Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gavialis

Gavialis adalah genus crocodilia yang mencakup gavial yang masih ada dan satu spesies yang telah punah yakni Gavialis bengawanicus. G. gangeticus berasal dari anak benua India, sedangkan G. bengawanicus diketahui berasal dari Jawa. Gavialis kemungkinan besar pertama kali muncul di Anakbenua India pada zaman Pliosen dan menyebar ke Kepulauan Melayu melalui jalur yang disebut jalur Siva–Melayu pada zaman Kuarter. Sisa-sisa yang dikaitkan dengan Gavialis juga telah ditemukan di Sulawesi dan Pulau Woodlark di sebelah timur Garis Wallace, menunjukkan bahwa garis keturunan prasejarah Gavialis mampu melintasi lingkungan laut dan mencapai tempat-tempat yang mungkin sampai ke Oseania bagian barat.

genus reptilia
Diperbarui 18 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gavialis

Gavialis
Rentang waktu: Miosen awal - sekarang, 20–0 jtyl
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Gavialis gangeticus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Klad: Archosauromorpha
Klad: Archosauriformes
Ordo: Crocodilia
Famili: Gavialidae
Subfamili: Gavialinae
Genus: Gavialis
Oppel, 1811
Spesies
  • Gavialis gangeticus
  • Gavialis bengawanicus (punah)
Artikel takson sembarang

Gavialis adalah genus crocodilia yang mencakup gavial (Gavialis gangeticus) yang masih ada dan satu spesies yang telah punah yakni Gavialis bengawanicus.[1] G. gangeticus berasal dari anak benua India,[2] sedangkan G. bengawanicus diketahui berasal dari Jawa. Gavialis kemungkinan besar pertama kali muncul di Anakbenua India pada zaman Pliosen dan menyebar ke Kepulauan Melayu melalui jalur yang disebut jalur Siva–Melayu pada zaman Kuarter. Sisa-sisa yang dikaitkan dengan Gavialis juga telah ditemukan di Sulawesi dan Pulau Woodlark di sebelah timur Garis Wallace, menunjukkan bahwa garis keturunan prasejarah Gavialis mampu melintasi lingkungan laut dan mencapai tempat-tempat yang mungkin sampai ke Oseania bagian barat.[3]

Genus ini dievaluasi kembali pada tahun 2018 berdasarkan spesimen di Museum Sejarah Alam, London yang dikumpulkan di Perbukitan Sivalik. Penulis menyimpulkan bahwa G. gangeticus dan G. bengawanicus adalah anggota dalam genus Gavialis, dengan G. hysudricus sebagai sinonim junior dari G. gangeticus. Genus Rhamphosuchus diusulkan untuk dimasukan spesies G. leptodus, G. pachyrhynchus, G. curvirostris, dan G. breviceps. Spesies G. browni dan G. lewisi memerlukan revisi lebih lanjut.[1] G. dixoni telah ditetapkan menjadi genus tersendiri yakni Dollosuchus.[4]

Kladogram kelompok crocodilia utama yang masih ada di bawah ini didasarkan pada studi molekuler terbaru, dan menunjukkan hubungan dekat gavial dengan buaya sepit, dan bagaimana gavialidae dan buaya lebih dekat kekerabatannya dibandingkan aligatoroidea:[5][6][7][8][9]

Crocodilia
Alligatoridae
Caimaninae

Caiman

Melanosuchus

Paleosuchus

Alligatorinae

Alligator

Longirostres
Crocodylidae

Crocodylus

Mecistops

Osteolaemus

Gavialidae

Gavialis

Tomistoma

Berikut adalah kladogram lebih rinci yang menunjukkan usulan penempatan Gavialis di dalam Gavialidae, termasuk anggota yang telah punah:[8]

Gavialidae

Gavialis gangeticus Gavial

Gavialis bengawanicus (punah)

Gavialis browni;(punah)

Gryposuchus colombianus (punah)

Ikanogavialis (punah)

Gryposuchus pachakamue (punah)

Piscogavialis (punah)

Harpacochampsa (punah)

Toyotamaphimeia (punah)

Penghusuchus (punah)

Gavialosuchus (punah)

Tomistoma lusitanicum (punah)

Tomistoma schlegelii Buaya sepit

Referensi

  1. 1 2 Martin, J. E. (2018). "The taxonomic content of the genus Gavialis from the Siwalik Hills of India and Pakistan" (PDF). Papers in Palaeontology (dalam bahasa Inggris). 5 (3): 483–497. doi:10.1002/spp2.1247.
  2. ↑ Lull, R. S. (1944). "Fossil gavials from north India". American Journal of Science. 242 (8): 417–430. doi:10.2475/ajs.242.8.417.
  3. ↑ Delfino, M.; De Vos, J. (2010). "A revision of the Dubois crocodylians, Gavialis bengawanicus and Crocodylus ossifragus, from the Pleistocene Homo erectus beds of Java". Journal of Vertebrate Paleontology. 30 (2): 427. doi:10.1080/02724631003617910. S2CID 86396515.
  4. ↑ Swinton, W. E. (1937). "The crocodile of Maransart (Dollosuchus dixoni [Owen])". Mémoires du Musée d'Histoire Naturelle de Belgique. 80: 1–44.
  5. ↑ Harshman, J.; Huddleston, C. J.; Bollback, J. P.; Parsons, T. J.; Braun, M. J. (2003). "True and false gharials: A nuclear gene phylogeny of crocodylia" (PDF). Systematic Biology. 52 (3): 386–402. doi:10.1080/10635150309323. PMID 12775527.
  6. ↑ Gatesy, J.; Amato, G. (2008). "The rapid accumulation of consistent molecular support for intergeneric crocodylian relationships". Molecular Phylogenetics and Evolution. 48 (3): 1232–1237. doi:10.1016/j.ympev.2008.02.009. PMID 18372192.
  7. ↑ Erickson, G. M.; Gignac, P. M.; Steppan, S. J.; Lappin, A. K.; Vliet, K. A.; Brueggen, J. A.; Inouye, B. D.; Kledzik, D. & Webb, G. J. W. (2012). "Insights into the ecology and evolutionary success of crocodilians revealed through bite-force and tooth-pressure experimentation". PLOS ONE. 7 (3): e31781. Bibcode:2012PLoSO...731781E. doi:10.1371/journal.pone.0031781. PMC 3303775. PMID 22431965.
  8. 1 2 Michael S. Y. Lee; Adam M. Yates (27 June 2018). "Tip-dating and homoplasy: reconciling the shallow molecular divergences of modern gharials with their long fossil". Proceedings of the Royal Society B. 285 (1881). doi:10.1098/rspb.2018.1071. PMC 6030529. PMID 30051855.
  9. ↑ Hekkala, E.; Gatesy, J.; Narechania, A.; Meredith, R.; Russello, M.; Aardema, M. L.; Jensen, E.; Montanari, S.; Brochu, C.; Norell, M.; Amato, G. (2021-04-27). "Paleogenomics illuminates the evolutionary history of the extinct Holocene "horned" crocodile of Madagascar, Voay robustus". Communications Biology (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 505. doi:10.1038/s42003-021-02017-0. ISSN 2399-3642. PMC 8079395. PMID 33907305.
  • l
  • b
  • s
Spesies Crocodilia yang masih hidup
  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Reptilia
  • (tanpa takson): Archosauria
  • Superordo: Crocodylomorpha
Famili Gavialidae
Gavialis
  • Gharial (G. gangeticus)
Tomistoma
  • Buaya sepit (T. schlegelii)
Famili Alligatoridae
Alligatorinae
(Aligator)
Alligator
  • Aligator amerika (A. mississippiensis)
  • Aligator tiongkok (A. sinensis)
Caimaninae
(Kaiman)
Caiman
  • Kaiman moncong-lebar (C. latirostris)
  • Kaiman berbintik (C. crocodilus)
  • Kaiman yacare (C. yacare)
Melanosuchus
  • Kaiman hitam (M. niger)
Paleosuchus
  • Kaiman kerdil cuvier (P. palpebrosus)
  • Kaiman muka-halus (P. trigonatus)
Famili Crocodylidae (Buaya)
Crocodylinae
Crocodylus
  • Buaya amerika (C. acutus)
  • Buaya irian hall (C. halli)
  • Buaya orinoko (C. intermedius)
  • Buaya air tawar (C. johnstoni)
  • Buaya filipina (C. mindorensis)
  • Buaya morelet (C. moreletii)
  • Buaya nil (C. niloticus)
  • Buaya irian (C. novaeguineae)
  • Buaya rawa (C. palustris)
  • Buaya muara (C. porosus)
  • Buaya kalimantan (C. raninus)
  • Buaya kuba (C. rhombifer)
  • Buaya siam (C. siamensis)
  • Buaya afrika barat (C. suchus)
Osteolaeminae
Mecistops
  • Buaya moncong-ramping afrika barat (Mecistops cataphractus)
  • Buaya moncong-ramping afrika tengah (Mecistops leptorhynchus)
Osteolaemus
  • Buaya kerdil (O. tetraspis)
  • Buaya kerdil osborn (O. osborni)
'
Pengidentifikasi takson
Gavialis
  • Wikidata: Q3506745
  • Wikispecies: Gavialis
  • ADW: Gavialis
  • CoL: CD9BV
  • EoL: 83811
  • EPPO: 1GAVLG
  • GBIF: 2441359
  • iNaturalist: 116641
  • IRMNG: 1027107
  • ITIS: 202217
  • NBN: NHMSYS0000375551
  • NCBI: 94834
  • Open Tree of Life: 881018
  • Paleobiology Database: 38415
  • Taxonomicon: 50651
  • WoRMS: 1041090
  • ZooBank: B1E06D50-C6D6-4DB7-A3CA-4C6B3A488A04
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Weling

Spesies ular berbisa

Kadal

kelompok parafiletik reptil skuamata, tidak lagi diakui sebagai subordo yang valid

Plasmodium

marga protozoa parasit

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026