Gambang kayu adalah alat musik tradisional yang terdiri dari sebuah palung. Bahan dasar alat musik ini adalah kayu. Palung yang menjadi tempat kayu itu disusun disebut grobokan. Jumlah bilah kayu yang disusun melintang di atas grobokan ada 16 sampai 21 buah. Kayu yang digunakan sebagai bahan dasar adalah kayu jati. Namun, ada pula yang menggunakan kayu rawan, kayu naangka, kayu sembir atau slanking untuk bahan dasar. Bilah-bilah gambang ini disusun dengan alas jalinan rotan atau kain. Tujuannya supaya suara yang dihasilkan jernih. Selain kayu, bahan yang digunakan untuk membuat bilah-bilah susun adalah bambu. Menurut para pemain gamelan, gambang yang menghasilkan suara paling jernih adalah gambang yang terbuat dari kayu rawan. Akan tetapi, di Jawa jarang ditemui kayu rawan. Maka, untuk mendapatkan kayu rawan para perajin mendatangkannya dari Kalimantan. Kayu rawan disebut juga kayu merawan. Kayu ini dikenal awet dan tidak mudah lapuk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Gambang kayu adalah alat musik tradisional yang terdiri dari sebuah palung.[1] Bahan dasar alat musik ini adalah kayu.[1] Palung yang menjadi tempat kayu itu disusun disebut grobokan.[1] Jumlah bilah kayu yang disusun melintang di atas grobokan ada 16 sampai 21 buah.[1] Kayu yang digunakan sebagai bahan dasar adalah kayu jati.[1] Namun, ada pula yang menggunakan kayu rawan, kayu naangka, kayu sembir atau slanking untuk bahan dasar.[1] Bilah-bilah gambang ini disusun dengan alas jalinan rotan atau kain.[1] Tujuannya supaya suara yang dihasilkan jernih. Selain kayu, bahan yang digunakan untuk membuat bilah-bilah susun adalah bambu.[1] Menurut para pemain gamelan, gambang yang menghasilkan suara paling jernih adalah gambang yang terbuat dari kayu rawan.[1] Akan tetapi, di Jawa jarang ditemui kayu rawan.[1] Maka, untuk mendapatkan kayu rawan para perajin mendatangkannya dari Kalimantan.[1] Kayu rawan disebut juga kayu merawan.[2] Kayu ini dikenal awet dan tidak mudah lapuk.[2]