Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pancing sulut

Pancing sulut atau mengompori adalah salah satu jenis konflik yang biasa terjadi di dalam dunia maya (cyberspace), terutama di milis dan forum internet, di mana serangkaian pesan yang menghina menjadi akar permasalahan. Pancing sulut merupakan tindakan mengirim atau memposting pesan yang bersifat menyerang, menghina, atau provokatif melalui media sosial maupun platform daring. Perilaku ini umumnya ditandai dengan penggunaan bahasa kasar, nada agresif, serta tujuan untuk menjatuhkan lawan bicara alih-alih melakukan diskusi secara sehat.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan membantu. Ada saran di halaman pembicaraan. (November 2025)

Pancing sulut atau mengompori (bahasa Inggris: flamingcode: en is deprecated ) adalah salah satu jenis konflik yang biasa terjadi di dalam dunia maya (cyberspace), terutama di milis dan forum internet, di mana serangkaian pesan yang menghina menjadi akar permasalahan. Pancing sulut merupakan tindakan mengirim atau memposting pesan yang bersifat menyerang, menghina, atau provokatif melalui media sosial maupun platform daring. Perilaku ini umumnya ditandai dengan penggunaan bahasa kasar, nada agresif, serta tujuan untuk menjatuhkan lawan bicara alih-alih melakukan diskusi secara sehat.[1]

Dalam kajian linguistik, flaming dikategorikan sebagai tindak tutur ekspresif yang mengandung cercaan, sumpah serapah, atau ujaran kebencian yang diutarakan dalam interaksi daring.[2] Dengan demikian, flaming merepresentasikan ekspresi emosi negatif yang disalurkan melalui komunikasi digital, yang sering kali dipicu oleh faktor anonimitas yang membuat individu lebih berani mengekspresikan agresinya.

Tujuan

Tujuan perilaku pancing sulut di media sosial dapat beragam. Pertama, sebagai sarana pelampiasan emosi; individu menggunakan komentar agresif untuk menyalurkan rasa frustrasi dan kemarahan.[3] Kedua, pancing sulut berfungsi untuk menarik perhatian atau memicu reaksi emosional dari pihak lain, terutama ketika pelaku ingin menjadi pusat perdebatan. Ketiga, dalam konteks tertentu, pancing sulut dimanfaatkan untuk menyerang reputasi lawan atau mendominasi percakapan dengan merendahkan argumen orang lain.[2] Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pancing sulut dapat pula dipandang sebagai bentuk ekspresi moral outrage, yakni upaya untuk menunjukkan penolakan keras terhadap perilaku yang dianggap tidak dapat diterima.[4] Dengan demikian, tujuan pancing sulut tidak semata bersifat agresif personal, melainkan juga dapat berperan sebagai alat komunikasi sosial, meskipun efeknya lebih bersifat destruktif dibanding konstruktif.

Faktor penyebab

Perilaku pancing sulut dalam komunikasi daring dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan situasional.[5] Salah satunya adalah kecenderungan disinhibition seeking, yaitu dorongan untuk mencari sensasi dan kebebasan berekspresi. Dalam kondisi anonim yang minim isyarat sosial, individu cenderung lebih berani mengekspresikan diri serta mengambil risiko sehingga pancing sulut kerap muncul sebagai bentuk hiburan atau pengisi waktu luang. Selain itu, perilaku ini dapat dipicu oleh kecemasan dan stres. Tekanan akibat komentar bermusuhan, rasa frustrasi terhadap sistem, maupun keterbatasan waktu sering kali mendorong individu melampiaskan emosinya melalui pancing sulut sebagai bentuk pelarian sementara. Faktor lain yang turut berperan adalah sifat asertif dan dorongan dominasi. Individu yang kompetitif dan berorientasi pada kekuasaan cenderung menggunakan flaming untuk menegaskan dominasi atas orang lain, terutama ketika berinteraksi secara anonim.

