Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gempa tsunami

Dalam seismologi, Gempa tsunami adalah gempa bumi yang memicu tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar, sebagaimana diukur oleh gelombang seismik berperiode pendek. Istilah ini diperkenalkan oleh seismolog Jepang Hiroo Kanamori pada tahun 1972. Peristiwa semacam itu merupakan hasil dari kecepatan patahan yang relatif lambat. Peristiwa ini sangat berbahaya karena tsunami besar dapat tiba di garis pantai tanpa peringatan atau dengan peringatan dini.

Wikipedia article
Diperbarui 31 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gempa tsunami
Gempa bumi Sanriku 1896 adalah gempa tsunami yang khas

Dalam seismologi, Gempa tsunami adalah gempa bumi yang memicu tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar, sebagaimana diukur oleh gelombang seismik berperiode pendek. Istilah ini diperkenalkan oleh seismolog Jepang Hiroo Kanamori pada tahun 1972. Peristiwa semacam itu merupakan hasil dari kecepatan patahan yang relatif lambat. Peristiwa ini sangat berbahaya karena tsunami besar dapat tiba di garis pantai tanpa peringatan atau dengan peringatan dini.

Beberapa peristiwa gempa tsunami tercatat terjadi tanpa guncangan gempa yang kuat, atau bahkan tidak ada getaran yang dirasakan, seperti peristiwa Gempa bumi dan tsunami Pangandaran 2006 atau Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994, dan Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010.

Karakteristik

Ciri khas gempa tsunami adalah pelepasan energi seismik terjadi dalam periode panjang (frekuensi rendah) relatif terhadap gempa tsunamigenik biasa. Gempa jenis ini umumnya tidak menunjukkan puncak aktivitas gelombang seismik yang terkait dengan kejadian biasa. Gempa tsunami dapat didefinisikan sebagai gempa bawah laut yang magnitudo gelombang permukaan {{M|s}{ sangat berbeda dari magnitudo momen Mw, karena yang pertama dihitung dari gelombang permukaan dengan periode sekitar 20 detik, sedangkan yang terakhir adalah ukuran total pelepasan energi pada semua frekuensi.[1] Pergeseran yang terkait dengan gempa tsunami secara konsisten lebih besar daripada yang terkait dengan gempa tsunamigenik biasa dengan magnitudo momen yang sama, biasanya lebih dari dua kali lipat. Kecepatan pecahnya gempa tsunami biasanya sekitar 1,0 km per detik, dibandingkan dengan 2,5–3,5 km per detik yang lebih normal untuk gempa megathrust lainnya. Kecepatan pecah yang lambat ini menyebabkan direktivitas yang lebih besar, dengan potensi menyebabkan run-up yang lebih tinggi pada bagian pantai yang pendek. Gempa tsunami umumnya terjadi di zona subduksi dimana terdapat irisan akresi yang besar atau dimana sedimen disubduksi, karena material yang lebih lemah ini menyebabkan kecepatan patahan yang lebih lambat.[1]

Mengidentifikasi gempa tsunami

Metode standar pemberian peringatan dini tsunami bergantung pada data yang biasanya tidak mengidentifikasi gempa bumi tsunami sebagai tsunamigenik dan karena itu gagal memprediksi tsunami yang mungkin menimbulkan kerusakan.[2]

Contoh peristiwa

Sanriku 1896

Pada tanggal 15 Juni 1896, pantai Sanriku dilanda tsunami dahsyat dengan tinggi gelombang maksimum 38.2 m, yang menyebabkan lebih dari 22.000 korban jiwa. Penduduk kota-kota dan desa-desa pesisir benar-benar terkejut karena tsunami hanya didahului oleh guncangan yang relatif lemah. Besarnya tsunami diperkirakan sebesar Mt=8.2 sedangkan guncangan gempa bumi hanya menunjukkan besarnya Ms=7.2. Perbedaan besarnya ini membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan pecah yang lambat. Pemodelan pembentukan tsunami yang memperhitungkan pengangkatan tambahan yang terkait dengan deformasi sedimen yang lebih lunak dari irisan akresi yang disebabkan oleh gerakan horizontal 'penahan' di lempeng yang menimpa telah berhasil menjelaskan perbedaan tersebut, dengan memperkirakan besarnya Mw=8.0–8.1.

Nikaragua 1992

Gempa bumi Nikaragua 1992 merupakan gempa tsunami pertama yang direkam dengan jaringan seismik pita lebar.[3]

Peristiwa lain

  • Gempa bumi Sumatra 1907
  • Gempa bumi Kepulauan Aleut 1946
  • Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994
  • Gempa bumi dan tsunami Jawa 2006
  • Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010
  • Gempa bumi Kepulauan Solomon 2013

Referensi

  1. 1 2 Bryant, E. (2008). "5. Earthquake-generated tsunami". Tsunami: the underrated hazard (Edisi 2). Springer. hlm. 129–138. ISBN 978-3-540-74273-9. Diakses tanggal 19 July 2011.
  2. ↑ wp</sub>'' to tsunami earthquake"},"journal":{"wt":"Geophysical Research Letters"},"volume":{"wt":"27"},"issue":{"wt":"19"},"page":{"wt":"3105"},"doi":{"wt":"10.1029/2000GL011735"},"bibcode":{"wt":"2000GeoRL..27.3105T"},"doi-access":{"wt":"free"}},"i":0}}]}' id="mwXA"/>Tsuboi, S. (2000). "Application of Mwp to tsunami earthquake". Geophysical Research Letters. 27 (19): 3105. Bibcode:2000GeoRL..27.3105T. doi:10.1029/2000GL011735.
  3. ↑ Kanamori, H.; Kikuchi M. (1993). "The 1992 Nicaragua earthquake: a slow tsunami earthquake associated with subducted sediments" (PDF). Nature. 361 (6414): 714–716. Bibcode:1993Natur.361..714K. doi:10.1038/361714a0. S2CID 4322936. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 19 March 2012. Diakses tanggal 19 July 2011.
  • Lubis, Subaktian. 2009. Bentuk Geomorfologi Dasar Laut pada Tepian Lempeng Aktif di Lepas Pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa, Indonesia. Bandung: Jurnal Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Departemen ESDM.
  • Romano, Fabrizio. 2009. The Rupture Process of Recent Tsunamigenic Earthquakes by Geophysical Data Inversion. Thesis PhD of Università Degli Studi Di Bologna.
  • Yudichara & Budiono, K. 2008. Tsunamigenik di Selat Sunda: Kajian terhadap katalog Tsunami Soloviev. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 3 No. 4 Desember 2008: 241-251.
  • Zulkarnain, Iskandar, dkk. 1997. Geologi Komplek Melange Pulau Laut Kalimantan Selatan.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karakteristik
  2. Mengidentifikasi gempa tsunami
  3. Contoh peristiwa
  4. Sanriku 1896
  5. Nikaragua 1992
  6. Peristiwa lain
  7. Referensi

Artikel Terkait

Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004

Bencana yang terjadi di Indonesia dan Samudra Hindia pada tanggal 26 Desember 2004

Gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011

gempa bumi berskala 9.0 - 9.1 yang melanda wilayah pesisir Jepang tahun 2011

Tsunami

Perpindahan badan air akibat perubahan tiba-tiba permukaan laut secara vertikal

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026