Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGegar otak
Artikel Wikipedia

Gegar otak

Gegar otak atau konkusi adalah trauma kepala yang tidak disertai kerusakan jaringan otak dan menyebabkan pingsan selama tidak lebih dari 10 menit. Orang yang mengalami gegar otak setelah sadar dari pingsannya akan mengeluh pusing dan muntah-muntah. Gegar otak juga bisa diikuti dengan vertigo atau amnesia retrograde. Amnesia retrograde yaitu kehilangan ingatan untuk periode yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan. Istilah lain untuk gegar otak adalah konkusio otak. Pengobatan yang dilakukan untuk penderita gegar otak adalah dengan istirahat berbaring, pemberian obat nyeri kepala, obat muntah dan membatasi pemberian cairan. Setelah itu, penderita kemudian secara bertahap diajak untuk mobilisasi yaitu mulai dari duduk, berdiri, dan berjalan tetapi aktivitas masih tetap dibatasi. Seseorang yang mengalami gegar otak sebaiknya segera dirawat di rumah sakit karena dimungkinkan terjadi pendarahan epidural yang memerlukan untuk segera dioperasi. Pendarahan epidural adalah pendarahan yang terjadi pada daerah antara tengkorak dan selaput keras otak. Gejala gegar otak apabila tidak ditangani baik dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Salah komplikasi yang dapat terjadi akibat gegar otak adalah penyakit epilepsi. Gegar otak biasanya disebabkan oleh benturan, tetapi tidak semua benturan yang mengenai kepala dapat menyebabkan gegar otak. Hal itu terjadi karena otak dilindungi oleh tengkorak yang kokoh yang dilengkapi dengan selaput otak.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gegar otak
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Mekanisme gegar otak

Gegar otak atau konkusi adalah trauma kepala yang tidak disertai kerusakan jaringan otak dan menyebabkan pingsan selama tidak lebih dari 10 menit.[1] Orang yang mengalami gegar otak setelah sadar dari pingsannya akan mengeluh pusing dan muntah-muntah.[1] Gegar otak juga bisa diikuti dengan vertigo atau amnesia retrograde.[1] Amnesia retrograde yaitu kehilangan ingatan untuk periode yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan.[1] Istilah lain untuk gegar otak adalah konkusio otak.[1] Pengobatan yang dilakukan untuk penderita gegar otak adalah dengan istirahat berbaring, pemberian obat nyeri kepala, obat muntah dan membatasi pemberian cairan (satu hari maksimal 2 liter).[1] Setelah itu, penderita kemudian secara bertahap diajak untuk mobilisasi yaitu mulai dari duduk, berdiri, dan berjalan tetapi aktivitas masih tetap dibatasi.[1] Seseorang yang mengalami gegar otak sebaiknya segera dirawat di rumah sakit karena dimungkinkan terjadi pendarahan epidural yang memerlukan untuk segera dioperasi.[1] Pendarahan epidural adalah pendarahan yang terjadi pada daerah antara tengkorak dan selaput keras otak.[1] Gejala gegar otak apabila tidak ditangani baik dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah.[2] Salah komplikasi yang dapat terjadi akibat gegar otak adalah penyakit epilepsi.[2] Gegar otak biasanya disebabkan oleh benturan, tetapi tidak semua benturan yang mengenai kepala dapat menyebabkan gegar otak.[2] Hal itu terjadi karena otak dilindungi oleh tengkorak yang kokoh yang dilengkapi dengan selaput otak.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1097.
  2. 1 2 3 4 "Gejala Gegar Otak". Beta Crowd Voice. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-31. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Latvia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Cedera otak traumatis

terbuka. Gejala COT bisa ringan, sedang, atau berat. Gegar otak adalah jenis COT ringan. Efek gegar otak kadang-kadang bisa serius, tetapi kebanyakan orang

Vincent Kompany

kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia pada bulan Juni 2013, Kompany mengalami gegar otak dan cedera wajah, termasuk hidung patah dan soket mata retak, dalam sebuah

Final Piala Dunia FIFA 2026

sekali saat babak perpanjangan waktu Maksimum satu penggantian pemain karena gegar otak, yang memberikan tim lawan satu pergantian tambahan secara terpisah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026