Fresly Nikijuluw adalah seorang penyanyi dan musisi asal Ambon. Ia dikenal luas melalui lagu-lagu berbahasa daerah Maluku, terutama Tamang Pung Kisah yang dirilis pada 19 Desember 2021 melalui kanal YouTube resminya, Fresly Nikijuluw Official. Lagu tersebut memperoleh jutaan penonton dan menjadi salah satu karya yang memopulerkan namanya di industri musik Tanah Air.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Fresly Nikijuluw | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi pribadi | |||||||
| Lahir | Fresly Nikijuluw 30 Juli 1998 | ||||||
| Negara | Indonesia | ||||||
| Pendidikan | |||||||
| Pekerjaan | Penyanyi dan penulis lagu | ||||||
| Informasi YouTube | |||||||
| Nama samaran | Fresly | ||||||
| Kanal | |||||||
| Tahun aktif | 2020—sekarang | ||||||
| Genre | Pop | ||||||
| Pelanggan | 700rb Subscribers[1] | ||||||
| Total tayang | 353Jt lebih[1] | ||||||
| Artis terkait | Toton Caribo,Wizz baker dan Justy Aldrin | ||||||
| |||||||
Fresly Nikijuluw (lahir 30 Juli 1998) adalah seorang penyanyi dan musisi asal Ambon. [2] Ia dikenal luas melalui lagu-lagu berbahasa daerah Maluku, terutama Tamang Pung Kisah yang dirilis pada 19 Desember 2021 melalui kanal YouTube resminya, Fresly Nikijuluw Official. Lagu tersebut memperoleh jutaan penonton dan menjadi salah satu karya yang memopulerkan namanya di industri musik Tanah Air.[3]
Fresly merupakan alumnus Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Ambon (IAKN) . Selama menempuh pendidikan, ia aktif dalam berbagai kegiatan musik serta terlibat dalam sejumlah acara kampus yang mengusung pesan perdamaian dan mempromosikan budaya Maluku.[4]
Karier bermusik Fresly Nikijuluw dimulai dari panggung-panggung lokal di Maluku, di mana ia mewarisi bakat menyanyinya dari sang ayah. Setelah menyelesaikan pendidikan musiknya di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, namanya mulai meroket dan dikenal luas berkat lagu-lagu pop timurnya yang menggunakan dialek khas Ambon, yang viral di platform media sosial seperti TikTok dan YouTube. Lagu-lagu hitsnya yang mengantarkannya ke puncak popularitas antara lain "Tamang Pung Kisah" (2021), "Mantan" (2021), "Rasa Su Kalah" (2022), dan "Hallo Ade Nona" (2023), yang berhasil menarik jutaan penonton. Kesuksesan di media sosial ini membawanya ke panggung-panggung yang lebih besar, termasuk tur musik di berbagai daerah di Indonesia penampilan di acara televisi nasional.[5][6]
Fresly juga dikenal sering berkolaborasi dengan musisi lain, seperti Toton Caribo dalam lagu "Egois" (2025) dan COO Project dalam lagu "Rindu" (2025). Puncak karier internasionalnya terjadi pada tahun 2023 ketika ia tampil sebagai artis utama dalam acara Hari Maluku (Molukse Dag) di Kwaku Festival, Amsterdam, Belanda. Di acara tersebut, ia menghibur ribuan penonton keturunan Maluku dan masyarakat lainnya, membawakan tembang-tembang hitsnya seperti "Tamang Mabo", "Mantan", "Tunggu Beta Kele", dan "Parcuma". Hingga kini, Fresly terus produktif dengan merilis karya-karya baru, seperti "Kita Yang Berbeda" (2024), "Jujur Seng Bisa" (2025), dan "Rindu" (2025), menjadikannya salah satu bintang muda yang membangkitkan kembali popularitas musik khas Ambon.[7]
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Nomine | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Anugerah Musik Indonesia | Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik | Ngapain Repot | Nominasi |