Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gendang beleq

Gendang Beleq adalah alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok yang berasal dari suku Sasak di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Asal kata Gendang berasal dari bunyi gendang itu sendiri, yaitu bunyi deng atau dung. Beleq berasal dari bahasa Sasak yang berarti besar. Gendang Beleq berarti gendang besar.

Wikipedia article
Diperbarui 31 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gendang beleq
Pemain sedang memainkan Gendang beleq

Gendang Beleq adalah alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok[1] yang berasal dari suku Sasak di Nusa Tenggara Barat, Indonesia.[2] Asal kata Gendang berasal dari bunyi gendang itu sendiri, yaitu bunyi deng atau dung.[3] Beleq berasal dari bahasa Sasak yang berarti besar. Gendang Beleq berarti gendang besar.[1]

Gendang ini juga ditemukan di daerah-daerah lain dengan penyebutan yang berbeda, yakni musik oncer di Lombok Tengah, kecodak di Lombok Barat, dan kedoqdaq secara spesifik di kecamatan Narmada.[4]

Sejarah

Asal mula kehadiran ansambel Gendang Beleq masih belum dapat dipastikan. Ada yang menganggap penemuannya berkaitan masa kedatangan Majapahit yang mengekspansi Lombok. Ada juga teori yang menilai bahwa kelahiran Gendang Beleq yang dominan terbuat dari logam sudah ada lebih awal sejak Zaman Barbar Muda ketika manusia sudah dapat membuat benda dari logam.[5]

Dahulu di Lombok, Gendang Beleq dijadikan penyemangat prajurit yang pergi berperang dan yang pulang dari peperangan.[1] Bunyi tabuhan gendang beleq dapat menjadi pemicu adrenalin bagi para prajurit.[5] Dengan demikian Gendang Beleq dijadikan musik dalam peperangan. Kini Gendang Beleq digunakan sebagai musik pengiring dalam upacara-upacara adat seperti Merariq (pernikahan), sunatan (khitanan), Ngurisang (potong rambut bayi atau aqiqah) dan begawe beleq (upacara besar),[6] dan acara khusus seperti Maulid Nabi maupun lebaran.[7]

Bentuk

Gendang beleq terbuat dari bahan kayu, rotan atau kulit. Instrumen ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada gendang lainnya, dengan tinggi umumnya lebih dari 90 cm. Pada gendang terdapat rempeng kecil dengan diameter sekitar 34 cm, sedangkan yang besar mencapai 41 cm.[4]

Gendang ini memiliki dekorasi pada bagian ujung dan tengahnya. Pada kedua ujung terdapat dekorasi ornamen berbentuk daun dan bunga. Adapun, bagian tengahnya memiliki pola kotak-kotak hitam putih yang tersusun bergantian, dengan pinggiran berwarna merah. Dahulu hanya tiga warna utama ini yang digunakan untuk menjunjung makna simbolis: merah melambangkan semangat, putih mencerminkan kejujuran, dan hitam menggambarkan jiwa yang kuat dan kokoh.[8] Pemberian warna dengan makna simbolik ini berkaitan dengan fungsi gendang beleq sebagai pemberi semangat bagi para prajurit, yang dituntut memiliki sifat ksatria dan kejujuran.[4]

Seiring perkembangannya, alat musik ini memiliki warna yang lebih beragam menyesuaikan preferensi masyarakat dan terkadang memiliki dekorasi tambahan berupa cermin bulat kecil.[4]

Cara memainkan

Gendang Beleq dimainkan secara berkelompok membentuk orkestra dan terdiri dari dua Gendang Beleq yang disebut mama/mame (laki-laki) dan gendang nina/nine (perempuan) yang berfungsi sebagai pembawa dinamika.[9][4][5] Perbedaan dari kedua gendang ini juga terletak dari suaranya, di mana gendang mama lebih nyaring daripada gendang nina.[7]

Gendang beleq dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul atau tangan kosong untuk mengiringi tarian atau mengatur tempo dan dinamika dalam orkestra. Pertunjukan gendang beleq memungkinkan untuk ditampilkan di panggung maupun di lapangan yang lebih luas, karena cara memainkannya yang fleksibel bisa dilakukan saat duduk maupun sambil berjalan. Ketika dimainkan dalam posisi duduk, formasi pemain dapat menyesuaikan dengan luas tempat yang tersedia. Namun, jika dimainkan sambil berjalan pemain harus mengikuti langkah dengan formasi khusus.[4]

Instrumen ini juga terdiri atas sebuah Gendang Kodeq (gendang kecil), perembak belek dan perembak kodeq sebagai alat ritmis, gong dan dua buah reong, yakni reong nina dan reong mama sebagai pembawa melodi, cemprang, petuq, oncer, dan rincig.[5] Pemain Gendang Beleq memainkan Gendang Beleq sambil menari.[10] Instrumen pendukung ini ada yang menjadi komponen wajib karena dianggap sakral dan ada juga yang dapat digunakan secara bebas menyesuaikan dari kebutuhan pertunjukan.[4] Pemain Gendang beleq terdiri dari 13 sampai 17 orang.[11]

  • Gendang Beleq
    Gendang Beleq
  • Reong
    Reong
  • Petuq, seperti gong tetapi berukuran kecil, sekitar 45 cm.
    Petuq, seperti gong tetapi berukuran kecil, sekitar 45 cm.
  • Gong Mame (65 cm) dan Gong Nine (75 cm)
    Gong Mame (65 cm) dan Gong Nine (75 cm)
  • Suling
    Suling
  • Cemprang
    Cemprang
  • Rinceq
    Rinceq

Nilai

Gendang Beleq memiliki nilai filosofis dan juga disakralkan oleh masyarakat Suku Sasak. Masyarakat Sasak menilai Gendang Beleq memiliki nilai keindahan, ketekunan, kesabaran, kebijakan, ketelitian, dan kepahlawanan. Nilai-nilai tersebut selalu diharapkan menyatu dengan hati masyarakat Suku Sasak.[12][13]

Referensi

  1. 1 2 3 Paluseri, Dais Dharmawan; Murdiartono, Dwi; Syahdenal, Lintang Maraya (2013). Warisan budaya takbenda Indonesia: penetapan tahun 2013. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 21–22. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Prahana, Lalu Muhammad Gitan; Pratama (2022). Gendang beleq (dalam bahasa Indonesia). LIPI Press. ISBN 978-602-496-271-5. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ↑ Tuarita, A. N., Winarno, B., & Alam, M. Z. (2014). Perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap kesenian Gendang Beleq masyarakat suku Sasak sebagai pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 Satyananda, I Made; Ayu Armini, I Gusti; Sudharma Putra, I Ketut (2015). KECIMOL SENI KOLABORASI KAJIAN BENTUK FUNGSI DAN NILAI DI LOMBOK (PDF). Yogyakarta: Penerbit Kepel Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 3 4 Sumardi, Nur Kholis (2018-01-28). "Evolusi Gendang Beleq Lombok". Gondang: Jurnal Seni dan Budaya. 1 (2): 63. doi:10.24114/gondang.v1i2.8564. ISSN 2599-0543.
  6. ↑ "Kesenian Tradisional". Mataramkota.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-21. Diakses tanggal 21 Mei 2014.17.05. ;
  7. 1 2 77 Warisan Budaya Takbenda Indonesia (PDF). 1. Vol. 1 (Edisi 1). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. 2014. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Maharani, Husna Putri (2 Maret 2024). "Mengenal Gendang Beleq, Alat Musik Tradisional dari Pulau Lombok". Detik Bali. Diakses tanggal 13 Februari 2026.
  9. ↑ "Gendang Beleq » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-28.
  10. ↑ "Gendang Beleq". Lomboktimurkab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-07. Diakses tanggal 21 mei 2014.18.00. ;
  11. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-09-19). "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
  12. ↑ "Gendang Beleq, Sakralisasi Adat Suku Sasak". www.lombokita.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-22.
  13. ↑ Fazalani, R. (2020). Kesenian gendang beleq masyarakat suku Sasak sebagai budaya tradisional. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2)

Pranala luar

  • (Indonesia) Gendang Beleq, Seni Musik Suku Sasak Diarsipkan 2014-05-23 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Bentuk
  3. Cara memainkan
  4. Nilai
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Kendang

Instrumen dalam gamelan jawa untuk mengatur irama

Suku Sasak

kelompok etnik di Indonesia

Nyongkolan

Upacara Adat di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026