Florence Nwanzuruahu Nkiru Nwapa , adalah seorang penulis Nigeria yang disebut sebagai ibu Sastra Afrika modern. Ia menjadi pelopor generasi penulis-penulis perempuan Afrika sekaligus novelis perempuan Afrika pertama yang karyanya diterbitkan dalam bahasa Inggris di Britania Raya. Ia memeroleh pengakuan internasional dengan novel pertamanya Efuru, yang diterbitkan pada tahun 1966 oleh Heinemann Educational Books. Meskipun tidak pernah menganggap dirinya seorang feminis, ia terkenal karena menciptakan kembali kehidupan dan tradisi dari sudut pandang perempuan Igbo. Nwapa sendiri adalah seorang kepala suku dengan gelar Ogbuefi yang sebelumnya digunakan secara eksklusif untuk laki-laki.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Florence Nwanzuruahu Nkiru Nwapa ⓘ (13 Januari 1931–16 Oktober 1993), adalah seorang penulis Nigeria yang disebut sebagai ibu Sastra Afrika modern.[1] Ia menjadi pelopor generasi penulis-penulis perempuan Afrika sekaligus novelis perempuan Afrika pertama yang karyanya diterbitkan dalam bahasa Inggris di Britania Raya. Ia memeroleh pengakuan internasional dengan novel pertamanya Efuru, yang diterbitkan pada tahun 1966 oleh Heinemann Educational Books. Meskipun tidak pernah menganggap dirinya seorang feminis, ia terkenal karena menciptakan kembali kehidupan dan tradisi dari sudut pandang perempuan Igbo. Nwapa sendiri adalah seorang kepala suku dengan gelar Ogbuefi yang sebelumnya digunakan secara eksklusif untuk laki-laki.[2]
Nwapa menerbitkan literatur Afrika dan mengadvokasikan perempuan dalam masyarakat Afrika. Ia menjadi salah satu penerbit perempuan Afrika pertama dengan mendirikan Tana Press di Nigeria pada tahun 1970. Nwapa terlibat dalam pekerjaan pemerintah dalam rekonstruksi setelah Perang Biafra. Ia membantu anak yatim dan pengungsi yang terpaksa pergi dari tempat tinggalnya selama perang.[1]