Garis serspan hidrogen adalah garis spektral yang dihasilkan oleh transisi antara dua tingkat energi yang sangat dekat dalam keadaan dasar atom hidrogen. Transisi ini terjadi akibat perubahan relatif orientasi spin dari elektron dan proton dalam atom hidrogen.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Garis serspan hidrogen (juga disebut transisi hiperhalus hidrogen atau garis 21 cm) adalah garis spektral yang dihasilkan oleh transisi antara dua tingkat energi yang sangat dekat dalam keadaan dasar atom hidrogen. Transisi ini terjadi akibat perubahan relatif orientasi spin dari elektron dan proton dalam atom hidrogen.
Dalam keadaan dasar atom hidrogen, elektron dan proton masing-masing memiliki spin (momen sudut intrinsik). Ketika spin keduanya sejajar (keadaan lebih tinggi), energi total sedikit lebih tinggi dibanding ketika spin anti-sejajar (keadaan lebih rendah). Transisi dari keadaan spin sejajar ke anti-sejajar menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang ≈ 21,1 cm (frekuensi ≈ 1,42 GHz).[1]
Energi transisi ini sangat kecil (sekitar 5,9 μeV), namun karena atom hidrogen sangat melimpah di alam semesta, emisi pada panjang gelombang ini dapat terdeteksi secara luas.
Garis serspan hidrogen sangat penting dalam radioastronomi, karena:
Deteksi garis ini membantu menyelidiki kondisi awal alam semesta, termasuk Epoch of Reionization dan struktur besar kosmos.[2]
Garis ini digunakan oleh teleskop radio seperti:
Selain itu, garis 21 cm menjadi bagian penting dalam eksperimen kosmologi seperti EDGES (Experiment to Detect the Global EoR Signature).