Fyodor Mikhailovich Dostoevsky adalah seorang filsuf, novelis, penulis cerita pendek, esais, dan jurnalis Rusia. Ia dianggap sebagai salah satu novelis terbesar baik dalam Rusia maupun sastra dunia, dan banyak dari karyanya dianggap sebagai mahakarya yang sangat berpengaruh. Karya-karya sastra Dostoevsky mengeksplorasi kondisi manusia dalam suasana politik, sosial, dan spiritual yang bermasalah pada abad ke-19 di Rusia, serta melibatkan berbagai tema filosofis dan keagamaan. Novel-novelnya yang paling diakui meliputi Kejahatan dan Hukuman (1866), Sang Idiot (1869), Pemuja Setan (1872), Sang Remaja (1875), dan Karamazov Bersaudara (1880). Karyanya Catatan dari Bawah Tanah, sebuah novela yang diterbitkan pada tahun 1864, dianggap sebagai salah satu karya pertama dari sastra eksistensialis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Fyodor Mikhailovich Dostoevsky | |
|---|---|
Potret oleh Vasily Perov, ca 1872 | |
| Nama asli | Ѳедоръ Михайловичъ Достоевскійcode: ru is deprecated |
| Lahir | (1821-11-11)11 November 1821 Moskwa, Rusia |
| Meninggal | 9 Februari 1881(1881-02-09) (umur 59) Sankt-Peterburg, Rusia |
| Pemakaman | Pemakaman Tikhvin |
| Pekerjaan |
|
| Pendidikan | Institut Teknik Militer Nikolayev |
| Periode | Modern (abad ke-19) |
| Genres | |
| Subjeks | Daftar |
| Gerakan | Realisme, naturalisme |
| Tahun aktif | 1844–1880 |
| Karya terkenal |
|
| Pasangan | Maria Dmitriyevna Isaeva
(m. invalid year; meninggal 1864) |
| Anak | 4, termasuk Lyubov Dostoevskaya |
| Tanda tangan | |
Fyodor Mikhailovich Dostoevsky[a][b] (11 November [K.J.: 30 Oktober] 1821 – 9 Februari [K.J.: 28 Januari] 1881)[3] adalah seorang filsuf, novelis, penulis cerita pendek, esais, dan jurnalis Rusia. Ia dianggap sebagai salah satu novelis terbesar baik dalam Rusia maupun sastra dunia,[3] dan banyak dari karyanya dianggap sebagai mahakarya yang sangat berpengaruh.[4][5] Karya-karya sastra Dostoevsky mengeksplorasi kondisi manusia dalam suasana politik, sosial, dan spiritual yang bermasalah pada abad ke-19 di Rusia, serta melibatkan berbagai tema filosofis dan keagamaan. Novel-novelnya yang paling diakui meliputi Kejahatan dan Hukuman (1866), Sang Idiot (1869), Pemuja Setan (1872), Sang Remaja (1875), dan Karamazov Bersaudara (1880). Karyanya Catatan dari Bawah Tanah, sebuah novela yang diterbitkan pada tahun 1864, dianggap sebagai salah satu karya pertama dari sastra eksistensialis.[6]
Lahir di Moskwa pada tahun 1821, Dostoevsky diperkenalkan pada sastra sejak usia dini melalui dongeng dan legenda, serta melalui buku-buku karya penulis Rusia maupun asing. Ibunya meninggal pada tahun 1837, dan pada sekitar waktu yang sama, ia meninggalkan sekolah untuk masuk ke Institut Teknik Militer Nikolayev (kemudian berganti nama menjadi Universitas Teknik-Teknik Militer). Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur dan sempat menikmati gaya hidup mewah, serta menerjemahkan buku untuk mendapatkan uang tambahan. Pada pertengahan 1840-an, ia menulis novel pertamanya, Orang-Orang Malang, yang membawanya masuk ke dalam lingkaran sastra Sankt-Peterburg. Namun, ia ditangkap pada tahun 1849 karena tergabung dalam sebuah kelompok sastra, Lingkaran Petrashevsky, yang mendiskusikan buku-buku terlarang yang mengkritik Rusia Tsar. Dostoevsky dijatuhi hukuman mati, tetapi hukuman tersebut diringankan pada saat-saat terakhir. Ia menghabiskan empat tahun di sebuah kamp kerja paksa di Siberia, yang menginspirasinya untuk menulis Rumah Kematian (1860–1862). Selain kamp kerja paksa, ia juga harus menjalani enam tahun wajib militer di pengasingan. Pada tahun-tahun berikutnya, Dostoevsky bekerja sebagai jurnalis, menerbitkan dan menyunting beberapa majalahnya sendiri, dan kemudian Buku Harian Seorang Penulis, sebuah koleksi dari tulisan-tulisannya. Ia mulai bepergian keliling Eropa Barat dan mengembangkan kecanduan judi, yang menyebabkan kesulitan keuangan. Untuk sementara waktu, ia terpaksa mengemis uang, tetapi pada akhirnya ia menjadi salah satu penulis Rusia yang paling banyak dibaca dan sangat dihormati.
Kumpulan karya Dostoevsky terdiri dari tiga belas novel, tiga novela, tujuh belas cerita pendek, dan banyak karya lainnya. Tulisan-tulisannya dibaca secara luas baik di dalam maupun di luar Rusia sebagai negara asalnya, memengaruhi sejumlah besar penulis di kemudian hari, termasuk penulis Rusia seperti Aleksandr Solzhenitsyn dan Anton Chekhov, para filsuf seperti Albert Camus dan Jean-Paul Sartre, serta memicu kemunculan Eksistensialisme dan Freudianisme. Friedrich Nietzsche menyebutnya "satu-satunya psikolog yang darinya saya belajar sesuatu" dalam Senjakala Para Berhala, salah satu karya terakhirnya sebelum mengalami gangguan mental. [3][Verifikasi gagal] Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 170 bahasa, dan menjadi inspirasi bagi banyak film.
Nenek moyang Dostoevsky dari pihak ayah merupakan bagian dari keluarga bangsawan Rusia penganut Kristen Ortodoks Rusia. Keluarga tersebut menelusuri asal-usulnya dari Aslan Chelebi-Мurza, seorang panglima perang Tatar yang membelot dari Gerombolan Emas dan bergabung dengan pihak Rusia pada tahun 1389, yang pada akhirnya berpindah agama dari Islam ke Kristen.[7] Beberapa abad kemudian, leluhur Dostoyevsky yang lain, Danilo Irtishch, dianugerahi tanah di wilayah Pinsk (selama berabad-abad menjadi bagian dari Persemakmuran Polandia-Lituania, kini di Belarus) pada tahun 1509 atas pengabdiannya di bawah pangeran setempat. Keturunannya kemudian mengambil nama "Dostoevsky" berdasarkan nama sebuah desa di sana yang disebut Dostojewo (berasal dari bahasa Polandia Kuno dostojnik – pejabat tinggi).[8]
Nenek moyang langsung Dostoevsky dari pihak ibu adalah pedagang; sementara garis keturunan laki-laki dari pihak ayahnya adalah pendeta.[9][10]
Pada tahun 1809, Mikhail Dostoevsky yang berusia 20 tahun mendaftar di Akademi Medis-Bedah Kekaisaran Moskwa. Dari sana, ia ditugaskan ke sebuah rumah sakit di Moskwa, tempat ia bertugas sebagai dokter militer, dan pada tahun 1818 ia diangkat menjadi dokter senior. Pada tahun 1819, ia menikahi Maria Nechayeva. Pada tahun berikutnya, ia mengambil posisi di Rumah Sakit Mariinsky untuk orang miskin. Pada tahun 1828, ketika kedua putranya, Mikhail dan Fyodor, masing-masing berusia delapan dan tujuh tahun, ia dipromosikan menjadi penilai kolegial (collegiate assessor), sebuah posisi yang meningkatkan status hukumnya menjadi bangsawan dan memungkinkannya untuk memperoleh sebuah perkebunan kecil di Darovoye, sebuah kota yang berjarak sekitar 150 km (100 mil) dari Moskwa, tempat keluarga tersebut biasanya menghabiskan musim panas.[11] Orang tua Dostoevsky kemudian memiliki tujuh anak lagi: Varvara (1822–1893) – Menikah dengan seorang pegawai negeri dan menjalani kehidupan yang tenang, Andrei (1825–1897) – Penulis memoar yang menulis tentang sejarah keluarga, Lyubov (lahir dan meninggal 1829), Vera (1829–1896) – Menikah dengan seorang dokter dan menjaga ikatan keluarga, Nikolai (1831–1883) – Berjuang melawan alkoholisme dan memiliki kehidupan yang bermasalah, Aleksandra (1835–1889) – Menikah dengan seorang perwira militer dan hidup tertutup, serta Yelizaveta (lahir dan meninggal 1837).[12][9][10]
Fyodor Dostoevsky, lahir pada 11 November [K.J.: 30 Oktober] 1821 di Moskwa, adalah anak kedua dari Dr. Mikhail Dostoevsky dan Maria Dostoevskaya (née Nechayeva). Ia dibesarkan di rumah keluarga yang berada di lingkungan Rumah Sakit Mariinsky untuk Orang Miskin, yang terletak di distrik kelas bawah di pinggiran Moskwa.[13] Dostoevsky sering menjumpai para pasien, yang berada di ujung bawah skala sosial Rusia, ketika ia sedang bermain di taman rumah sakit.[14]
Dostoevsky diperkenalkan pada sastra sejak usia dini. Sejak usia tiga tahun, ia dibacakan saga kepahlawanan, dongeng, dan legenda oleh pengasuhnya, Alena Frolovna, sosok yang sangat berpengaruh dalam pengasuhannya dan kecintaannya pada cerita fiksi.[15] Ketika ia berusia empat tahun, ibunya menggunakan Alkitab untuk mengajarinya membaca dan menulis. Orang tuanya memperkenalkan kepadanya berbagai macam karya sastra, termasuk penulis-penulis Rusia seperti Nikolai Karamzin, Alexander Pushkin, dan Gavrila Derzhavin; fiksi Gotik seperti karya-karya dari novelis Inggris Ann Radcliffe; karya-karya romantis oleh Friedrich Schiller dan Johann Wolfgang von Goethe; kisah-kisah kepahlawanan oleh Miguel de Cervantes dan Walter Scott; serta epik karya Homerus, Iliad dan Odyssey.[16][17] Dostoevsky sangat dipengaruhi oleh karya Nikolai Gogol.[18] Meskipun pendekatan pendidikan ayahnya digambarkan sebagai sesuatu yang ketat dan keras,[19] Dostoevsky sendiri melaporkan bahwa imajinasinya dihidupkan oleh bacaan malam dari orang tuanya.[14]
Beberapa pengalaman masa kecilnya menemukan jalan masuk ke dalam tulisan-tulisannya. Ketika seorang gadis berusia sembilan tahun diperkosa oleh seorang pemabuk, ia diminta untuk memanggil ayahnya guna merawat gadis itu. Insiden tersebut terus menghantuinya, dan tema hasrat pria dewasa terhadap gadis muda muncul dalam Pemuja Setan, Karamazov Bersaudara, Kejahatan dan Hukuman, dan tulisan-tulisan lainnya.[20] Sebuah insiden yang melibatkan seorang pelayan keluarga, atau hamba sahaya, di perkebunan Darovoye, dideskripsikan dalam "Petani Marey": ketika Dostoevsky muda membayangkan mendengar suara serigala di hutan, Marey, yang sedang bekerja di dekat sana, menghiburnya.[21]
Kenangan lain yang dirujuk Dostoyevsky dalam prosanya adalah perjalanan musim panas ke perkebunan ayahnya di Distrik Kashirsky dari Kegubernuran Tula, yang dibeli antara tahun 1831 dan 1833.[22]
Meskipun Dostoevsky memiliki kondisi fisik yang lemah, orang tuanya menggambarkannya sebagai anak yang pemarah, keras kepala, dan nakal.[23] Pada tahun 1833, ayah Dostoevsky, yang sangat religius, mengirimnya ke sekolah asrama Prancis dan kemudian ke sekolah asrama Chermak. Ia digambarkan sebagai pemimpi yang pucat dan introver, serta seorang romantis yang terlalu mudah bersemangat.[24] Untuk membiayai sekolahnya, ayahnya meminjam uang dan memperluas praktik medis pribadinya. Dostoevsky merasa canggung di antara teman-teman sekelasnya yang aristokrat di sekolah Moskwa tersebut, dan pengalaman ini kemudian tercermin dalam beberapa karyanya, terutama Sang Remaja.[25][17]
