Gezhi Town adalah sebuah film bertema perang yang diproduksi bersama oleh Daylight Entertainment (Hubei) Film & Television Co., Ltd., China Film Group Corporation, dll., disutradarai oleh Kong Sheng, ditulis oleh Lan Xiaolong, dengan Hou Hongliang sebagai produser utama, Han Sanping sebagai pengawas, dan dibintangi oleh Xiao Zhan, Peng Yuchang, Zhou Yiran (aktris), Yin Zheng, Liao Fan, Zu Feng, Ren Chengwei, Aruna, Jiang Qilin, Gan Yunchen, dan dengan Duan Yihong, Ni Dahong, Huang Yao dan aktor lain yang bergabung dalam pemeran. Film ini akan dirilis secara nasional pada 6 Desember dengan pra-penjualan dimulai bersamaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gezhi Town | |
|---|---|
Gezhi Town Poster | |
| Nama lain | |
| Judul asli | 得闲谨制 |
| Sutradara | Kong Sheng |
| Produser | Hou Hongliang |
| Ditulis oleh | Lan Xiaolong |
| Pemeran | |
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis | 6 Desember 2025 |
| Durasi | 121 menit |
| Negara | Tiongkok |
| Bahasa | Mandarin |
Gezhi Town (Hanzi : 得闲谨制, Pinyin: Déxián jǐn zhì ) adalah sebuah film bertema perang yang diproduksi bersama oleh Daylight Entertainment (Hubei) Film & Television Co., Ltd., China Film Group Corporation, dll., disutradarai oleh Kong Sheng, ditulis oleh Lan Xiaolong, dengan Hou Hongliang sebagai produser utama, Han Sanping sebagai pengawas, dan dibintangi oleh Xiao Zhan, Peng Yuchang, Zhou Yiran (aktris), Yin Zheng, Liao Fan, Zu Feng, Ren Chengwei, Aruna , Jiang Qilin, Gan Yunchen, dan dengan Duan Yihong, Ni Dahong, Huang Yao dan aktor lain yang bergabung dalam pemeran. Film ini akan dirilis secara nasional pada 6 Desember dengan pra-penjualan dimulai bersamaan.[1]
Drama ini diadaptasi dari cerita asli Lan Xiaolong "The Battle of Yichang" Berlatar belakang Pertempuran Hubei Barat dari tahun 1940 hingga 1943, cerita ini berfokus pada Pertempuran Shipai yang krusial, mengisahkan sekelompok warga sipil yang melarikan diri ke kota pegunungan terpencil di Yichang setelah jatuhnya Nanjing, dan perlawanan putus asa mereka setelah tentara Jepang secara keliru memasuki wilayah tersebut.
Pada bulan Desember 2024, film ini terpilih sebagai penghargaan film berbahasa Mandarin yang paling dinantikan dalam daftar film tahunan Douban 2024.[2]
Gezhi Town menceritakan kisah sekelompok orang biasa yang bersumpah untuk mempertahankan tanah air mereka dan berjuang sampai mati melawan penjajah Jepang. Mo Dexian (Xiao Zhan), seorang tukang di sebuah pabrik mesin, membawa keluarganya dan melarikan diri ke pegunungan bersama sekelompok pengungsi. Mereka menetap di "Gezhi Town" bersama Xiao Yan (Peng Yuchang), seorang penembak antipesawat yang terlupakan oleh pasukan utama, dan para prajuritnya yang tersebar. Namun, kehidupan indah Mo Dexian bersama istrinya, Xia Cheng (Zhou Yiran), kakeknya (Yang Xinming), dan putranya, Mo Dengxian, hanya berumur pendek. Sekelompok tim kecil pengintai Jepang tiba-tiba datang, menghancurkan ketenangan kota. Penduduk kota menolak untuk menyerah dan berjuang sampai mati untuk melindungi tanah air mereka. Pertempuran sengit antara para prajurit melawan pasukan bersenjata reguler pun terjadi! Dihadapkan dengan perbedaan kekuatan yang sangat besar.[3]
