Gereja Pantekosta Tabernakel, disingkat GPT atau dalam bahasa Inggris disebut Tabernacle Pentecostal Church adalah suatu kelompok atau sinode gereja Kristen aliran Pantekosta. Gereja Pantekosta Tabernakel berpusat di Jl. Mangkunegoro No. 22, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. GPT bertujuan untuk menyebarkan Firman Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel kepada seluruh dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penggolongan | Gereja Pentakosta |
|---|---|
| Pemimpin | Pdt. Jontu M. Dongalemba |
| Wilayah | Indonesia |
| Pendiri | Pdt. In Juwono |
| Didirikan | 25 Agustus 1970 (54 tahun) Surabaya, Jawa Timur, Indonesia |
| Terpisah dari | Gereja Bethel Tabernakel |
| Pecahan | Gereja Kristus Tabernakel Di Indonesia |
| Nama lain | GPT |
| Situs web resmi | sinodegpt |
Gereja Pantekosta Tabernakel, disingkat GPT atau dalam bahasa Inggris disebut Tabernacle Pentecostal Church adalah suatu kelompok atau sinode gereja Kristen aliran Pantekosta. Gereja Pantekosta Tabernakel berpusat di Jl. Mangkunegoro No. 22, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. GPT bertujuan untuk menyebarkan Firman Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel kepada seluruh dunia.
GPT berdiri sebagai hasil pekabaran Injil dari Bethel Pentecostal Temple di Seattle, Washington, Amerika Serikat, yang mengutus dua orang misionarisnya, Rev. Van Klaveren dan Rev. Groesbeek ke Indonesia. Groesbeek memberitakan Injil di Bali kemudian di Cepu dan bertemu dengan Pdt. F.G. Van Gessel. Mereka bersama-sama bergabung pada persekutuan De Bond Voor Evangelisatie. Pada tahun 1923, tepatnya pada tanggal 19 Maret 1923 di Cepu berdiri Vereninging De Pinkstergemeente In Nederlandsch Oost Indie (Jemaat Pentakosta di Hindia Timur Belanda). Pada tahun 1937 jemaat tersebut berganti nama menjadi De Pinksterkerk in Nederlands Oost Indie (Gereja Pentakosta di Hindia Timur Belanda). Seiring dengan kemajuan organisasi tersebut, ketidakcocokan di antara pengurus mulai tampak.[1]
Maka Pdt. F.G. Van Gessel dan Pdt. H.C. Senduk pada tahun 1952 keluar dan mendirikan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), dengan studi Tabernakel nya. Dia mendirikan gereja dan sekolah Alkitab di Surabaya. Pengajaran ini menyebar cepat ke provinsi lain di Indonesia. Di antara murid dia di sekolah Alkitab terdapat seorang suku Jawa bernama In Juwono.
Pada tahun 1957 GBIS pecah, Pdt. G. Soetoepo dan Pdt. In Juwono (Anak didik Pdt. F.G. Van Gessel) mendirikan Gereja Bethel Tabernakel (GBT). Pada tahun 1970 Gereja Bethel Tabernakel pecah dan Pdt. In Juwono mendirikan Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT). Pdt. In Juwono berperan besar dalam meneruskan pelayanan Pdt. F.G. Van Gessel dalam menyampaikan Firman Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel di Indonesia, memiliki anak didik seperti Pdt. Pong Dongalemba, Pdt. Paulus Budiono, Pdt. Peter Williantono (Pada 9 September 1999, mengundurkan diri dari Gereja Pantekosta Tabernakel, dan mendirikan Gereja Kristus Tabernakel Di Indonesia (GKTDI), berpusat di Jl. Tanah Abang III no. 2b, Jakarta Pusat, yang masih tetap mempertahankan kemurnian dari Firman Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel), Pdt. H. I. Tangka, Pdt. Amir Suwito, Pdt. Harry Edward Lumare, dan banyak Hamba Tuhan lainnya. Hingga kini, dari Sabang sampai Merauke ada ratusan Gereja Pantekosta Tabernakel yang berjuang menyuarakan Firman Pengajaran Mempelai dalam Terang Tabernakel.
Pada MUBES XI GPT, 4 – 6 Mei 2010, maka terpilihlah Badan Pengurus GPT sebagai berikut:[5]
Pada MUBES XIV GPT, 29 – 1Mei 2025, maka terpilihlah Badan Pengurus GPT sebagai berikut:[6]