga mereka di Serbia yang Ortodoks.[12][13][14]
Selama pepriode kekuasaa Utsmaniah, di Albania (1385–1912), mayoritas penduduk Albania berpindah ke Islam. Hingga hari ini, kebanyakan etnis Gheg adalah Islam Sunni, dengan minoritas terbesar adalah Katolik. Penduduk Katolik Albania kebanyakan berada di Timur Laut Albania. dan Malesija Montenegro, yang kemudian menjadi mayoritas di wilayahnya masing-masing, sementara populasinya lebih sedikit di Albania dan timur laut Albania dan Kosovo. Beberapa orang Gheg juga menganut Kristen Ortodoks, kebanyakan di barat daya wilayah Gheg-terutama Durrës, sebanyak 36 persen populasi pada tahun 1918 dan Elbasan, sebanyak 17 persen populasi pada tahun 1918.[15] Gheg penganut Kristen Ortodoks biasanya terpusat di daerah Reka e Epërme di Makedonia. Ada pula yang menganut Bektashism, yang tinggal di daerah Kruja dan Bulqiza.
Beberapa orang Albania juga ada yang tidak mengakui agamanya atau tidak melakukan ibadah agama apapun.[16][17][18][19]
1 .5 million Ghegs from Kosovo
South Serbia is home to 50,000 or so Albanians.
Initially, the guerrillas' publicly acknowledged objective was to protect the local ethnic Albanian population of some 70,000 people from the repressive actions of the Serb security forces.
The total population of the Valley is around 86,000 inhabitants of whom around 57,000 are Albanians and the rest are Serbs and Roma
The Serbian peace proposal calls for integrating the Presevo valley's 70,000 ethnic Albanian residents into mainstream Serbian political and social life.
The Albanians comprise two ethnic subgroups: the Ghegs, who generally occupy the area north of the Shkumbin river; and the Tosks, most of whom live south of the river.
There were and there remain distinct cultural and linguistic differences between Albanian Ghegs and Tosks
the two ethnic sub-groups to which Albanians actually belong: the Ghegs in the north and the Tosks in the south... The Ghegs and Tosks differ from each other in linguistic, historical-cultural and socio-religious character.
Thus the Tosks and the Ghegs evolved virtually in isolation until Albania obtained its independence.
Religious differences also existed before the coming of the Turks. Originally, all Albanians had belonged to the Eastern Orthodox Church... Then the Ghegs in the North adopted in order to better resist the pressure of Orthodox Serbs.
The Roman Catholic Ghegs appear to liave abandoned the Eastern for the Western Church in the middle of the 13th century
Prior to the Turkish conquest, the ghegs (the chief tribal group in northern Albania) had found in Roman Catholicism a means of resisting the Slavs, and though Albanian Orthodoxy remained important among the tosks (the chief tribal group in southern Albania),...