Pada 27 Februari 1837, ibu Dostoevsky meninggal dunia akibat tuberkulosis. Pada bulan Mei sebelumnya, orang tua Dostoevsky mengirimnya dan kakak laki-lakinya Mikhail (dua anak tertua Dostoevsky) ke Sankt-Peterburg untuk menempuh pendidikan di Institut Teknik Militer Nikolayev (kemudian berganti nama menjadi Universitas Teknik-Teknik Militer), yang memaksa kedua bersaudara tersebut untuk meninggalkan studi akademik mereka demi karier militer. Dostoevsky masuk ke akademi tersebut pada bulan Januari 1838, tetapi hanya dengan bantuan anggota keluarganya. Mikhail ditolak masuk karena alasan kesehatan dan dikirim ke sebuah akademi di Reval (sekarang Tallinn, Estonia).[26][27]
Dostoevsky tidak menyukai akademi tersebut, terutama karena ia kurang tertarik pada sains, matematika, dan teknik militer, serta lebih menyukai menggambar dan arsitektur. Seperti yang pernah dikatakan oleh temannya, Konstantin Trutovsky, "Tidak ada siswa di seluruh institusi itu yang memiliki perawakan militer yang lebih buruk daripada F.M. Dostoevsky. Ia bergerak dengan kikuk dan kaku; seragamnya tampak kedodoran pada tubuhnya; dan ransel, shako, serta senapannya tampak seperti semacam belenggu yang terpaksa ia kenakan untuk sementara waktu dan membebani dirinya."[28] Karakter dan minat Dostoevsky menjadikannya orang luar di antara 120 teman sekelasnya: ia menunjukkan keberanian dan rasa keadilan yang kuat, melindungi para pendatang baru, memihak para guru, mengkritik korupsi di kalangan perwira, dan membantu petani miskin. Meskipun ia penyendiri dan hidup dalam dunia sastranya sendiri, ia dihormati oleh teman-teman sekelasnya. Sifatnya yang tertutup dan minatnya pada agama membuatnya mendapat julukan "Biksu Photius".[29][30]
Tanda-tanda epilepsi Dostoevsky mungkin pertama kali muncul pada usia 17 tahun saat mengetahui kematian ayahnya pada 16 Juni 1839,[31] meskipun laporan tentang kejang tersebut berasal dari catatan yang ditulis oleh putrinya (yang kemudian dikembangkan oleh Sigmund Freud[32]) yang kini dianggap tidak dapat diandalkan. Penyebab resmi kematian ayahnya adalah strok apopleksi, tetapi seorang tetangga, Pavel Khotiaintsev, menuduh para hamba sahaya ayahnya melakukan pembunuhan. Seandainya para hamba sahaya tersebut dinyatakan bersalah dan dikirim ke Siberia, Khotiaintsev akan berada dalam posisi untuk membeli tanah yang ditinggalkan itu. Para hamba sahaya tersebut dibebaskan dalam sebuah persidangan di Tula, tetapi saudara laki-laki Dostoevsky, Mikhail, terus mempertahankan cerita tersebut.[33] Setelah kematian ayahnya, Dostoevsky melanjutkan studinya, lulus ujian, dan memperoleh pangkat kadet insinyur, yang memberinya hak untuk tinggal di luar asrama akademi. Ia mengunjungi Mikhail di Reval (Tallinn) dan sering menghadiri konser, opera, drama pertunjukan, dan balet. Pada masa ini, dua orang temannya memperkenalkannya pada perjudian.[34][30]
Pada 12 Agustus 1843, Dostoevsky mengambil pekerjaan sebagai letnan insinyur dan tinggal bersama Adolph Totleben di sebuah apartemen milik Dr. Rizenkampf, seorang teman Mikhail. Rizenkampf menggambarkannya sebagai sosok yang "tidak kalah baik hati dan sopannya dari saudara laki-lakinya, tetapi ketika suasana hatinya sedang buruk, ia sering memandang segala hal melalui kacamata hitam, menjadi jengkel, melupakan tata krama yang baik, dan terkadang terbawa emosi hingga ke titik kasar dan kehilangan kesadaran diri".[35] Karya sastra Dostoevsky yang pertama kali diselesaikannya, sebuah terjemahan dari novel Eugénie Grandet karya Honoré de Balzac, diterbitkan pada bulan Juni dan Juli 1843 dalam volume ke-6 dan ke-7 jurnal Repertoire and Pantheon,[36][37] yang kemudian diikuti oleh beberapa terjemahan lainnya. Tidak ada satupun yang sukses, dan kesulitan keuangannya mendorongnya untuk menulis sebuah novel.[38][30]

Dostoevsky menyelesaikan novel pertamanya, Orang-Orang Malang, pada bulan Mei 1845. Temannya, Dmitry Grigorovich, yang tinggal satu apartemen dengannya pada saat itu, membawa manuskrip tersebut kepada penyair Nikolay Nekrasov, yang kemudian menunjukkannya kepada kritikus sastra berpengaruh, Vissarion Belinsky. Belinsky mendeskripsikannya sebagai "novel sosial" pertama di Rusia.[39] Orang-Orang Malang dirilis pada tanggal 15 Januari 1846 dalam almanak Koleksi Sankt-Peterburg dan meraih kesuksesan komersial.[40][41]
Dostoevsky merasa bahwa karier militernya akan membahayakan karier sastranya yang kini sedang berkembang, sehingga ia menulis surat pengunduran diri dari jabatannya. Tidak lama setelah itu, ia menulis novel keduanya, Sang Ganda, yang muncul di jurnal Catatan Tanah Air pada 30 Januari 1846, sebelum diterbitkan pada bulan Februari. Pada sekitar waktu yang sama, Dostoevsky menemukan sosialisme melalui tulisan-tulisan dari para pemikir Prancis seperti Charles Fourier, Étienne Cabet, Pierre-Joseph Proudhon, dan Henri de Saint-Simon. Melalui hubungannya dengan Belinsky, ia memperluas pengetahuannya tentang filsafat sosialisme. Namun, iman Ortodoks Rusia dan kepekaan religiusnya tidak selaras dengan campuran gagasan Belinsky mengenai ateisme, utilitarianisme, dan materialisme ilmiah, yang mengarah pada gesekan yang semakin meningkat di antara keduanya. Dostoevsky pada akhirnya berpisah dengan Belinsky dan rekan-rekannya.[42][43]
Setelah Sang Ganda menerima ulasan negatif (termasuk ulasan yang sangat tajam dari Belinsky), kesehatan Dostoevsky menurun dan kejangnya menjadi lebih sering, tetapi ia terus menulis. Dari tahun 1846 hingga 1848, ia menerbitkan beberapa cerita pendek di majalah Catatan Tanah Air, termasuk "Tuan Prokharchin", "Nyonya Tanah", "Hati yang Lemah", dan "Malam-Malam Putih". Penerimaan negatif terhadap cerita-cerita tersebut, dikombinasikan dengan masalah kesehatannya dan serangan dari Belinsky, menyebabkan penderitaan dan kesulitan keuangan baginya, tetapi hal ini sangat tertolong ketika ia bergabung dengan lingkaran Beketov penganut sosialis utopis, sebuah komunitas erat yang membantunya bertahan hidup. Ketika lingkaran tersebut bubar, Dostoevsky berteman dengan Apollon Maykov dan saudaranya, Valerian. Pada tahun 1846, atas rekomendasi penyair Aleksey Pleshcheyev,[44] ia bergabung dengan Lingkaran Petrashevsky, yang didirikan oleh Mikhail Petrashevsky, yang telah mengusulkan reformasi sosial di Rusia. Mikhail Bakunin pernah menulis kepada Alexander Herzen bahwa kelompok tersebut adalah "perkumpulan yang paling polos dan tidak berbahaya" dan para anggotanya adalah "penentang sistematis terhadap semua tujuan dan cara revolusioner".[45] Dostoevsky menggunakan perpustakaan lingkaran tersebut pada hari Sabtu dan Minggu, serta sesekali berpartisipasi dalam diskusi mereka mengenai kebebasan dari penyensoran dan penghapusan perhambaan.[46][47] Namun, deskripsi Bakunin tidak berlaku bagi aristokrat Nikolay Speshnev, yang bergabung dengan lingkaran tersebut pada tahun 1848 dan mulai membentuk sebuah masyarakat revolusioner rahasia dari antara para anggotanya. Dostoevsky sendiri menjadi anggota dari masyarakat tersebut, menyadari tujuannya, dan berpartisipasi aktif, meskipun ia menyimpan keraguan yang signifikan mengenai tindakan dan niat mereka.[48]
Pada tahun 1849, bagian-bagian pertama dari Netochka Nezvanova, sebuah novel yang telah direncanakan Dostoevsky sejak tahun 1846, diterbitkan di Catatan Tanah Air, tetapi pengasingannya mengakhiri proyek tersebut dan hanya menyisakan bagian yang seharusnya menjadi prolog dari novel itu. Dostoevsky tidak pernah mencoba untuk menyelesaikannya dan hanya meninggalkan sebuah sketsa novel di baliknya.[49]

Para anggota Lingkaran Petrashevsky dilaporkan kepada seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri, Ivan Liprandi. Dostoevsky dituduh membaca karya-karya Belinsky, termasuk Surat untuk Gogol yang dilarang,[50] serta mengedarkan salinan dari karya ini dan karya-karya lainnya. Antonelli, agen pemerintah yang melaporkan kelompok tersebut, menulis dalam pernyataannya bahwa setidaknya salah satu dari makalah tersebut mengkritik politik dan agama Rusia. Dostoevsky menanggapi tuduhan ini dengan menyatakan bahwa ia telah membaca esai-esai tersebut hanya "sebagai monumen sastra, tidak lebih dan tidak kurang"; ia berbicara tentang "kepribadian dan egoisme manusia" alih-alih tentang politik. Meskipun demikian, ia dan rekan-rekan "konspiratornya" ditangkap pada 23 April 1849 atas permintaan Count Alexey Fyodorovich Orlov dan Tsar Nikolai I, yang khawatir akan terjadinya revolusi seperti Pemberontakan Dekabris pada tahun 1825 di Rusia dan Revolusi 1848 di Eropa. Para anggota ditahan di Benteng Petrus dan Paulus yang dijaga ketat, tempat menampung para narapidana paling berbahaya.[51][52][53]
Kasus ini dibahas selama empat bulan oleh komisi investigasi yang dipimpin oleh Tsar, bersama Ajudan Jenderal Ivan Nabokov, senator Pangeran Pavel Gagarin, Pangeran Vasili Dolgorukov, Jenderal Yakov Rostovtsev, dan Jenderal Leonty Dubelt, kepala polisi rahasia. Mereka menjatuhkan hukuman mati kepada para anggota lingkaran tersebut oleh regu tembak, dan para tahanan dibawa ke Lapangan Semyonov di Sankt-Peterburg pada 23 Desember 1849. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari tiga orang dan kelompok pertama dibawa ke depan regu tembak. Dostoevsky berada di urutan ketiga di baris kedua; di sebelahnya berdiri Pleshcheyev dan Durov. Eksekusi ditunda ketika sebuah kereta kuda mengantarkan surat dari tsar yang meringankan hukuman tersebut. Dostoevsky kemudian menggambarkan pengalaman tentang apa yang ia yakini sebagai saat-saat terakhir dalam hidupnya dalam novelnya, Sang Idiot; karakter utamanya, Pangeran Myshkin, menceritakan kisah seorang pemuda yang dijatuhi hukuman mati oleh regu tembak namun diampuni pada saat-saat terakhir. Pangeran Myshkin menggambarkan pengalaman tersebut dari sudut pandang korban, dan mempertimbangkan implikasi filosofis serta spiritualnya.
