Gao Chengyong adalah seorang pembunuh berantai dan pemerkosa asal Tiongkok. Ia memutilasi jasad-jasad korbannya, yang membuatnya dijuluki "Jack the Ripper dari Tiongkok" dalam oleh media Tiongkok. Ia dikatakan membunuh sebelas wanita antara 1988 dan 2002.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2022) |
| Gao Chengyong | |
|---|---|
| Latar belakang | |
| Nama lain | "Jack the Ripper dari Tiongkok" |
| Lahir | (1964-11-10)10 November 1964 Yuzhong County, Gansu, Tiongkok |
| Meninggal | 3 Januari 2019(2019-01-03) (umur 54) Baiyin, Gansu, Tiongkok |
| Dakwaan | Pembunuhan, Serangan seksual, Perampokan, Mutilasi |
| Vonis | Hukuman mati |
| Pembunuhan | |
| Jumlah korban | 11 |
| Waktu pembunuhan | 1988–2002 |
| Negara | China |
| Negara bagian | Baiyin, Gansu Baotou, Mongolia Dalam |
| Tanggal ditangkap | 26 Agustus 2016 |
Gao Chengyong (Hanzi: 高承勇; 10 November 1964 – 3 Januari 2019) adalah seorang pembunuh berantai dan pemerkosa asal Tiongkok. Ia memutilasi jasad-jasad korbannya, yang membuatnya dijuluki "Jack the Ripper dari Tiongkok" dalam oleh media Tiongkok. Ia dikatakan membunuh sebelas wanita antara 1988 dan 2002.[1]
Selama kurun waktu 14 tahun, Gao memperkosa, membunuh dan memutilasi 11 wanita: 9 di kota Baiyin, provinsi Gansu, dan 2 di Baotou, Inner Mongolia.[2] Semua korbannya adalah wanita-wanita yang berpakaian warna merah. Korban yang paling mudan berumur 8 tahun. Pembunuhan pertama diyakini terjadi di dalam toko kelontong yang ia jalankan bersama istrinya di kota Baiyin.[3] Ia biasanya melakukan kejahatannya pada siang hari dan mengikuti korbannya pulang, di mana dia akan melakukan serangan.[4]
Gao memperkosa para korbannya kadang-kadang ketika mereka masih hidup dan terkadang pula setelah mereka tewas ditikam. Ia mengeluarkan organ reproduksi beberapa korbannya setelah membunuh mereka[5] dan memotong tangan-tangan mereka serta payudara setidaknya dari salah satu orang korbannya.[6]
Untuk pertama kalinya polisi mengaitkan sebelas pembunuhan pada tahun 2004 dan menawarkan hadiah sebesar 200,000 yuan (sekitar Rp.407 juta).[7] Gao berhasil menghindari penangkapan sampai salah seorang kerabat dekatnya ditangkap karena pelanggaran minor. Selama dilakukan tes DNA secara rutin, hubungan kerabat dekat dengan sang pembunuh berantai mulai terdeteksi. Berdasarkan hasil tes DNA tersebut, Gao ditangkap di toko kelontong tempatnya bekerja di Baiyin pada 26 Agustus 2016.[1][8] Menurut Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, ia mengakui telah melakukan sebelas pembunuhan.[9] Gao divonis hukuman mati serta semua assetnya dilucuti pada 30 Maret 2018,[10] dan dieksekusi pada 3 Januari 2019.[11]
Gao menikah dan punya dua anak. Ia berasal dari kota Qingcheng, Yuzhong County, Lanzhou, Gansu.[4]