François Bédarida, adalah seorang sejarawan Prancis. Ia adalah pakar dalam bidang sejarah Inggris pada zaman Ratu Victoria dan Prancis pada masa Perang Dunia II. Ia juga banyak bersumbangsih terhadap kajian Holocaust. Ia pernah menjabat sebagai direktur Maison française di Oxford.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| François Bédarida | |
|---|---|
| Lahir | 14 Maret 1926 Lyons, Prancis |
| Meninggal | 16 September 2001(2001-09-16) (umur 75) Fontaine-le-Port, Prancis |
| Dikenal atas | Ahli sejarah Inggris dan Prancis |
| Suami/istri | Renėe Bédarida |
| Anak | 3 |
| Penghargaan | Prix Mémoire de la Shoah 1992, Chevalier de la Légion d'honneur, Officier de l'ordre national du Mérite 1999 |
| Latar belakang akademis | |
| Alma mater | École normale supérieure (Paris) |
| Karya akademis | |
| Disiplin ilmu | history |
| Cabang disiplin ilmu | Inggriz Zaman Victoria, Perang Dunia II, Prancis Vichy, Antisemitisme |
| Lembaga | Centre national de la recherche scientifique, Institut de France, Universitas Sorbonne, Universitas Oxford |
| Penghargaan
| |
François Bédarida, (14 Maret 1926 di Lyon – 16 September 2001 di Fontaine-le-Port) adalah seorang sejarawan Prancis. Ia adalah pakar dalam bidang sejarah Inggris pada zaman Ratu Victoria dan Prancis pada masa Perang Dunia II. Ia juga banyak bersumbangsih terhadap kajian Holocaust. Ia pernah menjabat sebagai direktur Maison française di Oxford.[1]
François Bédarida dilahirkan di keluarga cendekiawan Katolik. Ayahnya, Henri Bédarida, adalah spesialis kajian Italia dan seorang profesor di Sorbonne. François mengenyam pendidikan di Lycée Montaigne (Paris), Lycée Louis-le-Grand, dan Lycée Henri-IV, dan ia dianggap sebagai siswa yang cerdas.[2]
Pada saat Prancis diduduki oleh Jerman Nazi, ayahnya memberi perlindungan kepada imam Katolik Pierre Chaillet SJ.[3][4] Bédarida yang masih muda terlibat dalam gerakan perlawanan Prancis dan bergabung dengan gerakan Témoignage chrétien; di situ ia bertemu dengan wanita yang akan menjadi istrinya, Renée Bédarida.[1]