Dostoevsky menjalani empat tahun pengasingan dengan kerja paksa di sebuah kamp penjara katorga di Omsk, Siberia, yang diikuti dengan masa wajib militer. Setelah menempuh perjalanan kereta salju selama empat belas hari, para tahanan mencapai Tobolsk, sebuah stasiun persinggahan tahanan. Terlepas dari keadaan tersebut, Dostoevsky menghibur para tahanan lainnya, seperti anggota Petrashevsky Ivan Yastrzhembsky, yang terkejut oleh kebaikan Dostoevsky dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Di Tobolsk, mereka menerima makanan dan pakaian dari para wanita kelompok Dekabris, serta beberapa salinan Perjanjian Baru dengan uang kertas sepuluh rubel di dalam setiap salinannya. Sebelas hari kemudian, Dostoevsky tiba di Omsk[52][54] bersama dengan hanya satu anggota Lingkaran Petrashevsky lainnya, penulis Sergei Durov.[55] Dostoevsky menggambarkan baraknya:
Di musim panas, kesesakan yang tak tertahankan; di musim dingin, rasa dingin yang tak tertahankan. Semua lantainya lapuk. Kotoran di lantai setebal satu inci; orang bisa terpeleset dan jatuh ... Kami berdesakan seperti ikan haring di dalam tong ... Tidak ada ruang untuk berbalik. Dari senja hingga fajar, mustahil untuk tidak bertingkah seperti babi ... Kutu, tuma, dan kumbang hitam dalam jumlah besar ...[56]Templat:Missing long citation
Diklasifikasikan sebagai "salah satu narapidana paling berbahaya", Dostoevsky tangan dan kakinya dibelenggu hingga ia dibebaskan. Ia hanya diizinkan untuk membaca salinan Perjanjian Barunya. Selain kejang-kejangnya, ia menderita wasir, kehilangan berat badan, dan "terbakar oleh demam, gemetar, serta merasa terlalu panas atau terlalu dingin setiap malam". Bau dari jamban menyebar ke seluruh bangunan, dan kamar mandi kecil itu harus mencukupi untuk lebih dari 200 orang. Dostoevsky sesekali dikirim ke rumah sakit militer, tempat ia membaca surat kabar dan novel-novel Dickens. Ia dihormati oleh sebagian besar tahanan lainnya, tetapi dipandang rendah oleh beberapa tahanan politik Polandia karena nasionalisme Rusia dan sentimen anti-Polandianya.[57][58]

Setelah dibebaskan pada 14 Februari 1854, Dostoevsky meminta Mikhail untuk membantunya secara finansial dan mengiriminya buku-buku karya Giambattista Vico, François Guizot, Leopold von Ranke, Georg Wilhelm Friedrich Hegel dan Immanuel Kant.[60] Rumah Kematian, yang didasarkan pada pengalamannya di penjara, diterbitkan pada tahun 1861 dalam jurnal Vremya ("Waktu") – ini adalah novel pertama yang diterbitkan tentang penjara Rusia.[61] Sebelum pindah pada pertengahan Maret ke Semipalatinsk, tempat ia dipaksa bertugas di Korps Angkatan Darat Siberia dari Batalion Garis Ketujuh, Dostoevsky bertemu dengan ahli geografi Pyotr Semyonov dan ahli etnografi Shoqan Walikhanov. Sekitar November 1854, ia bertemu Baron Alexander Egorovich Wrangel, seorang pengagum buku-bukunya, yang pernah menghadiri eksekusinya yang dibatalkan. Keduanya menyewa rumah di Taman Cossack di luar Semipalatinsk. Wrangel mengamati bahwa Dostoevsky "tampak murung. Wajahnya yang sakit-sakitan dan pucat ditutupi bintik-bintik, dan rambut pirangnya dipotong pendek. Tingginya sedikit di atas rata-rata dan ia menatapku tajam dengan mata biru abu-abunya yang tajam. Seolah-olah ia mencoba melihat ke dalam jiwaku dan menemukan pria seperti apa aku ini."[62][63][64]
Di Semipalatinsk, Dostoevsky menjadi guru privat bagi beberapa anak sekolah dan berhubungan dengan keluarga-keluarga kelas atas, termasuk keluarga Letnan Kolonel Belikhov, yang biasa mengundangnya untuk membaca bagian-bagian dari surat kabar dan majalah. Selama kunjungannya ke Belikhov, Dostoevsky bertemu Maria Dmitrievna Isaeva dan jatuh cinta padanya; Isaeva dan putranya kemudian pindah bersama Dostoevsky ke Barnaul. Pada tahun 1856, Dostoevsky mengirim surat melalui Wrangel kepada Jenderal Eduard Totleben, meminta maaf atas aktivitasnya di beberapa lingkaran utopis. Sebagai hasilnya, ia memperoleh hak untuk menerbitkan buku dan menikah, meskipun ia tetap berada di bawah pengawasan polisi selama sisa hidupnya. Isaeva dan Dostoevsky menikah di Kuznetsk pada 7 Februari 1857, meskipun pada awalnya ia telah menolak lamaran pernikahan Dostoevsky, dengan menyatakan bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk satu sama lain dan situasi keuangannya yang buruk menghalangi pernikahan. Kehidupan keluarga mereka tidak bahagia dan istrinya merasa sulit untuk mengatasi kejang-kejangnya. Saat menggambarkan hubungan mereka, ia menulis: "Karena karakternya yang aneh, penuh curiga, dan fantastis, kami jelas tidak bahagia bersama, tetapi kami tidak bisa berhenti mencintai satu sama lain; dan semakin kami tidak bahagia, semakin terikat pula kami satu sama lain". Mereka sebagian besar hidup terpisah.[65] Pada tahun 1859, ia dibebastugaskan dari dinas militer karena kesehatannya yang memburuk dan diberi izin untuk kembali ke Rusia Eropa, pertama ke Tver, tempat ia bertemu saudara laki-lakinya untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, dan kemudian ke Sankt-Peterburg.[66][67]

Cerita pendek "Pahlawan Kecil" (satu-satunya karya Dostoevsky yang diselesaikan di penjara) muncul di sebuah jurnal, tetapi "Mimpi Paman" dan "Desa Stepanchikovo" belum diterbitkan hingga tahun 1860. Catatan dari Rumah Kematian dirilis di Russky Mir (Dunia Rusia) pada September 1860. Yang Dihina dan Direndahkan diterbitkan di majalah baru Vremya,[c] yang didirikan dengan bantuan dana dari pabrik rokok saudara laki-lakinya.[69][70][71]
Dostoevsky bepergian ke Eropa Barat untuk pertama kalinya pada 7 Juni 1862, mengunjungi Köln, Berlin, Dresden, Wiesbaden, Belgia, dan Paris. Di London ia bertemu Alexander Herzen dan mengunjungi Istana Kristal. Ia bepergian bersama Nikolay Strakhov melintasi Swiss dan beberapa kota di Italia Utara, termasuk Turin, Livorno, dan kota di Italia tengah, Firenze. Ia mencatat kesan-kesannya tentang perjalanan tersebut dalam esai "Catatan Musim Dingin tentang Kesan Musim Panas", di mana ia juga mengkritik kapitalisme, modernisasi sosial, materialisme, Katolisisme, dan Protestantisme.[72][73] Dostoevsky memandang Istana Kristal sebagai monumen bagi masyarakat modern yang tidak berjiwa, mitos kemajuan, dan pemujaan terhadap materialisme yang kosong.[74]
Dari Agustus hingga Oktober 1863, Dostoevsky melakukan perjalanan lain ke Eropa Barat. Ia bertemu cinta keduanya, Polina Suslova, di Paris dan kehilangan hampir seluruh uangnya karena berjudi di Wiesbaden dan Baden-Baden. Pada tahun 1864, istrinya Maria dan saudara laki-lakinya Mikhail meninggal; Dostoevsky kemudian menjadi orang tua tunggal bagi anak tirinya, Pasha, dan satu-satunya penopang keluarga saudara laki-lakinya. Kegagalan Epokha, majalah yang ia dirikan bersama Mikhail setelah pembredelan Vremya, memperburuk situasi keuangannya, meskipun bantuan yang terus-menerus dari kerabat dan teman-temannya mencegahnya dari kebangkrutan.[75][76]
Dua bagian pertama dari Kejahatan dan Hukuman diterbitkan pada bulan Januari dan Februari 1866 dalam terbitan berkala Utusan Rusia,[77] yang menarik setidaknya 500 pelanggan baru untuk majalah tersebut.[78]
Dostoevsky kembali ke Sankt-Peterburg pada pertengahan September dan berjanji kepada penyuntingnya, Fyodor Stellovsky, bahwa ia akan menyelesaikan sebuah novel berjudul Sang Penjudi menjelang bulan November, meskipun ia belum mulai menulisnya. Salah satu teman Dostoevsky, Aleksandr Milyukov, menyarankannya untuk mempekerjakan seorang sekretaris. Dostoevsky menghubungi ahli stenografi Pavel Olkhin dari Sankt-Peterburg, yang merekomendasikan muridnya, Anna Grigoryevna Snitkina yang berusia dua puluh tahun. Kemampuan stenografinya membantu Dostoevsky menyelesaikan Sang Penjudi pada 30 Oktober, setelah 26 hari bekerja.[79][80] Anna mengamati bahwa Dostoevsky memiliki tinggi rata-rata tetapi selalu berusaha untuk berdiri tegak. "Ia memiliki rambut cokelat muda, sedikit kemerahan, ia menggunakan semacam kondisioner rambut, dan ia menyisir rambutnya dengan rapi... matanya, mereka berbeda: satu berwarna cokelat tua; yang lain, pupilnya sangat besar sehingga Anda tidak bisa melihat warnanya, [ini disebabkan oleh suatu cedera]. Keanehan matanya memberi Dostoevsky penampilan yang misterius. Wajahnya pucat, dan tampak tidak sehat."[81]

Pada 15 Februari 1867, Dostoevsky dan Snitkina menikah di Katedral Tritunggal, Sankt-Peterburg. Pada 14 April 1867, mereka memulai bulan madu yang tertunda ke Jerman; 7.000 rubel yang ia peroleh dari Kejahatan dan Hukuman tidak cukup untuk menutupi utang mereka, yang memaksa Anna untuk menjual barang-barang berharganya guna membiayai perjalanan tersebut. Mereka tinggal di Berlin, mengunjungi Gemäldegalerie Alte Meister di Dresden, tempat ia mencari inspirasi untuk tulisannya, dan juga singgah di Frankfurt, Darmstadt, Heidelberg, dan Karlsruhe. Mereka menghabiskan lima minggu di Baden-Baden, di mana Dostoevsky bertengkar dengan Ivan Turgenev dan kembali kehilangan banyak uang di meja roulet.[82] Pada satu titik, istrinya dilaporkan terpaksa menggadaikan pakaian dalamnya.[83]
Pada bulan September 1867, Dostoevsky mulai mengerjakan Sang Idiot, dan setelah proses perencanaan yang panjang yang hampir tidak memiliki kemiripan dengan novel yang diterbitkan, ia akhirnya berhasil menulis 100 halaman pertama hanya dalam 23 hari; serialisasinya dimulai di Utusan Rusia pada bulan Januari 1868.