Dari sisi gender, penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih sering melakukan pancing sulut dibandingkan perempuan. Perilaku ini umumnya dilakukan untuk tujuan hiburan, sehingga mayoritas pelaku pancing sulut berasal dari kelompok laki-laki. Selain itu, karakteristik komunikasi elektronik turut memengaruhi. Sifat anonim dan minimnya isyarat sosial dalam interaksi daring memungkinkan seseorang untuk berperilaku menyimpang. Bahkan dalam situasi seperti rapat daring yang berlangsung lama, pancing sulut dapat muncul sebagai upaya mengatasi kebosanan. Oleh karena itu, pancing sulut tidak hanya dipandang sebagai perilaku individual, tetapi juga sebagai hasil interaksi antara kondisi psikologis, faktor sosial, dan karakteristik komunikasi digital.

Jenis-jenis

Flame Trolling

Flame trolling adalah tindakan mengirim pesan provokatif atau ofensif (flamebait) di forum, grup diskusi, atau mailing list dengan tujuan memancing kemarahan atau perdebatan. Tindakan ini memberikan kesempatan kepada pengirim untuk memicu konflik secara anonim tanpa menghadapi konsekuensi langsung.

Flame War

Flame war terjadi ketika banyak pengguna menanggapi pesan provokatif hingga berkembang menjadi perdebatan massal yang mengganggu jalannya diskusi utama. Flame war dapat berisi hinaan, ancaman, atau bahasa kasar, meskipun sebagian sosiolog memandangnya sebagai fenomena sosial yang dapat mempererat solidaritas kelompok. Ujaran dalam flame war umumnya tidak dianggap terlalu serius.

Political Flaming

Political flaming muncul ketika pandangan politik seseorang dipertanyakan atau ditantang, sehingga menimbulkan kemarahan. Identitas anonim membuat individu lebih berani menyerang. Studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa individu yang memiliki pengalaman dalam diskusi politik lebih mungkin terlibat dalam flame, dengan agresi verbal sebagai faktor pendorong utamanya.

Corporate Flaming

Corporate flaming merupakan serangan komentar negatif secara masif terhadap karyawan, produk, atau merek perusahaan. Penyebabnya dapat berasal dari perilaku tidak pantas, layanan yang buruk, pelanggaran etika, hingga respons perusahaan yang tidak memadai. Dampaknya meliputi kerusakan reputasi, penurunan kepercayaan pelanggan, penurunan nilai saham, bahkan potensi tuntutan hukum. Proses pemulihan reputasi perusahaan akibat corporate flaming dapat memerlukan waktu yang lama.

Dampak

Pancing sulut memiliki dampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan emosional korban. Dari aspek kesehatan mental, korban sering mengalami peningkatan kecemasan, depresi, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.[6] Dampak tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menimbulkan penurunan rasa percaya diri serta prestasi akademik.[7] Selain itu, flaming memicu reaksi emosional seperti rasa malu, terhina, dan perasaan dinilai negatif.[8] Kondisi ini sering kali mendorong korban untuk menghindari interaksi sosial dan, dalam beberapa kasus, memunculkan kerentanan terhadap masalah keuangan.

Flaming juga dapat menyebabkan fenomena self-dehumanization, yaitu keadaan di mana korban menjadi mati rasa secara emosional.[9] Hal ini dapat mengurangi empati terhadap orang lain serta meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku agresif lanjutan. Dampak flaming tidak hanya dirasakan pada tingkat individu, tetapi juga dalam konteks sosial yang lebih luas.

Berbeda dari anggapan umum, flaming tidak secara efektif merusak reputasi korban.[4] Sebaliknya, perilaku ini cenderung menciptakan citra negatif bagi pelaku, yang sering kali dipandang buruk oleh pihak ketiga. Dalam komunitas daring, flaming juga dipengaruhi oleh dinamika kelompok. Faktor konformitas sosial dan identitas kelompok dapat memperkuat perilaku agresif, terutama ketika interaksi terjadi dalam konteks yang menekankan kebersamaan atau solidaritas.[10] Oleh karena itu, flaming tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi sasaran, tetapi juga pada pola interaksi sosial di ruang digital.

