Fotokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari interaksi antara atom, molekul kecil, dan cahaya. Sebagaimana disiplin ilmu lainnya, fotokimia menggunakan sistem satuan SI atau metrik. Unit dan konstanta yang sering dipergunakan antara lain adalah meter, detik, hertz, joule, mol, konstanta gas R, serta konstanta Boltzmann. Semua unit dan konstanta ini juga merupakan bagian dari bidang kimia fisik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari sebuah seri tentang |
| Ilmu pengetahuan |
|---|
| Umum |
| Cabang |
| Dalam masyarakat |
Fotokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari interaksi antara atom, molekul kecil, dan cahaya (atau radiasi elektromagnetik).[1][2] Sebagaimana disiplin ilmu lainnya, fotokimia menggunakan sistem satuan SI atau metrik. Unit dan konstanta yang sering dipergunakan antara lain adalah meter, detik, hertz, joule, mol, konstanta gas R, serta konstanta Boltzmann. Semua unit dan konstanta ini juga merupakan bagian dari bidang kimia fisik.
Fotoeksitasi merupakan tahap pertama dalam proses fotokimia yang mana reaktan dinaikkan ke keadaan energi yang lebih tinggi, yaitu keadaan tereksitasi.[3] Hukum pertama dalam fotokimia, yaitu hukum Grotthuss-Draper oleh ahli kimia Theodor Grotthuss dan John W. Draper, menyatakan bahwa cahaya harus diserap oleh zat kimia agar reaksi fotokimia dapat terjadi. Sedangkan menurut hukum kedua fotokimia, yaitu hukum Stark-Einstein oleh fisikawan Johannes Stark dan Albert Einstein, menyatakan bahwa untuk setiap foton cahaya yang diserap oleh sistem kimia, tidak lebih dari satu molekul yang diaktifkan untuk reaksi fotokimia, seperti yang ditentukan oleh hasil kuantum.[2]