Menjelang tahun 1868, pasangan tersebut telah pindah ke Jenewa.[84] Anak pertama mereka, Sofya, telah dikandung di Baden-Baden, dan lahir di Jenewa pada 5 Maret 1868. Bayi tersebut meninggal karena pneumonia tiga bulan kemudian, dan Anna mengenang bagaimana Dostoevsky "menangis dan tersedu-sedu layaknya seorang wanita yang putus asa".[85] Sofya dimakamkan di Cimetière des Rois di Jenewa; makamnya kemudian digusur, tetapi pada tahun 1986 Komunitas Dostoevsky Internasional menyumbangkan sebuah plakat peringatan untuk menghormatinya.[86]
Setelah kematian Sofya, pasangan itu melanjutkan perjalanan mereka keliling Eropa. Mereka pertama kali pergi ke Vevey dan kemudian Milan sebelum melanjutkan perjalanan ke Firenze, tempat Dostoevsky menyelesaikan Sang Idiot pada bulan Januari 1869; bagian terakhirnya muncul di Utusan Rusia pada bulan berikutnya.[87][88] Pada akhir tahun yang sama, di Dresden, Anna melahirkan putri kedua mereka, Lyubov, pada 26 September. Setelah mendengar berita bahwa kelompok revolusioner sosialis "Pembalasan Rakyat" telah membunuh salah satu anggota mereka sendiri, Ivan Ivanov, pada 21 November 1869, Dostoevsky mulai menulis Pemuja Setan.[89]
Pada bulan April 1871, Dostoevsky melakukan kunjungan terakhir ke aula perjudian di Wiesbaden. Anna mengklaim bahwa ia berhenti berjudi setelah kelahiran putri kedua mereka, tetapi ini menjadi subjek perdebatan.[d] Selama perjalanan kereta ke Berlin, ia membakar beberapa manuskrip, termasuk manuskrip Sang Idiot, karena ia khawatir akan potensi masalah dengan pihak pabean. Keluarga Dostoevsky akhirnya tiba kembali di Sankt-Peterburg pada 8 Juli, menandai akhir dari bulan madu (yang awalnya direncanakan selama tiga bulan) yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.[92][93]

Kembali ke Rusia pada bulan Juli 1871, keluarga tersebut lagi-lagi mengalami masalah keuangan dan terpaksa menjual sisa barang kepemilikan mereka. Putra mereka, Fyodor, lahir pada 16 Juli, dan tidak lama setelahnya mereka pindah ke sebuah apartemen di dekat Institut Teknologi. Mereka berharap dapat melunasi utang besar mereka dengan menjual rumah sewaan mereka di Peski, tetapi masalah dengan penyewa mengakibatkan harga jual yang relatif rendah, dan perselisihan dengan para penagih utang terus berlanjut. Anna mengusulkan agar mereka mengumpulkan uang dari hak cipta suaminya dan bernegosiasi dengan para penagih untuk melunasi utang mereka secara mencicil.[94][95]
Dostoevsky menghidupkan kembali persahabatannya dengan Maykov dan Strakhov, serta menjalin kenalan baru, termasuk dengan politikus gereja Terty Filipov dan bersaudara Vsevolod dan Vladimir Solovyov. Konstantin Pobedonostsev, yang kelak menjadi Komisaris Tinggi Kekaisaran untuk Sinode Mahakudus, memengaruhi perkembangan politik Dostoevsky menuju konservatisme.
Sekitar awal tahun 1872, keluarga itu menghabiskan beberapa bulan di Staraya Russa, sebuah kota yang dikenal dengan spa mineralnya. Pekerjaan Dostoevsky tertunda ketika saudara perempuan Anna, Maria Svatkovskaya, meninggal dunia pada 1 Mei 1872, yang disebabkan oleh tifus atau malaria,[96] dan Anna mengalami abses di tenggorokannya.[94][97]
Keluarga tersebut kembali ke Sankt-Peterburg pada bulan September. Pemuja Setan diselesaikan pada 26 November 1872 dan dirilis pada bulan Januari berikutnya oleh "Perusahaan Penerbitan Dostoevsky", yang baru saja didirikan oleh keluarga Dostoevsky. Anna mengelola keuangan perusahaan, menjual buku dari apartemen mereka dan hanya menerima pembayaran tunai; tetapi Pemuja Setan meraih kesuksesan, terjual sekitar 3.000 eksemplar. Dostoevsky mengusulkan agar mereka mendirikan terbitan berkala baru yang disebut Buku Harian Seorang Penulis, untuk memuat koleksi esainya, namun kekurangan dana. Buku Harian itu akhirnya diterbitkan di majalah milik Vladimir Meshchersky, Sang Warga Negara (The Citizen), mulai tanggal 1 Januari 1873, dengan imbalan gaji sebesar 3.000 rubel per tahun. Pada musim panas tahun itu, Anna kembali ke Staraya Russa bersama anak-anaknya, sementara Dostoevsky tetap tinggal di Sankt-Peterburg untuk melanjutkan pengerjaan Buku Harian miliknya.[98][99]
Pada bulan Maret 1874, Dostoevsky meninggalkan Sang Warga Negara karena stres akibat pekerjaan dan campur tangan dari birokrasi Rusia. Selama lima belas bulan bekerja di Sang Warga Negara, ia telah dibawa ke pengadilan dua kali: pada 11 Juni 1873 karena mengutip kata-kata Pangeran Meshchersky tanpa izin, dan sekali lagi pada 23 Maret 1874. Dostoevsky menawarkan untuk menjual sebuah novel baru yang belum mulai ia tulis kepada Utusan Rusia, tetapi majalah tersebut menolaknya. Nikolay Nekrasov kemudian menyarankannya untuk menerbitkan di terbitan berkala lain, Catatan Tanah Air, yang menawarkan Dostoevsky 250 rubel untuk setiap lembar cetakan – 100 rubel lebih banyak daripada yang akan ia peroleh dari Utusan Rusia. Dostoevsky menerimanya.
Pada tahun itu, kesehatannya mulai menurun. Dostoevsky berkonsultasi dengan beberapa dokter di Sankt-Peterburg dan disarankan untuk menjalani pemulihan di luar Rusia. Pada bulan Juli, ia pergi ke Bad Ems, di mana seorang dokter mendiagnosisnya dengan radang selaput lendir akut. Selama ia tinggal di sana, ia mulai menulis Sang Remaja, dan kembali ke Sankt-Peterburg pada akhir bulan Juli.[100][101] Anna mengusulkan agar mereka menghabiskan musim dingin di Staraya Russa agar Dostoevsky bisa beristirahat, meskipun para dokter telah menyarankan kunjungan kedua ke Ems karena kesehatannya sebelumnya membaik di sana.
Pada 10 Agustus 1875, putranya Alexey lahir di Staraya Russa, dan pada pertengahan September keluarga itu kembali ke Sankt-Peterburg. Dostoevsky menyelesaikan Sang Remaja pada akhir tahun 1875, meskipun beberapa bagian darinya telah diserialisasikan di Catatan Tanah Air sejak bulan Januari. Sang Remaja menceritakan kehidupan Arkady Dolgoruky, anak tidak sah dari pemilik tanah Versilov dan seorang ibu dari kalangan petani. Novel ini utamanya membahas tentang hubungan antara ayah dan anak, yang menjadi tema yang sering muncul dalam karya-karya Dostoevsky selanjutnya.[102][103]

Pada awal tahun 1876, Dostoevsky melanjutkan pengerjaan Buku Harian-nya, menyusun tulisan-tulisan dari terbitan berkala tersebut ke dalam sebuah buku. Buku tersebut, yang berjudul Buku Harian Seorang Penulis, adalah kumpulan dari banyak esai dan beberapa cerita pendek tentang masyarakat, agama, politik, dan etika, dan terjual lebih dari dua kali lipat lebih banyak dibandingkan buku-buku sebelumnya. Dostoevsky mulai menerima lebih banyak surat dari para pembaca daripada sebelumnya, dan orang-orang dari segala usia serta pekerjaan mengunjunginya. Dengan bantuan saudara laki-laki Anna, keluarga tersebut membeli sebuah dacha di Staraya Russa. Pada musim panas tahun 1876, Dostoevsky mulai mengalami sesak napas lagi. Ia mengunjungi Ems untuk ketiga kalinya dan diberi tahu bahwa ia mungkin bisa hidup selama 15 tahun lagi jika pindah ke iklim yang lebih sehat. Sekembalinya ke Rusia, Tsar Aleksandr II memerintahkan Dostoevsky untuk mengunjungi istananya guna mempersembahkan Buku Harian tersebut kepadanya, dan ia memintanya untuk mendidik putra-putranya, Sergei dan Pavel. Kunjungan ini semakin memperluas lingkaran pergaulan Dostoevsky. Ia sering menjadi tamu di beberapa salon di Sankt-Peterburg dan bertemu dengan banyak orang terkenal, termasuk Countess Sophia Tolstaya, Yakov Polonsky, Sergei Witte, Aleksey Suvorin, Anton Rubinstein, dan Ilya Repin.[104][105]
Kesehatan Dostoevsky semakin menurun, dan pada bulan Maret 1877 ia mengalami empat kali kejang epilepsi. Alih-alih kembali ke Ems, ia mengunjungi Maly Prikol, sebuah puri di dekat Kursk. Saat dalam perjalanan kembali ke Sankt-Peterburg untuk menyelesaikan Buku Harian-nya, ia mengunjungi Darovoye, tempat ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya. Pada bulan Desember, ia menghadiri pemakaman Nekrasov dan memberikan pidato. Ia diangkat menjadi anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, yang mana darinya ia menerima sertifikat kehormatan pada Februari 1879. Ia menolak undangan ke kongres internasional tentang hak cipta di Paris setelah putranya, Alyosha, mengalami kejang epilepsi parah dan meninggal dunia pada 16 Mei.
