Frontier Developments plc adalah pengembang permainan video asal Inggris yang didirikan oleh David Braben pada 28 Januari 1994 dan bermarkas di Cambridge Science Park, Cambridge, Inggris. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pengembang independen terkemuka di dunia dalam genre permainan simulasi konstruksi dan manajemen, dengan portofolio yang mencakup seri Elite, Planet Coaster, Planet Zoo, dan Jurassic World Evolution.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jenis perusahaan | Perusahaan publik terbatas |
|---|---|
| Kode emiten | AIM: FDEV |
| Industri | Permainan video |
| Didirikan | 28 Januari 1994 (1994-01-28) |
| Pendiri | David Braben |
| Kantor pusat | Cambridge Science Park, Cambridge, Inggris |
Tokoh kunci | Jonny Watts (CEO) David Braben (Presiden & Pendiri) David Wilton (Ketua) |
| Produk | Elite: Dangerous · RollerCoaster Tycoon 3 · Planet Coaster · Planet Zoo · Jurassic World Evolution · F1 Manager |
| Pendapatan | £114 juta (2022) |
| £41,1 juta (2022) | |
| £1,5 juta (2022) | |
Karyawan | ~790 (2022) |
| Anak usaha | Complex Games |
| Situs web | frontier |
Frontier Developments plc adalah pengembang permainan video asal Inggris yang didirikan oleh David Braben pada 28 Januari 1994 dan bermarkas di Cambridge Science Park, Cambridge, Inggris.[1] Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pengembang independen terkemuka di dunia dalam genre permainan simulasi konstruksi dan manajemen, dengan portofolio yang mencakup seri Elite, Planet Coaster, Planet Zoo, dan Jurassic World Evolution.
Nama perusahaan diambil dari dua judul awal seri Elite yang menjadi dasar berdirinya studio ini: Frontier: Elite II dan Frontier: First Encounters. Pada 2013, perusahaan ini dicatatkan di segmen AIM Bursa Efek London dengan kode saham FDEV.[2]
Frontier Developments didirikan pada Januari 1994 oleh David Braben, yang sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu pencipta permainan Elite (1984) bersama Ian Bell.[3] Permainan pertama studio ini adalah versi Amiga CD32 dari Frontier: Elite II (1993), disusul Frontier: First Encounters (1995) — sekuel pertama dan kedua dari Elite orisinal.
Pada dekade awal keberadaannya, Frontier aktif mengembangkan permainan untuk berbagai penerbit besar. Di antara karya-karya awal yang menonjol adalah Dog's Life (2003) dan Wallace & Gromit in Project Zoo (2003) untuk Sony, serta seri Wallace & Gromit lainnya.
Periode ini ditandai dengan kolaborasi Frontier bersama sejumlah penerbit besar. Pada 2004, studio merilis RollerCoaster Tycoon 3 yang dikembangkan untuk Atari, sebuah permainan simulasi taman hiburan yang mendapat sambutan komersial yang kuat dan memperkuat reputasi Frontier dalam genre simulasi manajemen.[4]
Frontier kemudian mengembangkan seri Thrillville (2006–2007) untuk LucasArts, LostWinds (2008) untuk WiiWare Nintendo, serta Kinectimals (2010) dan Kinect Disneyland Adventures (2011) untuk Microsoft. Pada periode ini pula, antara 2005 dan 2011, Frontier menggarap The Outsider, sebuah permainan aksi-petualangan ambisius yang akhirnya dibatalkan setelah penerbitnya, Codemasters, menghentikan dukungan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja hampir 30 karyawan.[5]
Pada 2012, Frontier meluncurkan kampanye Kickstarter yang sukses untuk Elite: Dangerous, mengumpulkan dana yang cukup untuk mengembangkan sekuel dari seri Elite. Pada tahun yang sama, studio membuka kantor di Halifax, Nova Scotia, Kanada — yang kemudian ditutup pada Januari 2015. Pada Juli 2013, Frontier Developments dicatatkan secara publik di bursa saham AIM London.[6]
Setelah rilis Elite: Dangerous pada Desember 2014, Frontier mengumumkan kebijakan untuk menerbitkan semua permainan masa depannya secara mandiri, tanpa bergantung pada penerbit pihak ketiga.[7] Langkah ini dimulai dengan Planet Coaster (2016), permainan simulasi manajemen taman hiburan yang mendapat sambutan kritis dan komersial yang sangat positif.
