Giovanni di Pietro di Bernardone, dikenal dengan Fransiskus dari Assisi merupakan seorang biarawan Gereja Katolik yang mendirikan Ordo Fratrum Minorum pada tahun 1209. Fransiskus terinspirasi dalam menjalani hidup kemiskinan sebagai pewarta Injil. Menjadi salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Kekristenan, Fransiskus menerima kanosisasi oleh Paus Gregorius IX pada 16 Juli 1228. Fransiskus sering digambarkan memakai jubah coklat dengan ikatan tali di sekitar pinggang dan nampak tiga simpul sebagai simbol tiga kaul Fransiskan yakni kemiskinan, kesucian, dan ketaatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Santo Fransiskus dari Assisi | |
|---|---|
Lukisan yang dibuat oleh Jusepe de Ribera | |
| Santo, Diakon, Biarawan, Dan Pendiri Salah Satu Ordo Gereja Katolik. | |
| Lahir | Pada tanggal 10 Juli 1182 di Kota Assisi |
| Meninggal | Pada tanggal 3 Oktober 1226 (Usia 44), di Kota Assisi, Italia |
| Dihormati di | Gereja Katolik, Gereja Lutheran, Gereja Katolik Lama dan Gereja Anglikan.[1] [2] |
| Tempat ziarah | Basilika Santo Fransiskus dari Assisi |
| Pesta | 4 Oktober |
| Atribut | Salib, Burung Merpati, Pax et Bonum, Poor Franciscan habit, dan Stigmata. |
| Pelindung | Binatang, Lingkungan, dan Saudagar. |
Giovanni di Pietro di Bernardone (ca 1181 – 3 Oktober 1226), dikenal dengan Fransiskus dari Assisi (bahasa Italia: Francesco d'Assisicode: it is deprecated ; bahasa Latin: Franciscus Assisiensiscode: la is deprecated ) merupakan seorang biarawan Gereja Katolik yang mendirikan Ordo Fratrum Minorum pada tahun 1209. Fransiskus terinspirasi dalam menjalani hidup kemiskinan sebagai pewarta Injil. Menjadi salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Kekristenan,[3][4] Fransiskus menerima kanosisasi oleh Paus Gregorius IX pada 16 Juli 1228. Fransiskus sering digambarkan memakai jubah coklat dengan ikatan tali di sekitar pinggang dan nampak tiga simpul sebagai simbol tiga kaul Fransiskan yakni kemiskinan, kesucian, dan ketaatan.
Pada tahun 1219, Fransiskus memutuskan pergi ke Mesir untuk berusaha berbicara dengan Sultan Malik al-Kamil untuk mengakhiri Perang Salib Kelima.[5] Di tahun 1223, Fransiskus menyelenggarakan peristiwa Gua Natal langsung (hidup) yang pertama sebagai bagian dari tradisi tahunan Natal di Greccio.[6][7] Menurut tradisi Kristiani, pada tahun 1224 Fransiskus mendapatkan stigmata ketika tengah mengalami penglihatan ilahi akan malaikat Serafim.[8]
Fransiskus mendirikan Ordo Fratrum Minorum khusus pria, Ordo Santa Klara khusus wanita, Ordo Ketiga Santo Fransiskus, serta Kustodi Tanah Suci. Setelah ordonya mendapat persetujuan resmi dari Paus Inonsensius III, Fransiskus semakin menjauhkan dirinya dari urusan eksternal.
Fransiskus dikaitkan sebagai pelindung binatang dan lingkungan. Menjadi sebuah kebiasaan dalam Gereja untuk mengadakan sebuah upacara pemberkatan hewan pada tiap hari peringatannya di tanggal 4 Oktober. Fransiskus juga dikenal akan devosinya kepada Ekaristi.[9] Bersama Katarina dari Siena, Fransiskus dijadikan sebagai santo pelindung Italia. Selain itu Kota San Fransisco di California, AS juga memakai namanya.