Keluarga tersebut kemudian pindah ke apartemen tempat Dostoevsky pernah menulis karya-karya pertamanya. Sekitar waktu ini, ia terpilih menjadi dewan direksi dari Masyarakat Amal Slavia (Slavic Benevolent Society) di Sankt-Peterburg, dan pada musim panas tahun itu ia terpilih menjadi anggota komite kehormatan Association Littéraire et Artistique Internationale (Asosiasi Sastra dan Seni Internasional), yang anggotanya meliputi Victor Hugo, Ivan Turgenev, Paul Heyse, Alfred Tennyson, Anthony Trollope, Henry Longfellow, Ralph Waldo Emerson, dan Leo Tolstoy.
Dostoevsky melakukan kunjungan keempat dan terakhirnya ke Ems pada awal Agustus 1879. Ia didiagnosis menderita emfisema paru tahap awal, yang menurut dokternya dapat dikelola dengan sukses, tetapi tidak dapat disembuhkan.[106][107]

Pada 3 Februari 1880, Dostoevsky terpilih sebagai wakil presiden Masyarakat Amal Slavia, dan diundang untuk berpidato pada peresmian monumen Pushkin di Moskwa. Pada 8 Juni, ia menyampaikan pidatonya, memberikan penampilan mengesankan yang berdampak emosional secara signifikan terhadap para penontonnya. Pidatonya disambut dengan tepuk tangan meriah, dan bahkan saingan lamanya, Turgenev, memeluknya. Konstantin Staniukovich memuji pidato tersebut dalam esainya "Peringatan Pushkin dan Pidato Dostoevsky" di Sang Bisnis (Delo), dengan menulis bahwa "bahasa dari [Pidato Pushkin] Dostoevsky benar-benar terlihat seperti sebuah khotbah. Ia berbicara dengan nada seorang nabi. Ia menyampaikan khotbah seperti seorang pendeta; sangat dalam, tulus, dan kita mengerti bahwa ia ingin memengaruhi emosi para pendengarnya."[108] Pidato tersebut dikritik oleh ilmuwan politik liberal Alexander Gradovsky, yang berpikir bahwa Dostoevsky mengidolakan "rakyat",[109] dan oleh pemikir konservatif Konstantin Leontiev, yang dalam esainya "Tentang Cinta Semesta", membandingkan pidato tersebut dengan sosialisme utopis Prancis.[110] Serangan-serangan ini menyebabkan penurunan kesehatannya lebih lanjut.[111][112]

Pada 6 Februari [K.J.: 25 Januari] 1881, saat mencari para anggota organisasi teroris Narodnaya Volya ("Kehendak Rakyat") yang tidak lama lagi akan membunuh Tsar Aleksandr II, polisi rahasia Tsar mengeksekusi surat perintah penggeledahan di apartemen Aleksandr Barannikov, salah satu tetangga Dostoevsky.[113][halaman dibutuhkan] Pada hari berikutnya, Dostoevsky menderita pendarahan paru-paru. Anna membantah bahwa penggeledahan tersebut adalah penyebabnya, dan mengatakan bahwa pendarahan itu terjadi setelah suaminya mencari tempat pena yang terjatuh.[e] Setelah ia mengalami pendarahan lagi, Anna memanggil dokter, yang memberikan prognosis buruk. Pendarahan ketiga menyusul tidak lama setelahnya.[117][118] Saat menemui anak-anaknya sebelum meninggal dunia, Dostoevsky meminta agar perumpamaan anak yang hilang dibacakan untuk anak-anaknya. Makna mendalam dari permintaan ini ditunjukkan oleh Joseph Frank:
Perumpamaan tentang pelanggaran, pertobatan, dan pengampunan inilah yang ingin ia tinggalkan sebagai warisan terakhir bagi anak-anaknya, dan ini dapat dipandang sebagai pemahaman puncaknya sendiri mengenai makna hidupnya dan pesan dari karyanya.[119]
Di antara kata-kata terakhir Dostoevsky adalah kutipannya dari Matthew 3:14–15: "Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku? Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah", dan ia mengakhirinya dengan "Dengarlah sekarang—izinkanlah. Jangan menahanku!".[120] Kata-kata terakhirnya kepada istrinya, Anna, adalah: "Ingatlah, Anya, aku selalu mencintaimu dengan penuh gairah dan tidak pernah sekalipun tidak setia kepadamu, bahkan di dalam pikiranku!"[121] Ketika ia meninggal, jenazahnya dibaringkan di atas meja, mengikuti adat kebiasaan Rusia.
Dostoevsky dimakamkan di Pemakaman Tikhvin di Biara Aleksandr Nevsky,[122] di dekat penyair-penyair favoritnya, Nikolay Karamzin dan Vasily Zhukovsky. Tidak jelas berapa banyak orang yang menghadiri pemakamannya. Menurut seorang reporter, lebih dari 100.000 pelayat hadir, sementara yang lain memperkirakan jumlah hadirin antara 40.000 hingga 50.000 orang. Batu nisannya diukir dengan baris-baris dari Perjanjian Baru:[117][123]
Sesungguhnya, sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Dostoevsky menjalin hubungan asmara dengan beberapa wanita sebelum pernikahannya dengan Anna Snitkina pada tahun 1867. Ia diketahui menjalin hubungan asmara pertamanya dengan Avdotya Panaeva, yang ia temui di lingkaran pergaulan Ivan Panaev pada awal 1840-an. Ia menggambarkannya sebagai sosok yang berpendidikan, tertarik pada sastra, dan seorang femme fatale.[124] Ia kemudian mengakui bahwa ia merasa tidak yakin dengan hubungan mereka.[125] Menurut memoar Anna Dostoevskaya, Dostoevsky pernah bertanya kepada saudara ipar perempuan dari saudara perempuannya, Yelena Ivanova, apakah ia bersedia menikah dengannya, dengan harapan dapat menggantikan suaminya yang sakit parah setelah ia meninggal, tetapi Yelena menolak lamarannya.[126]
Dostoevsky dan Polina Suslova menjalin hubungan asmara yang singkat namun intim, yang mencapai puncaknya pada musim dingin tahun 1862–1863. Hubungan asmara Suslova dengan seorang pria Spanyol pada akhir musim semi, serta kecanduan judi dan usia Dostoevsky mengakhiri hubungan mereka. Ia kemudian menggambarkannya dalam sepucuk surat kepada Nadezhda Suslova sebagai "seorang egois yang hebat. Egoisme dan kesombongannya sangat besar. Ia menuntut segalanya dari orang lain, semua kesempurnaan, dan tidak memaafkan ketidaksempurnaan sekecil apa pun di tengah kualitas-kualitas lain yang mungkin dimiliki seseorang", dan kemudian menyatakan "Aku masih mencintainya, tetapi aku tidak ingin mencintainya lagi. Ia tidak pantas menerima cinta ini ..."[65]
Pada tahun 1858, Dostoevsky menjalin asmara dengan aktris komedi Aleksandra Ivanovna Schubert. Meskipun ia menceraikan teman Dostoevsky, Stepan Yanovsky, ia tidak ingin tinggal bersamanya. Dostoevsky juga tidak mencintainya, tetapi mereka kemungkinan adalah teman baik. Ia menulis bahwa Dostoevsky "menjadi sangat tertarik kepadaku".[127][128]
Melalui seorang pekerja di Epoch, Dostoevsky mengetahui tentang Martha Brown (nama gadis Elizaveta Andreyevna Chlebnikova) yang lahir di Rusia, yang pernah menjalin hubungan asmara dengan beberapa pria Barat. Hubungannya dengan Dostoevsky hanya diketahui melalui surat-surat yang ditulis antara November 1864 dan Januari 1865.[129][130]
Pada tahun 1865, Dostoevsky bertemu dengan Anna Korvin-Krukovskaya. Hubungan mereka tidak dapat diverifikasi; Anna Dostoevskaya menyebutkan adanya hubungan asmara yang baik, tetapi saudara perempuan Korvin-Krukovskaya, ahli matematika Sofia Kovalevskaya, berpikir bahwa Korvin-Krukovskaya telah menolaknya.[131]
Pada masa mudanya, Dostoevsky gemar membaca Sejarah Negara Rusia (diterbitkan 1818–1829) karya Nikolai Karamzin, yang memuji konservatisme dan kemerdekaan Rusia, gagasan-gagasan yang kelak dianut oleh Dostoevsky di kemudian hari. Sebelum penangkapannya karena berpartisipasi dalam Lingkaran Petrashevsky pada tahun 1849, Dostoevsky berkomentar, "Sejauh yang saya tahu, tidak ada yang lebih konyol daripada gagasan tentang pemerintahan republikan di Rusia." Dalam edisi tahun 1881 dari Buku Harian-nya, Dostoevsky menyatakan bahwa Tsar dan rakyat harus membentuk sebuah kesatuan: "Bagi rakyat, tsar bukanlah kekuatan eksternal, bukan kekuatan penakluk tertentu ... melainkan kekuatan dari seluruh rakyat, sebuah kekuatan pemersatu menyeluruh yang diinginkan oleh rakyat itu sendiri."[132]
Meskipun kritis terhadap perhambaan, Dostoevsky bersikap skeptis mengenai pembentukan konstitusi, sebuah konsep yang ia pandang tidak ada hubungannya dengan sejarah Rusia. Ia mendeskripsikannya hanya sebagai "aturan para pria terhormat" dan percaya bahwa "sebuah konstitusi hanya akan memperbudak rakyat".[butuh rujukan] Ia justru mengadvokasi perubahan sosial, misalnya penghapusan sistem feodal dan pelemahan sekat antara kaum tani dan kelas-kelas kaya. Idealnya adalah Rusia yang utopis dan terkristenisasi di mana "jika semua orang secara aktif menjadi penganut Kristen, tidak akan ada satu pun pertanyaan sosial yang muncul ... Jika mereka memeluk agama Kristen, mereka akan menyelesaikan segalanya".[133] Ia menganggap demokrasi dan oligarki sebagai sistem yang buruk; tentang Prancis, ia menulis, "para oligarki hanya peduli pada kepentingan orang kaya; kaum demokrat, hanya pada kepentingan orang miskin; tetapi kepentingan masyarakat, kepentingan semua orang, dan masa depan Prancis secara keseluruhan—tidak ada seorang pun di sana yang mempedulikan hal-hal ini."[133] Ia berpendapat bahwa partai politik pada akhirnya mengarah pada perselisihan sosial. Pada tahun 1860-an, ia menemukan Pochvennichestvo, sebuah gerakan yang mirip dengan Slavofilia dalam hal bahwa gerakan tersebut menolak budaya Eropa dan gerakan filosofis kontemporer, seperti nihilisme dan materialisme. Pochvennichestvo berbeda dari Slavofilia dalam tujuannya untuk mendirikan, bukan Rusia yang terisolasi, melainkan negara yang lebih terbuka yang dimodelkan pada Rusia di bawah kekuasaan Pyotr yang Agung.[133]
Dalam artikelnya yang belum selesai, "Sosialisme dan Kekristenan", Dostoevsky mengklaim bahwa peradaban ("tahap kedua dalam sejarah manusia") telah terdegradasi, dan bahwa peradaban itu bergerak menuju liberalisme serta kehilangan keimanannya kepada Tuhan. Ia menegaskan bahwa konsep tradisional dari Kekristenan harus dipulihkan. Ia berpikir bahwa Eropa Barat kontemporer telah "menolak formula tunggal untuk keselamatan mereka yang datang dari Tuhan dan diproklamasikan melalui wahyu, 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri', dan menggantikannya dengan kesimpulan praktis seperti, 'Chacun pour soi et Dieu pour tous' [Setiap orang untuk dirinya sendiri dan Tuhan untuk semua], atau slogan-slogan "ilmiah" seperti 'perjuangan untuk bertahan hidup.'"[132] Ia memandang krisis ini sebagai konsekuensi dari benturan antara kepentingan komunal dan individu, yang ditimbulkan oleh kemerosotan prinsip-prinsip agama dan moral.
