Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Garis serspan hidrogen

Garis serspan hidrogen adalah garis spektral yang dihasilkan oleh transisi antara dua tingkat energi yang sangat dekat dalam keadaan dasar atom hidrogen. Transisi ini terjadi akibat perubahan relatif orientasi spin dari elektron dan proton dalam atom hidrogen.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Garis serspan hidrogen
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Spektrum hidrogen. (Diskusikan) Diusulkan sejak Juli 2025.
Garis serspan hidrogen
Transisi spin-flip pada atom hidrogen
Transisi spin-flip pada atom hidrogen
Panjang gelombang 21,106 cm (21 cm)
Frekuensi 1.420.405.751,77 Hz
Energi 5,9 × 10⁻⁶ eV
Jenis transisi Transisi hiperhalus (hyperfine) pada hidrogen netral
Simbol umum Garis 21 cm

Garis serspan hidrogen (juga disebut transisi hiperhalus hidrogen atau garis 21 cm) adalah garis spektral yang dihasilkan oleh transisi antara dua tingkat energi yang sangat dekat dalam keadaan dasar atom hidrogen. Transisi ini terjadi akibat perubahan relatif orientasi spin dari elektron dan proton dalam atom hidrogen.

Latar belakang fisika

Dalam keadaan dasar atom hidrogen, elektron dan proton masing-masing memiliki spin (momen sudut intrinsik). Ketika spin keduanya sejajar (keadaan lebih tinggi), energi total sedikit lebih tinggi dibanding ketika spin anti-sejajar (keadaan lebih rendah). Transisi dari keadaan spin sejajar ke anti-sejajar menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang ≈ 21,1 cm (frekuensi ≈ 1,42 GHz).[1]

Energi transisi ini sangat kecil (sekitar 5,9 μeV), namun karena atom hidrogen sangat melimpah di alam semesta, emisi pada panjang gelombang ini dapat terdeteksi secara luas.

Signifikansi astronomi

Garis serspan hidrogen sangat penting dalam radioastronomi, karena:

  • Mengungkap distribusi dan dinamika gas hidrogen netral (HI) dalam galaksi dan medium antargalaksi.
  • Digunakan untuk memetakan struktur Galaksi Bima Sakti dan galaksi lainnya.
  • Memungkinkan pengukuran rotasi galaksi dan mendukung bukti eksistensi materi gelap.

Deteksi garis ini membantu menyelidiki kondisi awal alam semesta, termasuk Epoch of Reionization dan struktur besar kosmos.[2]

Aplikasi

Garis ini digunakan oleh teleskop radio seperti:

  • Teleskop Arecibo (sebelum runtuh)
  • LOFAR (Low-Frequency Array)
  • Square Kilometre Array (SKA) yang sedang dikembangkan
  • GMRT (Giant Metrewave Radio Telescope)

Selain itu, garis 21 cm menjadi bagian penting dalam eksperimen kosmologi seperti EDGES (Experiment to Detect the Global EoR Signature).

Lihat pula

  • Spektrum hidrogen
  • Radioastronomi
  • Materi gelap
  • Epoch of Reionization
  • Astronomi gelombang mikro

Referensi

  1. ↑ Field, G. B. (1959). "The Spin Temperature of Intergalactic Hydrogen". Astrophysical Journal. 129: 536. doi:10.1086/146653.
  2. ↑ Pritchard, J. R.; Loeb, Avi (2012). "21-cm cosmology in the 21st century". Reports on Progress in Physics. 75 (8): 086901. doi:10.1088/0034-4885/75/8/086901.

Pranala luar

  • NRAO – Hydrogen Line Observing Guide
  • Sky & Telescope – The 21 cm Line
  • NASA – The Hydrogen Hyperfine Line
  • NRAO – The 21-cm HI Line

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang fisika
  2. Signifikansi astronomi
  3. Aplikasi
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026