Fransiskus dari Assisi lahir di penghujung tahun 1181, menjadi salah satu anak dari saudagar pakaian (kain) kaya raya bernama Pietro di Bernardone dei Moriconi (ayahnya) yang berasal dari Assisi, Kadipaten Spoleto, Kekaisaran Romawi Suci dan seorang bangsawan bernama Pica di Bourlemont (ibunya) yang berasal dari Provence, Prancis.[10] Pietro diyakini sedang dalam urusan bisnis di Prancis ketika kelahiran Fransiskus di Assisi, dan segera Pica mengurus pembaptisannya di Gereja Katedral San Rufino dengan nama Giovanni (Yohanes).[11] Sewaktu Pietro kembali, Pietro mengganti nama baptis anaknya itu dengan nama Francesco (Fransiskus), yang mungkin sebagai bentuk rasa hormat akan kesuksesan dan semangatnya terhadap hal-hal berbau Prancis.[12]
Dimanjakan oleh orang tuanya, Fransiskus hidup dalam gaya hidup glamor layaknya anak dari kalangan kaya raya.[8] Fransiskus muda kala itu sangat suka akan Troubadour dan kagum dengan semua hal tentang Transalpine.[12] Pesonanya menawan, jenaka, gagah, dan tampil dengan pakaian mewah. Fransiskus juga sering menghamburkan uangnya.[7]
Pada Suatu Hari, Beliau mendengar sebuah Khotbah dari Kitab Matius Pasal 10:9. Di dalam Khotbah tersebut, Yesus Kristus mengajarkan pengikutnya, Bahwa mereka harus pergi memberitakan Injil Ke Seluruh Dunia dan mereka dihimbau supaya tidak membawa Uang, Tongkat, ataupun memakai sepatu. Santo Fransiskus Pun memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke dalam kehidupan Kemiskinan dan Kerasulan dengan memakai Pakaian kumul, Bertelanjang kaki, Tidak membawa Uang, tongkat dan bekal. Seorang temannya, Yang bernama Bernardo di Quintavalle, bergabung dengan Ordo tersebut. Beliau menyumbangkan segala miliknya untuk Pekerjaan tersebut. Begitu pula dengan anggota anggota yang lainnya.
Anggota Ordo Persaudaraan tersebut tinggal di Sebuah Rumah Sakit kusta yang sudah tidak dipergunakan lagi. Rumah Sakit tersebut terletak di Kota Rivo Torto. Akan tetapi, Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkeliling di Sekitar pegunungan Umbria. Hidup mereka sangat mirip dengan Pertapa.
Pada Tahun 1209, Santo Fransiskus memimpin pengikutnya ke Kota Roma dengan tujuan meminta Izin dari Sri Paus untuk mendirikan sebuah Ordo Gereja Katolik yang baru. Awalnya, Izin mereka ditolak oleh Sri Paus, Akan tetapi, Mereka mendapatkan Izin dari Sri Paus yang Berikutnya, Yakni, Paus Inosensius III.

Pekerjaan mereka adalah memberikan tempat tinggal serta Makanan bagi orang Sakit dan orang Miskin.
Mereka berkumpul bersama setiap Tahun, Tepatnya, Pada hari Pentakosta di Sebuah Gereja kecil di Kota Assisi, Untuk mempererat hubungan Persaudaraan.
Santo Fransiskus memulai perjalanannya ke Kerajaan Mesir dan ke Kerajaan Filistin (Palestina), Pada saat Perang Salib Kelima, Ia berusaha memberitakan Injil kepada Sultan Al-Kamil.
fakta santo fransiskus assisi
Dibenci Ayahnya
pilihan fransiskus assisi sangat bertentangan dengan ayahnya sehingga ayahnya marah dan berjanji tidak sepeserpun sebagian dari hartanya.
[13]Pengkotbah yang ajaib
fransiskus berkotbah bukan hanya kepada manusia tetapi kepada tumbuhan dan hewan.
Santa Clara dari Assisi adalah Seorang Biarawati yang tertarik akan pemberitaan dan kehidupan Santo Fransiskus. Beliau mendirikan sebuah Ordo Gereja Katolik yang mirip dengan Ordo Fransiskan, Yakni, Ordo Santa Klara.
Ordo Fransiskan menebarkan devosi terhadap hidup Fransiskus mulai semenjak kanosisasinya hingga kini. Banyak permintaan lukisan atau bentuk seni lainnya untuk gereja-gereja Fransiskan, baik itu menampilkan Fransiskus sebagai orang suci atau menggambarkan beberapa kisah perjalanan hidupnya. Sebagian besar seni bergaya Fresko awal terdapat di Basilika Santo Fransiskus dari Assisi.
Tidak terhitung ilustrasi Santo Fransiskus dari Assisi pada abad ke-17 dan ke-18 dan rupa malaikat bernyanyi di gereja dan museum di penjuru Eropa Barat. Beragam variasi dalam penamaan ilustrasi, salah satunya menggambarkan Fransiskus dalam situasi "terhibur", "menyejukkan", "penglihatan ilahi" atau "pengangkatan". Kehadiran malaikat bernyanyi sendiri mungkin atau tidak disebutkan.[14]

Ratusan buku telah ditulis tentang Fransiskus. Rekomendasi berikut berasal dari Biarawan Fransiskan Conrad Harkins (1935–2020), Direktur Institut Fransiskan di Universitas St. Bonaventure.[17]
