Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gelombang stasioner

Dalam fisika, gelombang stasioner adalah gelombang yang bergetar seiring waktu tetapi letak amplitudonya tidak bergerak melalui ruang. Amplitudo puncak dari getaran gelombang pada titik manapun dalam ruang bersifat konstan terhadap waktu, dan titik-titik yang lain bergetar sesuai fase. Lokasi di mana nilai mutlak dari amplitudonya disebut simpul, dan lokasi di mana nilai mutlak dari amplitudonya maksimum disebut perut.

gelombang yang selalu dalam posisi konstan
Diperbarui 21 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gelombang stasioner
Animasi sebuah gelombang stasioner (merah) yang dihasilkan oleh superposisi gelombang yang berjalan ke kiri (biru) dan gelombang yang berjalan ke kanan (hijau)

Dalam fisika, gelombang stasioner adalah gelombang yang bergetar seiring waktu tetapi letak amplitudonya tidak bergerak melalui ruang. Amplitudo puncak dari getaran gelombang pada titik manapun dalam ruang bersifat konstan terhadap waktu, dan titik-titik yang lain bergetar sesuai fase. Lokasi di mana nilai mutlak dari amplitudonya disebut simpul, dan lokasi di mana nilai mutlak dari amplitudonya maksimum disebut perut.

Gelombang stasioner pertama kali diamati oleh Michael Faraday pada tahun 1831. Faraday mengamati gelombang stasioner di permukaan sebuah cairan dalam wadah yang bergetar.[1][2] Franz Melde menciptakan istilah "gelombang tegak" (bahasa Jerman: stehende Welle atau Stehwelle) pada sekitar tahun 1860 dan mendemonstrasikan fenomenona tersebut dalam eksperimen klasiknya menggunakan dawai yang bergetar.[3][4][5][6]

Fenomena ini bisa terjadi karena medium bergerak berlawanan arah terhadap gelombang, atau bisa terjadi dalam medium stasioner disebabkan interferensi antara dua gelombang yang bergerak berlawanan arah. Penyebab gelombang stasioner yang paling umum adalah fenomena resonansi, di mana gelombang stasioner dihasilkan dalam sebuah resonator dikarenakan interferensi antara gelombang-gelombang yang dipantulkan terus menerus dengan frekuensi resonansi resonator.

Untuk gelombang dengan amplitudo yang sama yang bergerak dengan arah berlawanan, rata-rata dari total perambatan energinya adalah nol.

Referensi

  1. ↑ Alwyn Scott (ed), Encyclopedia of Nonlinear Science, p. 683, Routledge, 2006 ISBN 1135455589.
  2. ↑ Theodore Y. Wu, "Stability of nonlinear waves resonantly sustained", Nonlinear Instability of Nonparallel Flows: IUTAM Symposium Potsdam, New York, p. 368, Springer, 2012 ISBN 3642850847.
  3. ↑ Melde, Franz. Ueber einige krumme Flächen, welche von Ebenen, parallel einer bestimmten Ebene, durchschnitten, als Durchschnittsfigur einen Kegelschnitt liefern: Inaugural-Dissertation... Koch, 1859.
  4. ↑ Melde, Franz. "Ueber die Erregung stehender Wellen eines fadenförmigen Körpers." Annalen der Physik 185, no. 2 (1860): 193–215.
  5. ↑ Melde, Franz. Die Lehre von den Schwingungscurven...: mit einem Atlas von 11 Tafeln in Steindruck. JA Barth, 1864.
  6. ↑ Melde, Franz. "Akustische Experimentaluntersuchungen." Annalen der Physik 257, no. 3 (1884): 452–470.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Panjang gelombang

ketinggian badan air. Dalam getaran kisi kristal, posisi atom bervariasi. Kisaran panjang gelombang atau frekuensi untuk fenomena gelombang disebut spektrum

Polarisasi sirkular

elektromagnetik gelombang memiliki besaran konstan dan berputar dengan laju konstan pada bidang yang tegak lurus terhadap arah gelombang. Dalam elektrodinamika

Pembiasan

pembiasan cahaya yang dijabarkan dengan Hukum Snellius, terjadi bersamaan dengan refleksi gelombang cahaya tersebut, seperti yang dijelaskan oleh persamaan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026