Friends of the Earth International (FoEI) adalah organisasi lingkungan berbasis akar rumput yang memiliki jaringan organisasi anggota di berbagai negara. FoEI beroperasi secara independen tanpa afiliasi langsung dengan pemerintah dan menyoroti isu-isu lingkungan hidup pada tingkat internasional. Organisasi ini terdiri atas kelompok aktivis lingkungan dengan gerakan konservasi yang bertujuan mempromosikan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. FoEI bekerja melalui jaringan internasional yang mendukung perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Friends of the Earth International (FoEI) adalah organisasi lingkungan berbasis akar rumput yang memiliki jaringan organisasi anggota di berbagai negara.[1] FoEI beroperasi secara independen tanpa afiliasi langsung dengan pemerintah dan menyoroti isu-isu lingkungan hidup pada tingkat internasional.[2] Organisasi ini terdiri atas kelompok aktivis lingkungan dengan gerakan konservasi yang bertujuan mempromosikan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.[3] FoEI bekerja melalui jaringan internasional yang mendukung perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis dunia.[4]
Organisasi ini didirikan pada tahun 1969 di San Francisco oleh David Brower, Donald Aitken, dan Gary Soucie, setelah Brower berpisah dari Sierra Club karena perbedaan pandangan mengenai pendekatan dan sasaran kegiatan.[5][6][7] Pada tahun 1971, FoEI resmi menjadi jaringan internasional melalui pertemuan perwakilan dari Amerika Serikat, Swedia, Britania Raya, dan Prancis.[8][9]
Kelompok nasional Friends of the Earth (FoE) beroperasi secara otonom dari Friends of the Earth International (FoEI) namun berbagi nilai yang menempatkan kepentingan manusia dan lingkungan di atas motif keuntungan ekonomi global. Setiap kelompok anggota diharuskan menangani isu lingkungan utama di negara masing-masing dalam konteks sosial, politik, dan hak asasi manusia. Fokus aksi FoEI meliputi perlindungan hak lingkungan dan hak asasi manusia, konservasi keanekaragaman hayati yang terancam, serta pemenuhan utang ekologis oleh negara-negara kaya. Isu yang menjadi perhatian banyak kelompok nasional saat ini mencakup perubahan iklim, ketahanan pangan, deforestasi, perdagangan, dan globalisasi.[10]
Kelompok nasional Friends of the Earth (FoE) memperoleh dana dari berbagai sumber, termasuk iuran anggota individu, yayasan, dan kegiatan perdagangan, dengan tingkat pendapatan tahunan yang berbeda.[11] Beberapa kelompok di negara berkembang, seperti Eswatini dan Papua Nugini, menerima dukungan keuangan dari yayasan atau lembaga bantuan di negara maju.[12] Friends of the Earth International (FoEI) dibiayai melalui donasi dari kelompok anggota, pemerintah, dan yayasan.[13][14]
Kelompok anggota Friends of the Earth di suatu negara dapat menggunakan nama Friends of the Earth atau padanan terjemahannya dalam bahasa nasional, misalnya Friends of the Earth (US),[15] Friends of the Earth England, Wales and Northern Ireland (EWNI),[16] atau Amigos de la Tierra (Spanyol dan Argentina).[17] Beberapa kelompok anggota menggunakan nama berbeda, yang mencerminkan asal-usul independen sebelum bergabung,[18] seperti Pro Natura (Swiss),[19] Korean Federation for Environmental Movement,[20] Environmental Rights Action (Nigeria),[21] dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).[22]
Friends of the Earth International (FoEI) didukung oleh sekretariat yang berkedudukan di Amsterdam dan komite eksekutif yang dikenal sebagai ExCom.[23][24] ExCom dipilih oleh semua kelompok anggota dalam pertemuan umum yang diadakan setiap dua tahun dan memiliki wewenang untuk mengelola sekretariat FoEI. Pertemuan sekaligus menetapkan kebijakan umum dan prioritas kegiatan.[25]