Fibula Praenestina adalah fibula atau bros, yang sekarang disimpan di Museum Nasional Prasejarah dan Etnografi Pigorini, di Roma, Italia. Fibula tersebut memiliki prasasti dalam Bahasa Latin Kuno, yang diklaim dibuat oleh satu Manios dan kepemilikan oleh satu Numazios. Pada saat penemuannya pada akhir abad kesembilan belas, benda ini diterima sebagai bukti Bahasa Latin tertulis paling awal yang diketahui. Keaslian prasasti tersebut masih diperdebatkan. Namun analisis baru yang dilakukan pada tahun 2011 menyatakan benda ini asli "tanpa keraguan" dari Periode Orientalisasi, pada paruh pertama abad ketujuh SM.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bros Palestrina | |
|---|---|
| bahasa Latin: Fibula Praenestinacode: la is deprecated | |
| Bahan baku | Emas |
| Ukuran | 107 sentimeter (42 inci) |
| Sistem penulisan | MANIOS MED FHEFHAKED NVMASIOIcode: la is deprecated (ditransliterasikan ke dalam aksara Latin) |
| Dibuat | Abad ke-7 Masehi |
| Ditemukan | 1870s-1880s Lokasi masih disengketakan, diduga makam Bernardini, Palestrina, Italia |
| Ditemukan oleh | Tidak diketahui, diumumkan oleh Wolfgang Helbig pada tahun 1887 |
| Lokasi sekarang | Museum Nasional Prasejarah dan Etnografi Pigorini, Roma, Italia |
| Kebudayaan | Peradaban Etruria, Periode Orientalisasi |
Fibula Praenestina (arti: "Bros dari Palestrina") adalah fibula atau bros, yang sekarang disimpan di Museum Nasional Prasejarah dan Etnografi Pigorini, di Roma, Italia. Fibula tersebut memiliki prasasti dalam Bahasa Latin Kuno, yang diklaim dibuat oleh satu Manios dan kepemilikan oleh satu Numazios. Pada saat penemuannya pada akhir abad kesembilan belas, benda ini diterima sebagai bukti Bahasa Latin tertulis paling awal yang diketahui. Keaslian prasasti tersebut masih diperdebatkan.[1] Namun analisis baru yang dilakukan pada tahun 2011 menyatakan benda ini asli "tanpa keraguan" dari Periode Orientalisasi, pada paruh pertama abad ketujuh SM.[2]
Fibula itu diperkenalkan ke publik pada tahun 1887 oleh Wolfgang Helbig, seorang arkeolog. Menurut beberapa sumber, Helbig tidak menjelaskan bagaimana dia bisa mendapatkan artefak tersebut pada saat itu,[3] meskipun yang lain[4] menyatakan bahwa fibula "pertama kali diketahui publik dalam tiga artikel pendek di Römische Mitteilungencode: de is deprecated pada tahun 1887 yang disebut telah dibeli di Palestrina oleh seorang teman Helbig pada tahun 1871, atau lima tahun sebelum penemuan makam"- – tempat yang dimaksud adalah Makam Bernardini yang harta karun fibula tersebut kemudian diklaim sebagai bagian dari makam itu.

Fibula diperkirakan berasal dari abad ke-7 SM. Fibula bertuliskan teks yang tampaknya ditulis dalam Bahasa Latin Kuno atau Proto-Latin-Faliski (MED /med/ sebagai akusatif, bukan ablatif), yang ditransliterasikan dalam aksara Latin menjadi:
Rekonstruksi Bahasa Proto-Italik sebagai:
Arti dalam Bahasa Latin Klasik (untuk menunjukkan perbedaan yang sesuai antara Bahasa Latin Kuno dan Latin Klasik):
diterjemahkan harfiah sebagai:
One, the gold fibula (Fig. 23) inscribed 'Manios me vhevhaked Numasioi' ('Manios (Manius) made me (or 'had me made'?) for Numasios (Numerius)') – perhaps the most famous inscribed object from the whole of Latium – raises two doubts, one about its origin and the other about its authenticity. It was published in 1887 by an eminent archaeologist, W. Helbig, without indication of its origin. Later Georg Karo declared that he had been told by Helbig that the fibula, being of gold and obviously valuable, had been stolen from the Tomba Bernardini
Penulis yang berpendapat bahwa Fibula ini adalah sebuah pemalsuan:
Penulis yang berpendapat bahwa Fibula ini benar-benar asli: