Drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD adalah seorang akademisi dan peneliti di bidang kedokteran hewan, khususnya dalam biomedis dan comparative medicine. Ia merupakan staf pengajar di Divisi Penyakit Dalam, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor (SKHB-IPB), serta peneliti di Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Komisi Etik Hewan di lembaga yang sama dan Asisten Direktur bidang Publikasi Ilmiah di Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB. Ia mulai dikenal sejak menemukan obat anti kanker payudara berbahan dasar daun katuk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Fitriya Nur Annisa Dewi | |
|---|---|
| Lahir | 25 Juni 1982[1] Jakarta |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Institut Pertanian Bogor[1] Wake Forest University |
| Dikenal atas | Keterkaitan estrogen nabati dengan estrogen di dalam tubuh manusia |
| Penghargaan | National Fellowship L'Oreal-UNESCO For Women in Science, 2014[2] |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Kedokteran Hewan |
| Institusi | Pusat Studi Satwa Primata IPB |
Drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD adalah seorang akademisi dan peneliti di bidang kedokteran hewan, khususnya dalam biomedis dan comparative medicine. Ia merupakan staf pengajar di Divisi Penyakit Dalam, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor (SKHB-IPB), serta peneliti di Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Komisi Etik Hewan di lembaga yang sama dan Asisten Direktur bidang Publikasi Ilmiah di Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB. Ia mulai dikenal sejak menemukan obat anti kanker payudara berbahan dasar daun katuk (Sauropus androgynus).[3][4]
Fitriya memperoleh gelar Dokter Hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007. Ia kemudian melanjutkan studi doktoralnya di bidang Patologi Molekuler dan Kedokteran Perbandingan (Comparative Medicine) di Wake Forest University, North Carolina, Amerika Serikat, dan meraih gelar Doktor pada tahun 2013. Pada tahun 2017, ia mendapatkan sertifikasi dalam Kedokteran Hewan Laboratorium (Laboratory Animal Medicine) dari University of Guelph, Ontario, Kanada.[5]
Fitriya aktif sebagai staf pengajar di Divisi Penyakit Dalam, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor (SKHB-IPB) dan sebagai peneliti di Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Peneliti dan Pengguna Hewan Laboratorium Indonesia (P3HLI) serta Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Laboratorium Indonesia (ADHPHLI). Selain itu, Fitriya merupakan pengurus cabang Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Jawa Barat II. Sejak tahun 2019, ia dipercaya sebagai ad-hoc specialist wilayah Asia Pasifik untuk AAALAC International, sebuah organisasi yang melakukan asesmen dan akreditasi internasional terhadap fasilitas hewan laboratorium.[6]
Fitriya aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan akademik dan penelitian di Indonesia, khususnya dalam:
Beberapa publikasi ilmiah yang telah diterbitkan oleh Fitriya, antara lain:
Fitriya telah menerima berbagai penghargaan dan hibah penelitian, di antaranya: