Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGending Sriwijaya (film)
Artikel Wikipedia

Gending Sriwijaya (film)

Gending Sriwijaya adalah film bergenre drama dan laga kolosal dari Indonesia yang dirilis pada 2013 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan merupakan proyek kedua sutradara ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Proyek sebelumnya adalah film Pengejar Angin. Film ini diinspirasikan dari lagu dan tarian tradisional kebudayaan Palembang, Sumatera Selatan dan penggarapan direncakan akan dilakukan kolosal, tetapi dipertimbangkan untuk semi kolosal terkait kesulitan situs Sriwijaya banyak yang tidak bersisa yang mengakibatkan film berisiko tidak otentik.

film Indonesia tahun 2013
Diperbarui 29 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gending Sriwijaya
SutradaraHanung Bramantyo
ProduserDhoni Ramadhan
Dian Permata Purnamasari
Irene Camelyn Sinaga
Ditulis olehHanung Bramantyo
PemeranAgus Kuncoro
Sahrul Gunawan
Julia Perez
Mathias Muchus
Slamet Rahardjo
Jajang C. Noer
Hafshary
DistributorRapi Films & Putaar Production
Tanggal rilis
  • 10 Januari 2013 (2013-01-10)
Durasi2 jam 18 menit
NegaraIndonesia

Gending Sriwijaya adalah film bergenre drama dan laga kolosal dari Indonesia yang dirilis pada 2013 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan merupakan proyek kedua sutradara ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Proyek sebelumnya adalah film Pengejar Angin.[1] Film ini diinspirasikan dari lagu dan tarian tradisional kebudayaan Palembang, Sumatera Selatan dan penggarapan direncakan akan dilakukan kolosal, tetapi dipertimbangkan untuk semi kolosal terkait kesulitan situs Sriwijaya banyak yang tidak bersisa yang mengakibatkan film berisiko tidak otentik.[1]

Film ini digarap dengan komposisi pemain film Sumatera Selatan 80 persen dan 20 persen artis dari Jakarta karena menurut Hanung warga Sumatra sudah sangat ekspresif dan alami dalam berakting.[1] Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengakui bahwa istana Kerajaan Sriwijaya yang banyak menggunakan bahan kayu sudah lapuk.[1]

Salah satu pemainnya Julia Perez banyak melakukan akting laga tanpa menggunakan pemain pengganti.[2]

Sinopsis

Nusantara pada abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya, muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan. Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Mahawangsa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun di luar adat kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya.

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian di tangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati. Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas.

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek. Dengan kekuatan penuh, pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas. Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya tak luput menjadi korban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbuatan kakaknya, makin meradang. Ia harus menghentikan kelakuan kakaknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Tempo: Hanung Bramantyo Garap Gending Sriwijaya". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 2013-01-15.
  2. ↑ "Kapanlagi: Jupe Lakoni Adengan Fighting Tanpa Stuntman". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-27. Diakses tanggal 2013-01-15.
  3. ↑ Gending Sriwijaya di Cineplex Diarsipkan 2012-12-30 di Wayback Machine., diakses pada 31 Desember 2012.
  • l
  • b
  • s
Hanung Bramantyo
Film yang disutradarai
Film layar lebar
2000-an
  • Topeng Kekasih (2000)
  • Gelas-Gelas Berdenting (2001)
  • Brownies (2004)
  • Catatan Akhir Sekolah (2005)
  • Jomblo (2006)
  • Lentera Merah (2006)
  • Kamulah Satu-Satunya (2007)
  • Legenda Sundel Bolong (2007)
  • Get Married (2007)
  • Ayat-Ayat Cinta (2008)
  • Doa yang Mengancam (2008)
  • Perempuan Berkalung Sorban (2009)
  • Get Married 2 (2009)
2010-an
  • Menebus Impian (2010)
  • Sang Pencerah (2010)
  • ? (2011)
  • Tendangan dari Langit (2011)
  • Pengejar Angin (2011)
  • Perahu Kertas (2012)
  • Perahu Kertas 2 (2012)
  • Cinta tapi Beda (2012)
  • Gending Sriwijaya (2013)
  • Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)
  • Hijab (2015)
  • 2014: Siapa di Atas Presiden? (2015)
  • Talak 3 (2016)
  • Rudy Habibie (2016)
  • Surga Yang Tak Dirindukan 2 (2017)
  • Seteru (2017)
  • Kartini (2017)
  • Jomblo Reboot (2017)
  • Benyamin Biang Kerok (2018)
  • The Gift (2018)
  • Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)
  • Bumi Manusia (2019)
  • Habibie & Ainun 3 (2019)
2020-an
  • Benyamin Biang Kerok 2 (2020)
  • Tersanjung the Movie (2021)
  • Adit Sopo Jarwo the Movie (2021)
  • Satria Dewa: Gatotkaca (2022)
  • Miracle in Cell No. 7 (2022)
  • Dunia Tanpa Suara (2023)
  • Catatan Si Boy (2023)
  • Trinil: Kembalikan Tubuhku (2024)
  • Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024)
  • Ipar adalah Maut (2024)
  • Laura (2024)
  • Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2025)
  • Rahasia Rasa (2025)
  • Gowok: Kamasutra Jawa (2025)
  • La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (2025)
Film pendek
  • When ... (2003)
  • JK (2009)
  • Positif (2021)
  • Melody of Love (2022)
Film televisi
  • Sayekti dan Hanafi (2005)
Hanya sebagai produser
  • Mencari Hilal (2015)
  • Ayat-Ayat Adinda (2015)
  • Turis Romantis (2015)
  • Pesantren Impian (2016)
  • Seteru (2017)
  • Jomblo: Sebuah Komedi Cinta (2017)
  • Mekah I'm Coming (2020)
  • Just Mom (2022)
Keluarga
  • Zaskia Adya Mecca (istri)
  • Haykal Kamil (ipar)
  • Marsha Natika (ipar)
  • Ferry Ardiansyah (ipar)
  • Tantri Namirah (ipar)
Lain-lain
  • Dapur Film
Category Kategori


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sinopsis
  2. Referensi

Artikel Terkait

Daftar film Indonesia tahun 2026

artikel daftar Wikimedia

Daftar film Indonesia tahun 2025

artikel daftar Wikimedia

Daftar film Indonesia tahun 2024

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026