Gérard Xavier Marcel Depardieu adalah seorang aktor berkebangsaan Prancis. Ia diakui sebagai salah satu ikon Sinema Prancis sama seperti Jean Gabin dan Alain Delon, ia telah membintangi lebih dari 200 film sejak 1967, dan kebanyakan sebagai aktor utama. Depardieu telah bekerja sama dengan lebih dari 150 sutradara film termasuk François Truffaut, Bertrand Blier, Maurice Pialat, Alain Resnais, Claude Chabrol, Ridley Scott, Peter Weir, Jean-Luc Godard, serta Bernardo Bertolucci. Ia juga merupakan aktor kedua dengan pendapatan tertinggi di Prancis sepanjang sejarah dibelakang Louis de Funès. Di antara film-filmnya, sekitar 60 telah terjual lebih dari satu juta tiket di Prancis. Ia telah memerankan banyak tokoh sejarah dan fiktif seperti Cyrano de Bergerac, Georges Jacques Danton, Kristofer Kolumbus, Honoré de Balzac, Alexandre Dumas, Auguste Rodin, Jean Valjean, Edmond Dantès, Porthos, Jules Maigret, Joseph Stalin, Grigori Rasputin, dan Obelix. Depardieu juga seorang produser film, dan pengusaha anggur. Ia sesekali menyutradarai film dan tampil sebagai penyanyi. Karyanya meliputi banyak produksi televisi, beberapa rekaman dan, pada tahun 2025, 19 drama panggung dan 9 buku.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gérard Xavier Marcel Depardieu (UK /ˈdɛpɑːrdjɜː, ˌdɛpɑːrˈdjɜː/,[1][2] US /ˌdeɪ-, -ˈdjʌ, -ˈd(j)uː/,[1][3][4] Prancis: [ʒeʁaʁ ɡzavje maʁsɛl dəpaʁdjø] ⓘ; lahir 27 Desember 1948) adalah seorang aktor berkebangsaan Prancis. Ia diakui sebagai salah satu ikon Sinema Prancis sama seperti Jean Gabin dan Alain Delon, ia telah membintangi lebih dari 200 film sejak 1967, dan kebanyakan sebagai aktor utama.[5] Depardieu telah bekerja sama dengan lebih dari 150 sutradara film termasuk François Truffaut,[6] Bertrand Blier,[7] Maurice Pialat,[8] Alain Resnais,[9] Claude Chabrol,[10] Ridley Scott,[11] Peter Weir,[12] Jean-Luc Godard,[13] serta Bernardo Bertolucci.[14] Ia juga merupakan aktor kedua dengan pendapatan tertinggi di Prancis sepanjang sejarah dibelakang Louis de Funès.[15][16][17] Di antara film-filmnya, sekitar 60 telah terjual lebih dari satu juta tiket di Prancis. Ia telah memerankan banyak tokoh sejarah dan fiktif seperti Cyrano de Bergerac, Georges Jacques Danton, Kristofer Kolumbus, Honoré de Balzac, Alexandre Dumas, Auguste Rodin, Jean Valjean, Edmond Dantès, Porthos, Jules Maigret, Joseph Stalin, Grigori Rasputin, dan Obelix.[18] Depardieu juga seorang produser film, dan pengusaha anggur. Ia sesekali menyutradarai film dan tampil sebagai penyanyi. Karyanya meliputi banyak produksi televisi, beberapa rekaman dan, pada tahun 2025, 19 drama panggung dan 9 buku.[19][20][21]
Tumbuh besar dalam kemiskinan di Châteauroux, Prancis tengah, Depardieu menjalani masa muda yang sulit sebelum menetap di Paris dan menjadi seorang aktor. Pada tahun 1974, ia mendapatkan peran dalam film Going Places, dan langsung menjadi bintang. Depardieu dengan cepat memantapkan dirinya sebagai aktor terkemuka di perfilman Eropa dan membuktikan dirinya sebagai pemain serbaguna dengan tampil dalam berbagai produksi, termasuk drama, komedi, kriminal, dan film avant-garde. Ia telah menerima pujian atas penampilannya pada The Last Metro (1980), berhasil memenangkan Aktor Terbaik. Pada tahun 1985 ia memenangkan Piala Volpi pada film Police (1985). Pada film Jean de Florette (1986), serta Cyrano de Bergerac (1990), ia memenangkan penghargaan Aktor Terbaik pada ajang Festival Film Cannes serta nominasi Academy Award. Ia memulai karir di Hollywood pada film Green Card (1990), yang memenangkan Golden Globe Award, dan muncul dalam beberapa film berbahasa Inggris beranggaran besar, termasuk 1492: Conquest of Paradise (1992), The Man in the Iron Mask (1998), serta Life of Pi (2012).
Depardieu mendapatkan medali Légion d'honneur dan Ordre national du Mérite. Ia menerima kewarganegaraan Rusia pada Januari 2013 (nama resmi dalam bahasa Rusia: Жерар Ксавие Депардьёcode: ru is deprecated , translit. Zherar Ksavie Depardyo), dan menjadi duta budaya Montenegro pada bulan yang sama. Pada awal tahun 2010-an, pengasingan pajaknya di Rusia dan dukungannya terhadap Vladimir Putin menimbulkan kontroversi di Prancis.
Depardieu dituduh melakukan pelecehan seksual sejak tahun 1990-an, meskipun hal ini tidak berkembang menjadi pengaduan formal hingga akhir tahun 2010-an.[22] Pada Desember 2020, otoritas Prancis mendakwanya dengan tuduhan pemerkosaan. Depardieu membantah melakukan kesalahan apa pun, tetapi sejumlah kontroversi sejak tahun 2020, tidak terbatas pada tuduhan pemerkosaan, merusak popularitasnya di Prancis dan luar negeri, yang mengakibatkan gelar Orde Nasional Quebec-nya dicabut pada tahun 2023. Pada Mei 2025, ia dinyatakan bersalah atas serangan seksual terhadap dua wanita dalam kasus terpisah. Ia telah mengajukan banding terhadap hukumannya