Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gerakan menjepit

Dalam taktik militer, gerakan menjepit atau pengepungan ganda adalah unsur dasar dari taktik militer, yang telah digunakan hampir di seluruh peperangan. Kedua sayap dari musuh diserang secara serentak melalui gerakan menjepit, setelah pihak musuh telah bergerak maju ke barisan tengah dari pasukan. Pada saat yang bersamaan, lapisan kedua dari penjepit menyerang melalui sisi yang lebih jauh, untuk mencegah musuh memperkuat diri atau mengirimkan bala bantuan.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Agustus 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gerakan menjepit
Sebuah manuver gerakan menjepit dimana pasukan merah menjepit pasukan biru.

Dalam taktik militer, gerakan menjepit atau pengepungan ganda adalah unsur dasar dari taktik militer, yang telah digunakan hampir di seluruh peperangan. Kedua sayap dari musuh diserang secara serentak melalui gerakan menjepit, setelah pihak musuh telah bergerak maju ke barisan tengah dari pasukan. Pada saat yang bersamaan, lapisan kedua dari penjepit menyerang melalui sisi yang lebih jauh, untuk mencegah musuh memperkuat diri atau mengirimkan bala bantuan.

Sebagian besar pertempuran infanteri dalam skala apapun, didasarkan pada taktik ini. Taktik ini juga umum digunakan oleh pesawat tempur. Sesuai definisinya, gerakan menjepit mengharuskan pihak musuh menghadapi serangan dari depan, kedua sayap, dan dari belakang. Jika kedua sayap penjepit bertemu di barisan belakang musuh, maka musuh akan terkurung. Sebuah pasukan yang terkurung biasanya menyerah, dihancurkan, atau kadang-kadang berusaha menembus pengurungan tersebut. Kadang-kadang juga bala bantuan dari luar dapat menyerang pihak pengurung dan membuka jalan keluar bagi pasukan yang terkurung.

Gerakan menjepit yang dilakukan jenderal Kartage Hannibal dalam Pertempuran Cannae pada 216 SM dianggap oleh sejarawan militer sebagai salah satu manuver pertempuran terhebat dalam sejarah, dan merupakan kesuksesan pertama gerakan menjepit yang tercatat dalam sejarah[1] Variasi lain dari manuver ini juga sukses digunakan oleh Khalid bin Walid dalam Pertempuran Walaja melawan tentara Persia Sassania yang berjumlah lebih banyak pada tahun 633.[2]

Pertempuran terkenal yang melibatkan gerakan menjepit

  • Pertempuran Cannae
  • Pertempuran Walaja
  • Penyerbuan Manoir de Brécourt
  • Pertempuran Cowpens
  • Pertempuran Fraustadt
  • Pertempuran Khalkhin Gol
  • Pertempuran Marathon
  • Pertempuran Stalingrad
  • Pertempuran Tannenberg (1914)

Referensi

  1. ↑ "Appendix C" (PDF). The complete book of military science, abridged. Diarsipkan dari asli (PDF file —viewed as cached HTML—) tanggal 2002-01-13. Diakses tanggal march 25. ; ;
  2. ↑ A.I. Akram (1970). The Sword of Allah: Khalid bin al-Waleed, His Life and Campaigns, Nat. Publishing House. Rawalpindi. ISBN 0-7101-0104-X.

Bacaan lanjutan

  • (Inggris) U.S. Army training manual diagram Diarsipkan 2014-07-22 di Wayback Machine. of different modes of attack, including double envelopment
  • (Inggris) GlobalSecurity.org essay Diarsipkan 2023-06-02 di Wayback Machine. with a section on envelopments
  • (Inggris) Academic paper Diarsipkan 2013-10-29 di Wayback Machine. on military diagramming with diagram of a double envelopment
  • (Inggris) Map Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine. of Georgy Zhukov's double envelopment at the battle of Stalingrad

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pertempuran terkenal yang melibatkan gerakan menjepit
  2. Referensi
  3. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Gerakan motorik

genggaman, gerakan menjepit (pincer) Koordinasi antara gerakan berbagai anggota tubuh pada olahragawan, penari atau pemain alat musik, pengendalian gerakan motorik

Jempol terjepit

Jempol terjepit atau jempol kejepit adalah gestur tangan yang dilakukan dengan menyelipkan ibu jari di antara telunjuk dan jari tengah. Di Indonesia, isyarat

Tenet

Film tahun 2020 oleh Christopher Nolan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026