Dostoevsky membedakan tiga "gagasan dunia yang sangat besar" yang lazim pada masanya: Katolisisme Roma, Protestantisme, dan Ortodoksi (Rusia). Ia mengklaim bahwa Katolisisme telah melanjutkan tradisi Roma Kekaisaran dan dengan demikian menjadi antikristen dan proto-sosialis,[134] mengingat bahwa kepentingan Gereja dalam urusan politik dan duniawi menyebabkannya mengabaikan gagasan tentang Kristus. Bagi Dostoevsky, sosialisme adalah "inkarnasi terbaru dari gagasan Katolik" dan "sekutu alaminya".[135] Ia menganggap Protestantisme saling bertentangan dan mengklaim bahwa pada akhirnya aliran itu akan kehilangan kekuatan dan spiritualitasnya. Ia memandang Ortodoksi (Rusia) sebagai bentuk ideal dari Kekristenan.
Meskipun demikian, menempatkan Dostoevsky secara politik tidaklah sederhana: sebagai seorang penganut Kristen, ia menolak sosialisme ateistik; sebagai seorang tradisionalis, ia menolak penghancuran institusi-institusi; dan, sebagai seorang pasifis, ia menolak metode kekerasan apa pun atau pergolakan yang dipimpin oleh pihak progresif maupun reaksioner. Ia mendukung hak kepemilikan dan bisnis pribadi, serta tidak setuju dengan banyak kritik terhadap pasar bebas dari para penganut sosialis utopis pada masanya.[136][verifikasi][137][halaman dibutuhkan]
Selama Perang Rusia-Turki tahun 1877–1878, Dostoevsky menegaskan bahwa perang mungkin diperlukan jika keselamatan harus dikabulkan. Ia ingin Kesultanan Utsmaniyah yang Muslim dilenyapkan dan Kekaisaran Bizantium yang Kristen dipulihkan, dan ia berharap atas pembebasan bangsa Slavia Balkan serta penyatuan mereka dengan Kekaisaran Rusia.[132]
Sejarawan Richard Pipes menempatkan Dostoevsky secara tegas dalam tradisi Konservatisme Rusia dengan mendeskripsikan Kejahatan dan Hukuman, Karamazov Bersaudara, dan Pemuja Setan sebagai novel politik. Pipes bersikap kritis terhadap politik Dostoevsky, dengan mengatakan bahwa dalam pengertian biasa, penulis tersebut "hanya tahu sedikit dan kurang memahami" dan analisis politiknya tidak lebih dari sekadar xenofobia dan jingoisme yang "kasar". Sebaliknya, letak kebesaran Dostoevsky berada dalam pemahamannya tentang "implikasi psikologis dari radikalisme".[138]
Banyak karakter dalam karya-karya Dostoevsky, termasuk Yahudi, digambarkan menampilkan stereotipe negatif.[139] Dalam sepucuk surat tahun 1877 kepada Arkady Kovner, seorang Yahudi yang menuduh Dostoevsky melakukan antisemitisme, ia menjawab dengan hal berikut:
"Saya sama sekali bukan musuh orang Yahudi dan tidak pernah menjadi musuh mereka. Namun seperti yang Anda katakan, eksistensinya selama 40 abad membuktikan bahwa suku ini memiliki vitalitas yang luar biasa, yang tak pelak lagi, di sepanjang lintasan sejarahnya, mengambil bentuk berbagai Status in Statu ... bagaimana mungkin mereka tidak mendapati diri mereka, meskipun hanya sebagian, berselisih dengan penduduk asli – suku Rusia?"[140]
Dostoevsky menganut ideologi Pan-Slavia yang dikondisikan oleh pendudukan Utsmaniyah di Eropa Timur. Pada tahun 1876, populasi Slavia di Serbia Tenggara modern di luar Kepangeranan Serbia (merdeka sejak 1868) dan wilayah Bulgaria bangkit melawan penguasa Utsmaniyah mereka, tetapi pemberontakan tersebut berhasil ditumpas. Dalam proses tersebut, diperkirakan 12.000 orang tewas. Dalam buku hariannya, ia mencemooh orang-orang Barat dan mereka yang menentang gerakan Pan-Slavia. Ideologi ini sebagian dimotivasi oleh keinginan untuk mempromosikan warisan Kristen Ortodoks bersama, yang ia pandang sebagai pemersatu sekaligus kekuatan untuk pembebasan.[141]
Dostoevsky adalah seorang Kristen Ortodoks[142] yang dibesarkan dalam keluarga religius dan mengenal Injil sejak usia sangat muda.[143] Ia dipengaruhi oleh terjemahan bahasa Rusia dari karya Johannes Hübner, Seratus Empat Kisah Suci dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang Dipilih untuk Anak-Anak (sebagian merupakan alkitab bahasa Jerman untuk anak-anak dan sebagian lagi merupakan katekismus).[144][143][145] Ia menghadiri liturgi hari Minggu sejak usia dini dan ikut serta dalam ziarah tahunan ke Biara Tritunggal Santo Sergius.[146] Seorang diaken di rumah sakit memberinya pelajaran agama.[145] Di antara kenangan masa kecilnya yang paling berharga adalah melafalkan doa-doa di depan para tamu dan membaca bagian-bagian dari Kitab Ayub yang membuatnya terkesan ketika ia "masih hampir seperti anak-anak."[147]
Menurut seorang perwira di akademi militer, Dostoevsky sangat religius, mengikuti praktik Ortodoks, dan secara teratur membaca Injil serta karya Heinrich Zschokke, Die Stunden der Andachtcode: de is deprecated ("Jam-Jam Renungan"), yang "menceramahkan versi Kekristenan yang sentimental, sepenuhnya terbebas dari konten dogmatis, dan dengan penekanan kuat untuk memberikan penerapan sosial pada cinta kasih Kristen." Buku ini mungkin telah mendorong ketertarikannya di kemudian hari terhadap sosialisme Kristen.[148] Melalui literatur dari E. T. A. Hoffmann, Balzac, Eugène Sue, dan Goethe, Dostoevsky menciptakan sistem keyakinannya sendiri, yang mirip dengan sektarianisme Rusia dan Kepercayaan Lama.[148] Setelah penangkapannya, eksekusi yang dibatalkan, dan pemenjaraannya kemudian, ia sangat berfokus pada sosok Kristus dan pada Perjanjian Baru, satu-satunya buku yang diizinkan di penjara.[149] Dalam sepucuk surat pada bulan Januari 1854 kepada wanita yang telah mengiriminya Perjanjian Baru, Dostoevsky menulis bahwa ia adalah "anak dari ketidakpercayaan dan keraguan hingga saat ini, dan saya yakin bahwa saya akan tetap demikian hingga ke liang lahat." Ia juga menulis bahwa "bahkan seandainya ada seseorang yang membuktikan kepada saya bahwa kebenaran itu berada di luar Kristus, saya akan memilih untuk tetap bersama Kristus alih-alih bersama kebenaran itu."[150]
Di Semipalatinsk, Dostoevsky menghidupkan kembali imannya dengan sering memandangi bintang-bintang. Wrangel mengatakan bahwa ia "agak saleh, tetapi jarang pergi ke gereja, dan tidak menyukai pendeta, terutama pendeta Siberia. Namun ia berbicara tentang Kristus dengan penuh ekstase." Dua ziarah dan dua karya dari Dmitri Rostovsky, seorang uskup agung yang memengaruhi sastra Ukraina dan Rusia dengan menyusun naskah drama keagamaan yang inovatif, memperkuat keyakinannya.[151] Melalui kunjungannya ke Eropa Barat dan diskusi dengan Herzen, Grigoriev, dan Strakhov, Dostoevsky menemukan gerakan Pochvennichestvo dan teori bahwa Gereja Katolik telah mengadopsi prinsip-prinsip rasionalisme, legalisme, materialisme, dan individualisme dari Romawi Kuno dan telah mewariskan filosofinya tersebut pada Protestantisme dan akibatnya mengarah pada sosialisme ateistik.[152]

Kanon karya Dostoevsky mencakup novel, novela, novelet, cerita pendek, esai, pamflet, limerik, epigram, dan puisi. Ia menulis lebih dari 700 pucuk surat, belasan di antaranya telah hilang.[153]
Dostoevsky mengekspresikan gagasan keagamaan, psikologis, dan filosofis dalam tulisan-tulisannya. Karya-karyanya mengeksplorasi tema-tema seperti bunuh diri, kemiskinan, manipulasi manusia, dan moralitas. Tema-tema psikologis meliputi mimpi, yang pertama kali terlihat dalam "Malam-Malam Putih",[154] dan hubungan ayah-anak, yang dimulai dalam Sang Remaja.[155] Sebagian besar karyanya mendemonstrasikan sebuah visi mengenai struktur sosiopolitik yang kacau di Rusia kontemporer.[156] Karya-karya awalnya memandang masyarakat (misalnya, perbedaan antara yang miskin dan yang kaya) melalui kacamata realisme sastra dan naturalisme. Pengaruh dari penulis lain, yang khususnya tampak jelas dalam karya-karya awalnya, mengarah pada tuduhan plagiarisme,[157][158] tetapi gayanya secara bertahap menjadi lebih individual. Setelah pembebasannya dari penjara, Dostoevsky memasukkan tema-tema keagamaan, terutama yang berkaitan dengan Ortodoksi Rusia, ke dalam tulisannya. Elemen-elemen fiksi Gotik,[159] romantisisme,[160] dan satire[161] dapat diamati dalam beberapa bukunya. Ia sering menggunakan detail-detail autobiografis atau semi-autobiografis.
