Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

German Hoediarto

Mayor Jenderal TNI (Purn.) German Hoediarto, S.H. merupakan seorang perwira tinggi militer dan hakim agung dari Indonesia.

Wikipedia article
Diperbarui 23 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

German Hoediarto
German Hoediarto
Ketua Muda Peradilan Militer
Mahkamah Agung Indonesia
Masa jabatan
9 Juni 1997 – 24 November 2008
Presiden
  • Soeharto
  • B.J. Habibie
  • Abdurrahman Wahid
  • Megawati Soekarnoputri
  • Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua MA
  • Sarwata
  • Bagir Manan
  • Harifin A. Tumpa
Sebelum
Pendahulu
Sarwata
Pengganti
Imron Anwari
Sebelum
Hakim Agung Republik Indonesia
Masa jabatan
17 Desember 1991 – 24 November 2008
Presiden
  • Soeharto
  • B.J. Habibie
    Abdurrahman Wahid
  • Megawati Soekarnoputri
  • Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua MA
  • Ali Said
  • Purwoto Gandasubrata
  • Soerjono
  • Sarwata
  • Bagir Manan
  • Harifin A. Tumpa
Informasi pribadi
Lahir24 November 1941 (umur 84)
Bandung, Jawa Barat, Hindia Belanda
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Darat
Masa dinas1964 – 1991
Pangkat Mayor Jenderal TNI
SatuanKorps Kehakiman (CKH)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Mayor Jenderal TNI (Purn.) German Hoediarto, S.H. (lahir 24 November 1941) merupakan seorang perwira tinggi militer dan hakim agung dari Indonesia.

Masa kecil

German dilahirkan pada tanggal 24 November 1941[1] di Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat.[2]

Karier militer

German mengawali pendidikan militernya di Akademi Militer Nasional setelah menamatkan pendidikan menengah atasnya. Ia lulus dari Akademi Militer Nasional dengan pangkat letnan dua korps hukum pada tahun 1964 dan melanjutkan pendidikan hukumnya di Akademi Hukum Militer (AHM).[3] German berhasil menyelesaikan ujian akhir AHM pada pertengahan tahun 1969 dengan predikat "lebih dari cukup".[4] Ia kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi letnan satu dan gelar bakalaureat hukum (Bc. Hk.).[5]

German mulai mengabdi di kemiliteran sejak ditempatkan di Direktorat Kehakiman Angkatan Darat sebagai Pembantu Asisten I.[5] Setelah itu, German menjalani penugasan di berbagai tempat, yakni sebagai oditur militer di Kalimantan Timur dan sebagai kepala mahkamah militer di Surabaya, Malang, dan Madiun.[6] German kemudian ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Hukum Angkatan Darat dan memperoleh kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal pada tanggal 4 Oktober 1988.[7] German juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI[6] dan Kepala Biro Hukum Kementerian Pertahanan.[8]

Hakim agung

German dilantik menjadi hakim agung bersama dengan sembilan hakim lainnya pada tanggal 17 Desember 1991.[9] Ia dilantik sebagai Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Militer/ ABRI pada tanggal 9 Juni 1997.[10] German pensiun dari Mahkamah Agung pada tanggal 24 November 2008.[11]

Penghargaan

  •  Indonesia :
    • Bintang Mahaputera Utama (13 Agustus 1999)[12]
    • Bintang Jasa Utama (7 Agustus 1995)[13]

Referensi

  1. ↑ "Inilah Hakim Agung Yang Akan Pensiun 2008". Kompas. 22 September 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-27. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  2. ↑ "One Last Verdict". Tempo. 18 September 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-29. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  3. ↑ "ALUMNI - 1964". Akademi Militer. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 2001. Diakses tanggal 10 September 2021.
  4. ↑ Buku Kenang-Kenangan Perwira Mahasiswa Angkatan ke-V Akademi Hukum Militer (Tahun Kuliah 1965–1969). Jakarta: Korps Perwira Mahasiswa Akademi Hukum Militer - Perguruan Tinggi Hukum Militer. 1969. hlm. 93. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 2021-10-11.
  5. 1 2 Buku Kenang-Kenangan Perwira Mahasiswa Angkatan ke-V Akademi Hukum Militer (Tahun Kuliah 1965–1969). Jakarta: Korps Perwira Mahasiswa Akademi Hukum Militer - Perguruan Tinggi Hukum Militer. 1969. hlm. 304. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 2021-10-11.
  6. 1 2 "Mencari Orang Kedua". Tempo. 29 Februari 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Oktober 2021. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  7. ↑ "33 Perwira ABRI naik pangkat". Mimbar Kekaryaan. No. 214. Oktober 1988. hlm. 71. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 13 Desember 2021.
  8. ↑ Daftar nama dan alamat pejabat-pejabat negara Republik Indonesia. Departemen Penerangan R.I. 1992. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 2021-10-12.
  9. ↑ "MA Hampir Kebobolan, Seorang Karyawan Mengarang Putusan: 10 Hakim Agung Dilantik". Kompas. 18 Desember 1991. hlm. 6. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  10. ↑ "Empat Ketua Muda MA Ucapkan Sumpah". Kompas. 10 Juni 1997. hlm. 13. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  11. ↑ "Pisahan Dua Hakim, MA Gelar Pleno". Viva. 1 Desember 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-13. Diakses tanggal 12 Oktober 2021.
  12. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 3 September 2021.
  13. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-09-24. Diakses tanggal 29 September 2021.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa kecil
  2. Karier militer
  3. Hakim agung
  4. Penghargaan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Soeharto

Penjabat Presiden Indonesia (1967–1968) & Presiden Indonesia ke-2 (1968–1998)

Direktorat Hukum Angkatan Darat

Brigadir Jenderal TNI Suhadi, S.H. (1986—1988) Brigadir Jenderal TNI German Hoediarto, S.H. (1988—1990) Brigadir Jenderal TNI Augustin Setiawan, S.H. (1990—1992)

Imron Anwari

Hakim Agung Republik Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026