Dalam neurologi, amnesia retrograde (AR) adalah ketidakmampuan untuk mengakses ingatan atau informasi dari sebelum terjadinya cedera atau penyakit. AR berbeda dengan kondisi serupa yang disebut amnesia anterograde (AA), yaitu ketidakmampuan membentuk ingatan baru setelah cedera atau timbulnya penyakit. Meskipun seseorang dapat mengalami AR dan AA secara bersamaan, AR juga dapat muncul sendiri; bentuk "murni" dari AR ini dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis: fokal, terisolasi, dan AR murni. AR berdampak negatif pada memori episodik, memori autobiografis, dan memori deklaratif, tetapi penderita masih dapat membentuk ingatan baru karena AR tidak memengaruhi memori prosedural. Bergantung pada tingkat keparahannya, AR dapat menyebabkan kehilangan ingatan yang bersifat temporer atau lebih permanen. Namun, kehilangan ingatan biasanya mengikuti Hukum Ribot, yang menyatakan bahwa seseorang lebih mungkin kehilangan ingatan yang baru dibandingkan ingatan lama. Diagnosis AR umumnya memerlukan penggunaan *Autobiographical Memory Interview* (AMI) serta pengamatan struktur otak melalui pencitraan resonansi magnetik (MRI), pemindaian tomografi terkomputasi (CT), atau elektroensefalografi (EEG).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Amnesia retrograde | |
|---|---|
| Spesialisasi | Neurologi |
Dalam neurologi, amnesia retrograde (AR) adalah ketidakmampuan untuk mengakses ingatan atau informasi dari sebelum terjadinya cedera atau penyakit.[1] AR berbeda dengan kondisi serupa yang disebut amnesia anterograde (AA), yaitu ketidakmampuan membentuk ingatan baru setelah cedera atau timbulnya penyakit.[2] Meskipun seseorang dapat mengalami AR dan AA secara bersamaan, AR juga dapat muncul sendiri; bentuk "murni" dari AR ini dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis: fokal, terisolasi, dan AR murni.[3] AR berdampak negatif pada memori episodik, memori autobiografis, dan memori deklaratif, tetapi penderita masih dapat membentuk ingatan baru karena AR tidak memengaruhi memori prosedural.[3] Bergantung pada tingkat keparahannya, AR dapat menyebabkan kehilangan ingatan yang bersifat temporer (berjenjang waktu) atau lebih permanen.[3] Namun, kehilangan ingatan biasanya mengikuti Hukum Ribot, yang menyatakan bahwa seseorang lebih mungkin kehilangan ingatan yang baru dibandingkan ingatan lama.[4] Diagnosis AR umumnya memerlukan penggunaan *Autobiographical Memory Interview* (AMI) serta pengamatan struktur otak melalui pencitraan resonansi magnetik (MRI), pemindaian tomografi terkomputasi (CT), atau elektroensefalografi (EEG).[3][5][6]
| Klasifikasi |
|---|