Elemen stilistika yang penting dalam tulisan Dostoevsky adalah polifoni, yakni kehadiran berbagai suara dan perspektif naratif secara bersamaan.[162][halaman dibutuhkan] Kornelije Kvas menulis bahwa teori Bakhtin mengenai "novel polifonik dan dialogisme narasi Dostoevsky mempostulatkan ketiadaan kata 'akhir', yang menjadi alasan mengapa pikiran, emosi, dan pengalaman dunia dari narator beserta para karakternya direfleksikan melalui kata-kata orang lain, yang mana mereka tidak akan pernah bisa sepenuhnya menyatu dengannya."[163]
Dostoevsky dianggap sebagai salah satu novelis terbesar dan paling berpengaruh pada Zaman Keemasan sastra Rusia.[164] Leo Tolstoy mengagumi beberapa karya Dostoevsky, khususnya Rumah Kematian, yang ia pandang sebagai seni keagamaan yang luhur, terinspirasi oleh keimanan yang mendalam dan kecintaan pada umat manusia.[165][166] Albert Einstein menyebut Dostoevsky sebagai "penulis agama yang hebat" yang mengeksplorasi "misteri eksistensi spiritual".[167] Sigmund Freud menempatkan Dostoevsky di urutan kedua setelah William Shakespeare sebagai penulis kreatif,[168] dan menyebut Karamazov Bersaudara sebagai "novel paling agung yang pernah ditulis".[169] Friedrich Nietzsche menyebut Dostoevsky sebagai "satu-satunya psikolog yang darinya saya belajar sesuatu" dan menggambarkannya sebagai "salah satu keberuntungan paling indah dalam hidup saya."[170][171]Templat:Missing long citation Analisis pakar teori sastra Rusia Mikhail Bakhtin terhadap Dostoevsky menjadi landasan bagi teorinya tentang novel. Bakhtin berpendapat bahwa penggunaan polifoni oleh Dostoevsky merupakan kemajuan besar dalam perkembangan novel sebagai sebuah genre.[162]
Dalam koleksi sketsanya yang diterbitkan secara anumerta, A Moveable Feast, Ernest Hemingway menyatakan bahwa dalam Dostoevsky "ada hal-hal yang dapat dipercaya dan tidak dapat dipercaya, tetapi beberapa di antaranya begitu nyata sehingga mengubah Anda saat Anda membacanya; kerapuhan dan kegilaan, kejahatan dan kesucian, serta kegilaan dalam berjudi ada di sana untuk diketahui".[172] James Joyce memuji prosa Dostoevsky: "... dialah orang yang lebih dari siapa pun telah menciptakan prosa modern, dan mengintensifkannya ke tingkat puncaknya saat ini. Daya ledaknyalah yang menghancurkan novel era Victoria dengan gadis-gadisnya yang tersenyum simpul dan hal-hal lumrah yang tertata; buku-buku yang tanpa imajinasi atau kekerasan."[173] Dalam esainya Sudut Pandang Rusia (The Russian Point of View), Virginia Woolf mengatakan, "Di luar Shakespeare, tidak ada bacaan yang lebih menarik".[174] Franz Kafka menyebut Dostoevsky sebagai "kerabat sedarah"-nya[175] dan sangat dipengaruhi oleh karya-karyanya, terutama Karamazov Bersaudara dan Kejahatan dan Hukuman, yang keduanya sangat memengaruhi Proses (The Trial).[176] Hermann Hesse menikmati karya Dostoevsky dan mengatakan bahwa membacanya ibarat "melihat sekilas ke dalam kehancuran".[177] Novelis Norwegia Knut Hamsun menulis bahwa "tidak ada seorang pun yang telah menganalisis struktur manusia yang rumit seperti Dostoyevsky. Rasa psikologisnya sangat luar biasa dan visioner."[178] Para penulis yang terkait dengan gerakan budaya seperti surealisme, eksistensialisme, dan Generasi Beat mengutip Dostoevsky sebagai sebuah pengaruh,[179] dan ia dipandang sebagai pelopor bagi simbolisme Rusia,[180] ekspresionisme[181] dan psikoanalisis.[182]
J. M. Coetzee menampilkan Dostoevsky sebagai protagonis dalam novelnya tahun 1997 yang berjudul The Master of Petersburg. Novel Malayalam terkenal Oru Sankeerthanam Pole karya Perumbadavam Sreedharan menceritakan kehidupan Dostoevsky dan kisah asmaranya dengan Anna.[183]

Pada tahun 1956, sebuah prangko berwarna hijau zaitun yang didedikasikan untuk Dostoevsky dirilis di Uni Soviet, dengan tiras sebanyak 1.000 eksemplar.[184] Museum Dostoevsky dibuka pada 12 November 1971 di apartemen tempat ia menulis novel pertama dan terakhirnya.[185] Sebuah kawah di Merkurius dinamai menurut namanya pada tahun 1979, dan sebuah planet minor yang ditemukan pada tahun 1981 oleh Lyudmila Karachkina diberi nama 3453 Dostoevsky. Kritikus musik dan penyiar Artemy Troitsky telah memandu acara radio "FM Достоевский" (FM Dostoevsky) sejak tahun 1997.[186] Para pemirsa acara TV Name of Russia memilihnya sebagai orang Rusia terbesar kesembilan sepanjang masa, tepat di bawah Dmitry Mendeleev, dan persis di atas penguasa Ivan IV.[187] Sebuah serial TV pemenang Penghargaan Elang Emas yang disutradarai oleh Vladimir Khotinenko tentang kehidupan Dostoevsky ditayangkan pada tahun 2011.
Banyak tugu peringatan diresmikan di kota-kota dan wilayah-wilayah seperti Moskwa, Sankt-Peterburg, Novosibirsk, Omsk, Semipalatinsk, Kuznetsk, Darovoye, Staraya Russa, Lyublino, Tallinn, Dresden, Baden-Baden, dan Wiesbaden. Stasiun metro Dostoyevskaya di Sankt-Peterburg dibuka pada 30 Desember 1991, dan stasiun dengan nama yang sama di Moskwa dibuka pada 19 Juni 2010, bertepatan dengan ulang tahun ke-75 Metro Moskwa. Stasiun Moskwa tersebut dihiasi dengan mural karya seniman Ivan Nikolaev yang menggambarkan adegan-adegan dari karya Dostoevsky, seperti peristiwa bunuh diri yang kontroversial.[188][189]
Pada tahun 2021, Kazakhstan merayakan ulang tahun ke-200 kelahiran Dostoevsky.[190]
Karya Dostoevsky tidak selalu mendapatkan penerimaan yang positif. Beberapa kritikus, seperti Nikolay Dobrolyubov, Ivan Bunin, dan Vladimir Nabokov, memandang tulisannya terlalu psikologis dan filosofis alih-alih artistik. Beberapa kritikus lain menemukan kesalahan pada alur cerita yang kacau dan tidak teratur, sementara yang lainnya, seperti Turgenev, berkeberatan dengan "psikologisasi yang berlebihan" dan naturalisme yang terlalu mendetail. Gayanya dianggap "bertele-tele, repetitif, dan kurang terpoles, kurang seimbang, kurang terkendali, serta kurang berselera baik". Saltykov-Shchedrin, Nikolay Mikhaylovsky, dan beberapa orang lain mengkritik karakter-karakternya yang seperti boneka, yang paling menonjol dalam Sang Idiot, Pemuja Setan (Demons, The Possessed, The Devils)[191] dan Karamazov Bersaudara. Karakter-karakter ini dibandingkan dengan karakter-karakter buatan Hoffmann, seorang penulis yang dikagumi oleh Dostoevsky.[192]
Berdasarkan penilaiannya pada kriteria seni yang bertahan lama dan kejeniusan individu, Nabokov menilai Dostoevsky "bukanlah seorang penulis yang hebat, melainkan penulis yang biasa-biasa saja—dengan kilasan humor yang luar biasa, tetapi, sayangnya, diselingi dengan kekosongan dari hal-hal klise dalam sastra." Nabokov mengeluhkan bahwa novel-novelnya dipenuhi oleh "orang-orang neurotik dan gila" dan menyatakan bahwa karakter-karakter Dostoevsky tidak berkembang: "Kita mendapatkan mereka secara utuh di awal cerita dan mereka tetap seperti itu." Ia mendapati bahwa novel-novelnya penuh dengan "kejutan dan komplikasi alur cerita" yang dibuat-buat, yang memang efektif saat pertama kali dibaca, namun pada pembacaan kedua, tanpa adanya kejutan dan manfaat dari kejutan-kejutan ini, novel-novel tersebut tampak sarat dengan "klise yang diagung-agungkan".[193] Akan tetapi, penyair dan kritikus asal Skotlandia, Edwin Muir, menanggapi kritik mengenai kualitas karakter Dostoevsky dengan mencatat bahwa "mengenai 'keanehan' karakter Dostoevsky, telah ditunjukkan bahwa mereka mungkin hanya tampak 'patologis', padahal pada kenyataannya mereka 'hanya divisualisasikan dengan lebih jelas daripada sosok mana pun dalam literatur imajinatif'."[194]
Buku-buku Dostoevsky telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 170 bahasa.[195] Penerjemah Jerman, Wilhelm Wolfsohn, menerbitkan salah satu terjemahan pertamanya, yakni bagian-bagian dari Orang-Orang Malang, di sebuah majalah pada tahun 1846–1847,[196] dan terjemahan bahasa Prancis pun menyusul. Terjemahan bahasa Prancis, Jerman, dan Italia biasanya berasal langsung dari bahasa aslinya, sementara terjemahan bahasa Inggris merupakan terjemahan tidak langsung dan berkualitas buruk.[197] Terjemahan bahasa Inggris pertama dikerjakan oleh Marie von Thilo pada tahun 1881, tetapi terjemahan pertama yang sangat dihargai diproduksi antara tahun 1912 dan 1920 oleh Constance Garnett.[198] Terjemahannya yang mengalir dan mudah dipahami membantu memopulerkan novel-novel Dostoevsky di negara-negara berbahasa Inggris, dan buku Bakhtin yang berjudul Masalah Seni Kreatif Dostoevsky (1929) (diterbitkan kembali dan direvisi sebagai Masalah Puitika Dostoevsky pada tahun 1963) memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai gayanya.[199]
Karya-karya Dostoevsky telah diinterpretasikan ke dalam film dan pentas teater di banyak negara yang berbeda. Putri Varvara Dmitrevna Obolenskaya termasuk salah satu orang pertama yang mengusulkan pementasan Kejahatan dan Hukuman. Dostoevsky tidak menolak memberikan izin, tetapi ia menyarankan untuk tidak melakukannya, karena ia percaya bahwa "setiap seni berkorespondensi dengan serangkaian pemikiran puitis, sehingga satu gagasan tidak dapat diekspresikan dalam bentuk lain yang tidak berkorespondensi". Penjelasannya yang ekstensif dalam menentang transposisi karya-karyanya ke media lain merupakan terobosan dalam kritik fidelitas. Ia berpikir bahwa hanya satu episode saja yang harus didramatisasi, atau sebuah ide harus diambil dan dimasukkan ke dalam alur cerita yang terpisah.[200] Menurut kritikus Alexander Burry, beberapa adaptasi yang paling efektif adalah opera karya Sergei Prokofiev berjudul Sang Penjudi, opera karya Leoš Janáček berjudul Dari Rumah Kematian, film karya Akira Kurosawa berjudul Sang Idiot, dan film karya Andrzej Wajda berjudul Pemuja Setan.[201]
Setelah Revolusi Rusia 1917, bagian-bagian dari buku Dostoevsky terkadang dipersingkat, meskipun hanya dua buku yang disensor: Pemuja Setan[202] dan Buku Harian Seorang Penulis.[203] Filosofinya, khususnya dalam Pemuja Setan, dianggap antikapitalis tetapi juga antikomunis dan reaksioner.[204][205] Menurut sejarawan Boris Ilizarov, Stalin membaca Karamazov Bersaudara karya Dostoevsky beberapa kali.[206]
Karya-karya fiksi Dostoevsky meliputi 16 novel dan novela, 16 cerita pendek, dan 5 terjemahan. Banyak dari novelnya yang lebih panjang pertama kali diterbitkan dalam bentuk serial di majalah dan jurnal sastra. Tahun-tahun yang diberikan di bawah ini menunjukkan tahun di mana bagian akhir novel tersebut atau edisi buku lengkap pertamanya diterbitkan. Dalam bahasa Inggris, banyak dari novel dan ceritanya dikenal dengan judul yang berbeda-beda.