Pada Februari 2017, Frontier mengumumkan telah memperoleh lisensi dari Universal Pictures untuk mengembangkan permainan bertema waralaba film besar, yang kemudian terungkap sebagai Jurassic World Evolution — dirilis pada 12 Juni 2018 bersamaan dengan peluncuran film Jurassic World: Fallen Kingdom.[8]
Pada Juli 2017, perusahaan investasi asal Tiongkok Tencent mengakuisisi saham sebesar 9% di Frontier Developments senilai £17,7 juta.[9]
Pada 2019, Frontier mendirikan label penerbitan pihak ketiga bernama Frontier Publishing (kemudian diganti nama menjadi Frontier Foundry pada 2020), yang menerbitkan sejumlah permainan dari studio lain seperti Lemnis Gate, Stranded: Alien Dawn, FAR: Changing Tides, Deliver Us Mars, The Great War: Western Front, dan Warhammer 40,000: Chaos Gate – Daemonhunters. Namun pada Juni 2023, Frontier mengumumkan penghentian seluruh aktivitas penerbitan pihak ketiga akibat kinerja finansial yang mengecewakan.[10]
Pada Agustus 2022, David Braben mengundurkan diri dari jabatan CEO dan beralih ke peran baru sebagai Presiden & Pendiri. Posisi CEO kemudian diambil alih oleh Jonny Watts, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Creative Officer selama satu dekade.[11] Pada November 2022, Frontier mengakuisisi studio Kanada Complex Games, pengembang Warhammer 40,000: Chaos Gate – Daemonhunters.[12]
Pada Oktober 2023, Frontier mengumumkan pemutusan hubungan kerja sejumlah karyawan dalam tinjauan organisasi internal, menyusul performa komersial yang mengecewakan dari Warhammer Age of Sigmar: Realms of Ruin (2023) yang menyebabkan harga saham perusahaan anjlok 20%.[13]
Seluruh permainan Frontier dikembangkan menggunakan mesin permainan proprietary milik perusahaan yang dikenal sebagai Cobra. Mesin ini telah digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan selama lebih dari tiga dekade, mendukung berbagai platform mulai dari PC hingga konsol generasi terkini. Kemampuan mesin Cobra mencakup rendering lingkungan yang luas, simulasi fisika kompleks, dan sistem manajemen entitas berskala besar yang menjadi fondasi permainan-permainan simulasi Frontier.[14]
Seri Planet Coaster merupakan waralaba simulasi taman hiburan mandiri pertama Frontier, yang menjadikan studio ini pemimpin genre setelah pengalaman panjang mereka bersama seri RollerCoaster Tycoon.
Seri Planet Zoo merupakan waralaba simulasi kebun binatang mandiri Frontier, yang menekankan kesejahteraan hewan dan konservasi satwa liar sebagai mekanika inti.
Seri Jurassic World Evolution merupakan salah satu waralaba terbesar yang pernah dikembangkan Frontier, berdasarkan lisensi resmi dari Universal Pictures dan Amblin Entertainment.
| Judul | Tahun | Platform | Penerbit |
|---|---|---|---|
| Frontier: Elite II (versi Amiga CD32) | 1993 | Amiga CD32 | Gametek |
| Frontier: First Encounters | 1995 | MS-DOS | GameTek |
| RollerCoaster Tycoon 3 | 2004 | PC, Mac | Atari |
| Wallace & Gromit in Project Zoo | 2003 | PC, Xbox, PS2 | BAM! Entertainment |
| LostWinds | 2008 | WiiWare | Frontier Developments |
| Kinectimals | 2010 | Xbox 360 | Microsoft Studios |
| Elite: Dangerous | 2014 | PC, PS4, Xbox One | Frontier Developments |
| Planet Coaster | 2016 | PC, PS4, PS5, Xbox | Frontier Developments |
| Jurassic World Evolution | 2018 | PC, PS4, Xbox One, Switch | Frontier Developments |
| Planet Zoo | 2019 | PC, PS5, Xbox Series X/S | Frontier Developments |
| Jurassic World Evolution 2 | 2021 | PC, PS4, PS5, Xbox | Frontier Developments |
| F1 Manager 2022 | 2022 | PC, PS4, PS5, Xbox | Frontier Developments |
| Planet Coaster 2 | 2024 | PC, PS5, Xbox Series X/S | Frontier Developments |
| Jurassic World Evolution 3 | 2025 | PC, PS5, Xbox Series X/S | Frontier Developments |