Pancing sulut di komunitas internet

Wikipedia

Di Wikipedia, flame war dapat terjadi dikarenakan persoalan sudut pandang pada titik netral (NPOV) dan dapat diselesaikan dengan beberapa cara, baik teknis ataupun sikap pihak-pihak yang terlibat.

Referensi

  1. ↑ "Flaming". The SAGE Encyclopedia of the Internet. 2455 Teller Road, Thousand Oaks, California 91320: SAGE Publications, Inc. 2018. ISBN 978-1-4739-2661-5. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  2. 1 2 Ardi, Norizah; Ahmad, Amirah; Daud, Noriza; Ismail, Nurrissammimayantie (2021-01-24). "Speech Act of Flaming in Twitter Status". Asian Journal of University Education. 16 (4): 109. doi:10.24191/ajue.v16i4.11961. ISSN 2600-9749.
  3. ↑ Moor, Peter J.; Heuvelman, Ard; Verleur, Ria (2010-11). "Flaming on YouTube". Computers in Human Behavior. 26 (6): 1536–1546. doi:10.1016/j.chb.2010.05.023. ISSN 0747-5632.
  4. 1 2 Monge, Charles Kevin; Laurent, Sean M (2024-03-01). "Signaling outrage is a signal about the sender: moral perceptions of online flaming". Journal of Computer-Mediated Communication. 29 (2). doi:10.1093/jcmc/zmae001. ISSN 1083-6101.
  5. ↑ Alonzo, Mei; Aiken, Milam (2004-01). "Flaming in electronic communication". Decision Support Systems. 36 (3): 205–213. doi:10.1016/s0167-9236(02)00190-2. ISSN 0167-9236.
  6. ↑ Abbasi, Irshad Ahmed; Shoaib, Muhammad; Alshehri, Mohammed; Aldawsari, Mohammed (2025-07-15). "Utilizing CBNet to effectively address and combat cyberbullying among university students on social media platforms". Scientific Reports. 15 (1). doi:10.1038/s41598-025-09091-y. ISSN 2045-2322.
  7. ↑ Yosep, Iyus; Mardhiyah, Ai; Suryani, Suryani; Hikmat, Rohman; Kurniawan, Kurniawan; Purnama, Heni (2025-05-14). "Experiences of mental health nurses who give nursing intervention among child and adolescent with cyberbullying: a qualitative study". BMC Nursing. 24 (1). doi:10.1186/s12912-025-03182-x. ISSN 1472-6955. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  8. ↑ von Humboldt, Sofia; Low, Gail; Leal, Isabel (2025-05-02). "From Words to Wounds: Cyberbullying and Its Influence on Mental Health Across the Lifespan". Behavioral Sciences. 15 (5): 619. doi:10.3390/bs15050619. ISSN 2076-328X. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. ↑ Xie, Jiushu; Lian, Yun; Liu, Zixin; He, Wenli; Yin, Zihan (2025-05-05). "When humanity fades: the chain roles of self-dehumanization and empathy in cyberostracism-flaming link". Current Psychology. 44 (11): 10336–10347. doi:10.1007/s12144-025-07890-0. ISSN 1046-1310.
  10. ↑ Suh, Ayoung; Wagner, Christian (2013-01). "Factors Affecting Individual Flaming in Virtual Communities". 2013 46th Hawaii International Conference on System Sciences. IEEE: 3282–3291. doi:10.1109/hicss.2013.230.
Ikon rintisan

Artikel bertopik internet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tujuan
  2. Faktor penyebab
  3. Jenis-jenis
  4. Dampak
  5. Pancing sulut di komunitas internet
  6. Wikipedia
  7. Referensi

Artikel Terkait

Shitposting

tindakan mengirim konten yang agresif, ironis, menyakat, dan hal negatif lainnya yang berkualitas buruk di internet

Basuki Tjahaja Purnama

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta

Turi

spesies tumbuhan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026