Orang-Orang Malang adalah sebuah novel epistolari yang menggambarkan hubungan antara seorang pejabat kecil yang sudah lanjut usia bernama Makar Devushkin dan seorang penjahit muda bernama Varvara Dobroselova, kerabat jauh yang saling menulis surat satu sama lain. Pemujaan Makar yang lembut dan sentimental terhadap Varvara serta persahabatan Varvara yang percaya diri dan hangat kepadanya menjelaskan preferensi mereka yang nyata terhadap kehidupan yang sederhana, meskipun hal itu membuat mereka berada dalam kemiskinan yang memalukan. Seorang pedagang yang tidak bermoral menemukan gadis tak berpengalaman itu dan mempekerjakannya sebagai ibu rumah tangga dan penjaminnya. Ia mengirim Varvara ke sebuah rumah bangsawan di suatu tempat di padang rumput, sementara Makar meringankan kesengsaraan dan rasa sakitnya dengan alkohol.
Cerita ini berfokus pada orang-orang miskin yang berjuang dengan kurangnya harga diri mereka. Kesengsaraan mereka mengarah pada hilangnya kebebasan batin mereka, pada ketergantungan pada otoritas sosial, dan pada kepunahan individualitas mereka. Dostoevsky menunjukkan bagaimana kemiskinan dan ketergantungan sejajar secara tak terpisahkan dengan pembelokan dan deformasi harga diri, yang menggabungkan penderitaan di dalam maupun di luar batin.[207]
Catatan dari Bawah Tanah terbagi menjadi dua bagian yang berbeda secara stilistika, bagian pertama seperti esai, bagian kedua bergaya naratif. Protagonis dan narator orang pertama di novel ini adalah seorang pegawai negeri sipil berusia 40 tahun tanpa nama yang dikenal sebagai Manusia Bawah Tanah. Satu-satunya fakta yang diketahui tentang situasinya adalah bahwa ia telah berhenti dari pekerjaannya, tinggal di sebuah flat bawah tanah di pinggiran Sankt-Peterburg dan membiayai mata pencahariannya dari warisan yang sederhana.
Bagian pertama adalah rekaman pemikirannya tentang masyarakat dan karakternya. Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang jahat, kumuh, dan jelek; fokus utama dari polemiknya adalah "manusia modern" dan visinya tentang dunia, yang ia serang dengan keras dan sinis, dan terhadapnya ia mengembangkan agresi dan sifat pendendam. Ia menganggap kemundurannya sendiri sebagai hal yang wajar dan perlu. Meskipun ia menekankan bahwa ia tidak bermaksud menerbitkan catatannya untuk publik, sang narator berulang kali memohon kepada audiens yang tidak digambarkan dengan jelas, yang pertanyaannya ia coba jawab.
Pada bagian kedua ia menggambarkan adegan-adegan dari kehidupannya yang bertanggung jawab atas kegagalannya dalam kehidupan pribadi dan profesional serta dalam kehidupan cintanya. Ia bercerita tentang pertemuannya dengan teman-teman sekolah lamanya, yang berada pada posisi aman dan memperlakukannya dengan sikap merendahkan. Agresinya berbalik ke dalam dirinya sendiri dan ia mencoba untuk mempermalukan dirinya lebih jauh. Ia menampilkan dirinya sebagai kemungkinan penyelamat bagi pelacur miskin bernama Liza, menasihatinya untuk menolak celaan diri saat Liza meminta harapan kepadanya. Dostoevsky menambahkan komentar singkat yang mengatakan bahwa meskipun jalan cerita dan karakternya fiktif, hal-hal semacam itu tidak dapat dihindari dalam masyarakat kontemporer.
Manusia Bawah Tanah sangat berpengaruh bagi para filsuf. Eksistensinya yang teralienasi dari arus utama memengaruhi sastra modernis.[208][209]
Novel Kejahatan dan Hukuman telah menerima pujian baik dari para kritikus maupun secara populer. Novel ini tetap menjadi salah satu novel yang paling berpengaruh dan paling banyak dibaca dalam sastra Rusia, dan terkadang dideskripsikan sebagai magnum opus dari Dostoevsky.[210]
Kejahatan dan Hukuman mengikuti penderitaan mental dan dilema moral dari Rodion Raskolnikov, seorang mantan mahasiswa miskin di Sankt-Peterburg yang berencana untuk membunuh seorang pemilik pegadaian yang tidak bermoral, seorang wanita tua yang menyimpan uang dan barang-barang berharga di flatnya. Ia berteori bahwa dengan uang itu ia bisa membebaskan dirinya dari kemiskinan dan terus melakukan perbuatan-perbuatan besar, dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa kejahatan tertentu dapat dibenarkan jika dilakukan demi menyingkirkan hambatan menuju tujuan yang lebih tinggi dari orang-orang 'luar biasa'. Namun, begitu perbuatan tersebut selesai dilakukan, ia mendapati dirinya tersiksa oleh kebingungan, paranoia, dan rasa muak. Pembenaran teoretisnya kehilangan seluruh kekuatannya saat ia berjuang melawan rasa bersalah dan kengerian serta menghadapi konsekuensi internal maupun eksternal dari perbuatannya tersebut.
Strakhov berkomentar bahwa "Hanya Kejahatan dan Hukuman yang dibaca pada tahun 1866" dan bahwa Dostoevsky telah berhasil menggambarkan sosok orang Rusia dengan tepat dan realistis.[211] Sebaliknya, Grigory Eliseev dari majalah radikal Sang Kontemporer menyebut novel tersebut sebagai "fantasi yang mana melaluinya seluruh kelompok mahasiswa dituduh tanpa terkecuali melakukan percobaan pembunuhan dan perampokan".[212] Encyclopædia Britannica mendeskripsikan Kejahatan dan Hukuman sebagai "sebuah mahakarya" dan "salah satu studi terbaik mengenai psikopatologi rasa bersalah yang pernah ditulis dalam bahasa apa pun."[213]
Judul ini merupakan rujukan ironis kepada karakter utama novel, Pangeran Lev Nikolayevich Myshkin, seorang pemuda yang kebaikannya, kesederhanaannya yang berhati terbuka, dan keluguannya menyebabkan banyak karakter yang lebih duniawi yang ia temui secara keliru berasumsi bahwa ia kurang memiliki kecerdasan dan wawasan. Dalam karakter Pangeran Myshkin, Dostoevsky menetapkan tugas bagi dirinya sendiri untuk menggambarkan "pria yang positif baik dan rupawan."[214] Novel ini menguji konsekuensi dari menempatkan individu yang begitu unik di pusat dari berbagai konflik, hasrat, gairah, dan egoisme masyarakat duniawi, baik bagi pria itu sendiri maupun bagi mereka yang terlibat dengannya.
Joseph Frank mendeskripsikan Sang Idiot sebagai "yang paling personal dari semua karya utama Dostoevsky, buku yang di dalamnya ia mewujudkan keyakinan-keyakinannya yang paling intim, paling disayangi, dan paling suci."[215] Novel ini mencakup deskripsi tentang beberapa cobaan pribadinya yang paling intens, seperti epilepsi dan eksekusi tiruan, serta mengeksplorasi tema-tema moral, spiritual, dan filosofis yang diakibatkannya. Motivasi utamanya dalam menulis novel ini adalah untuk menundukkan cita-cita tertingginya sendiri, yakni tentang cinta kasih Kristen yang sejati, pada ujian berat dalam masyarakat Rusia kontemporer.
Pemuja Setan adalah sebuah satire sosial dan politik, sebuah drama psikologis, serta tragedi berskala besar. Joyce Carol Oates mendeskripsikannya sebagai "novel Dostoevsky yang paling membingungkan dan penuh kekerasan, sekaligus karyanya yang paling 'tragis' secara memuaskan."[216] Menurut Ronald Hingley, novel ini adalah "serangan terbesarnya Dostoevsky terhadap Nihilisme", dan "salah satu pencapaian umat manusia yang paling mengesankan—bahkan mungkin pencapaian tertingginya—dalam seni fiksi prosa."[217]
Pemuja Setan merupakan sebuah alegori dari konsekuensi yang berpotensi menjadi bencana dari nihilisme politik dan moral yang mulai lazim di Rusia pada tahun 1860-an.[218] Sebuah kota fiktif terjerumus ke dalam kekacauan karena kota itu menjadi titik fokus dari percobaan revolusi, yang diatur oleh konspirator ahli Pyotr Verkhovensky. Sosok aristokrat misterius Nikolai Stavrogin—rekan Verkhovensky di ranah moral—mendominasi buku ini, mengerahkan pengaruh luar biasa terhadap hati dan pikiran hampir semua karakter lainnya. Generasi tahun 1840-an yang idealistis dan terpengaruh Barat, yang diwujudkan dalam karakter Stepan Verkhovensky (yang merupakan ayah Pyotr Verkhovensky sekaligus guru masa kecil Nikolai Stavrogin), disajikan sebagai nenek moyang tak sadar dan kaki tangan tak berdaya dari kekuatan-kekuatan "iblis" yang menguasai kota tersebut.
Karamazov Bersaudara adalah karya Dostoevsky yang paling besar. Novel ini menerima pujian baik dari para kritikus maupun secara populer dan, seperti halnya Kejahatan dan Hukuman, sering dikutip sebagai magnum opusnya.[219] Terdiri dari 12 "buku", novel ini menceritakan kisah tiga bersaudara: biksu pemula Alyosha, sang kafir Ivan, dan sang tentara Dmitri. Alur cerita utamanya adalah mengenai kematian ayah mereka, Fyodor Karamazov, sementara bagian lainnya merupakan argumen-argumen filosofis dan keagamaan oleh Romo Zosima kepada Alyosha.[220][221]
Bab yang paling terkenal adalah "Inkuisitor Agung", sebuah perumpamaan yang diceritakan oleh Ivan kepada Alyosha mengenai Kedatangan Kristus Kedua di Sevilla, Spanyol, di mana Kristus dipenjarakan oleh seorang penganut Katolik berusia sembilan puluh tahun yang bertindak sebagai Inkuisitor Agung. Alih-alih menjawabnya, Kristus memberinya sebuah ciuman, dan sang Inkuisitor kemudian membebaskannya, seraya menyuruhnya untuk tidak kembali lagi. Kisah ini telah disalahpahami sebagai pembelaan terhadap sang Inkuisitor, tetapi beberapa orang, seperti Romano Guardini, berpendapat bahwa Kristus dalam perumpamaan tersebut merupakan interpretasi Ivan sendiri tentang Kristus, "produk idealistis dari ketidakpercayaan". Namun, Ivan telah menyatakan bahwa dirinya menentang Kristus. Sebagian besar kritikus dan cendekiawan kontemporer setuju bahwa Dostoevsky menyerang Katolisisme Roma dan ateisme sosialis, yang mana keduanya diwakili oleh sang Inkuisitor. Ia memperingatkan para pembaca mengenai wahyu yang mengerikan di masa depan, merujuk pada Donasi Pippin sekitar tahun 750 dan Inkuisisi Spanyol pada abad ke-16, yang dalam pandangannya telah merusak Kekristenan sejati.[222][220][221]
Sigmund Freud menulis sebuah esai berjudul "Dostoevsky dan Pembunuhan Ayah" (bahasa Jerman: Dostojewski und die Vatertötung) sebagai artikel pengantar untuk sebuah koleksi ilmiah mengenai Karamazov Bersaudara.
Novel dan novela
|
Cerita pendek
|
Dostoevsky menggarisbawahi kaitan antara Katolisisme dan sosialisme sembari menegaskan keyakinannya pada sifat koersif dari tata negara mereka .
| Cari tahu mengenai Fyodor Dostoyevsky pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Teks sumber dari Wikisource | |
| Entri basisdata #y di Wikidata | |
Koleksi digital
Karya ilmiah
Pranala lain