Mo Dexian adalah cerminan sejati dari jutaan warga biasa yang menghadapi bahaya, mereka memegang teguh semangat seniman dengan ketekunan dan keberanian, menghadapi risiko tanpa ragu, bersatu melawan musuh, dan berjuang kembali bahkan dalam kondisi yang putus asa. Lebih dari itu, Gezhi Town juga melambangkan praktik para pengrajin yang memukaukan nama mereka pada barang yang mereka buat. Komitmen terhadap kerajinan dan kualitas ini menjadi tiang penopang kekuatan dalam masa krisis. Menyembunyikan keinginan sejati rakyat untuk melindungi rumah mereka dalam rincian kehidupan sehari-hari.[4]
| Aktor/Aktris | Peran | Keterangan | ||
|---|---|---|---|---|
| Pemeran Utama | Xiao Zhan | Mo Dexian (莫得闲) | ||
| Peng Yuchang | Xiao Yan (肖衍) | |||
| Zhou Yiran | Xia Cheng (夏橙) | Istri Mo Dexian | ||
| Yang Xinming | Lǎo Tàiyé(老太爷) | Kakek Mo Dexian | ||
| Aruna | Má Guōfù (麻郭富) | |||
| Gan Yunchen | Méi Défú (梅德福) | |||
| Zhou Siyu | Kāng Língbǎo (康灵宝) | |||
| Yin Zheng | Dà Héyuán (大河原) | |||
| Yan Zhidu | Mò Děngxián (莫等闲) | Anak Mo Dexian & Xia Cheng | ||
| Liao Fan | Shān Tóng (山童) | |||
| Zu Feng | (江防军副团长) | Wakil Komandan Tentara Pertahanan Sungai | ||
| Ren Chengwei | (宜昌码头管理员) | Manajer Dermaga Yichang | ||
| Jiang Qilin | (刘木匠) | Tukang Kayu Liu | ||
| Xu Juncong | (船长) | Kapten | ||
| Gao Xuanming | (门牙) |
| Judul lagu | Lirik | Komposer | Penynyi | Keterangan | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| "Menulis dengan Teliti di Waktu Luang"
《得闲谨制》 |
Qing Yan/Wuyan | Lin Zhuo | Xiao Zhan | Lagu tema dengan judul yang sama |
| Negara / Wilayah | Tanggal Rilis | Ref. |
|---|---|---|
| Tiongkok Daratan | 06 Desember 2025 | [9] |
| Australia, Selandia Baru | 18 Desember 2025 | [19] |
| Inggris, Irlandia | 19 Desember 2025 | |
| AS, Kanada | 25 Desember 2025 |
| Pra-penjualan/Rilis teater | Waktu (2025) | Tiket masuk (unit: RMB) | Reff. |
|---|---|---|---|
| Pra-penjualan | Pada pukul 12:47 siang tanggal 28 November | Menembus 5 juta | [20] |
| Rilis teater | Pada tanggal 28 November pukul 17:05:12 | Menembus 10 juta | [21] |
| Pada tanggal 29 November pukul 23:32:51 | Menembus 30 juta | [22] | |
| Per 1 Desember | Menembus 50 juta | [23] | |
| Sampai jam 8 malam tanggal 1 Desember | Menembus 60 juta | [24] | |
| Pada tanggal 2 Desember pukul 13:49 | Menembus 70 juta | [25] | |
| Pada pukul 23:26 tanggal 2 Desember | Menembus 80 juta | [26] | |
| Pada pukul 15.34 tanggal 3 Desember | Menembus 90 juta | [27] | |
| Per 3 Desember | Lebih dari 100 juta | [28] | |
| Per pukul 21:44 tanggal 4 Desember | Melebihi 120 juta | ||
| Per pukul 16:18 pada tanggal 7 Desember | Melebihi 180 juta | ||
| Per tanggal 9 Desember | Lebih dari 200 juta | ||
| Per pukul 17:05 pada tanggal 14 Desember | Lebih dari 300 juta |
| Tanggal | Penghargaan | Kategori | Pekerjaan yang
Dinominasikan |
Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| December 2024 | Douban 2024 annual movie list | The most anticipated Chinese-language films | Gezhi Town (Hanzi : 得闲谨制) | Selected | [29] |
Film ini, yang memakan waktu hampir satu dekade untuk dibuat, menandai pergeseran penting dalam sinema perang Tiongkok dari ‘epik heroik’ ke ‘epik rakyat biasa’, berpotensi mendefinisikan ulang DNA genre tersebut. Alih-alih mengandalkan koreografi militer berskala besar atau memuja mitos individu yang mirip superhero, “Gezhi Town” mengarahkan lensanya pada sekelompok orang biasa yang “menolak mundur karena belas kasihan.” Di tangan mereka bukan senjata api dan meriam, melainkan palu, sabit, dan kerajinan tradisional; yang mereka pertahankan bukan konsep abstrak tentang kebangsaan, melainkan tanah air baru yang mereka tempati.
Film “Gezhi Town” menghadirkan inovasi besar dalam film perang Tiongkok dengan mengalihkan fokus dari pertempuran megah dan pahlawan heroik ke kisah rakyat biasa. Melalui Mo Dexian—seorang pengrajin yang terpaksa melawan setelah kota kecil tempat ia mengungsi diserbu tentara Jepang—film ini memperlihatkan bagaimana orang sederhana, dengan keterampilan teknis dan alat seadanya, dapat membangun perlawanan yang efektif. Alur tiga babaknya menggabungkan tragedi historis seperti kejatuhan Nanjing, pelarian besar-besaran rakyat, hingga kemenangan pahit di Shipai, sambil menunjukkan bahwa dalam “perang total”, tidak ada ruang benar-benar aman bagi warga sipil. Estetika dokumenter sutradara Kong Sheng dan narasi humanistik Lan Xiaolong membuat Kota Gezhi terasa hidup, sekaligus menempatkan penonton di tengah pergulatan batin para tokoh.
Nilai utama film ini tidak hanya terletak pada realisme ruang, cahaya, dan suara, tetapi juga pada makna simbolis kerajinan tangan sebagai kekuatan nasional. Keahlian Mo Dexian mencerminkan bagaimana keterampilan rakyat biasa pernah menjadi fondasi pertahanan bangsa, sekaligus relevan dengan kondisi Tiongkok modern yang sedang bertransformasi menuju industri berteknologi tinggi. Identitas nasional digambarkan bukan melalui slogan patriotik, melainkan melalui naluri paling dasar: melindungi rumah, keluarga, dan tanah tempat berpijak. Dengan memusatkan perhatian pada penderitaan serta keteguhan orang-orang kecil, film ini menawarkan paradigma baru film perang—bahwa kepahlawanan sejati lahir dari orang-orang biasa yang tidak punya tempat untuk mundur. (Ulasan oleh Film Review Factory)[30]
Pihak resmi film “Gezhi Town” mengucapkan terima kasih atas dukungan penonton dan mengumumkan bahwa film tersebut akan tayang secara nasional pada 6 Desember 2925. Mereka menegaskan bahwa informasi yang beredar di internet mengenai penjualan tiket untuk acara premiere atau roadshow bukan berasal dari pihak resmi. Penonton diminta berhati-hati, tidak memberikan data pribadi, dan tidak melakukan transfer uang apa pun untuk menghindari penipuan. Semua informasi resmi terkait film hanya akan diumumkan melalui kanal resmi mereka. Pihak film kembali berterima kasih dan berharap dapat bertemu penonton di bioskop pada 6 Desember 2025.[31]