Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Fibrotoraks

Fibrotoraks adalah kondisi medis yang ditandai dengan jaringan parut yang parah (fibrosis) dan penyatuan lapisan rongga pleura yang mengelilingi paru-paru, mengakibatkan penurunan pergerakan paru-paru dan tulang rusuk. Gejala utama fibrotoraks adalah sesak napas. Mungkin juga ada pengumpulan cairan berulang di sekitar paru-paru. Fibrotoraks dapat terjadi sebagai komplikasi dari banyak penyakit, termasuk infeksi rongga pleura yang disebut empiema atau perdarahan ke rongga pleura yang disebut hematotoraks.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Juli 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Fibrotoraks adalah kondisi medis yang ditandai dengan jaringan parut yang parah (fibrosis) dan penyatuan lapisan rongga pleura yang mengelilingi paru-paru, mengakibatkan penurunan pergerakan paru-paru dan tulang rusuk.[1] Gejala utama fibrotoraks adalah sesak napas. Mungkin juga ada pengumpulan cairan berulang di sekitar paru-paru (efusi pleura). Fibrotoraks dapat terjadi sebagai komplikasi dari banyak penyakit, termasuk infeksi rongga pleura yang disebut empiema atau perdarahan ke rongga pleura yang disebut hematotoraks.[2]

Fibrosis pada pleura dapat dihasilkan dengan sengaja menggunakan teknik yang disebut pleurodesis untuk mencegah pungsi paru berulang (pneumotoraks), biasanya fibrosis yang dihasilkan terbatas dan jarang menyebabkan fibrotoraks.[3] Fibrotoraks paling sering didiagnosis menggunakan Sinar-x atau CT scan. CT san lebih mudah mendeteksi kasus-kasus ringan. Fibrotoraks sering dirawat secara konservatif dengan menunggu dengan waspada, tetapi kondisi mungkin memerlukan pembedahan. Prospeknya biasanya baik selama tidak ada fibrosis paru yang mendasari atau komplikasi setelah operasi. Penyakit ini sangat jarang terjadi.

Tanda dan gejala

Tanda

Gejala

Penyebab

Mekanisme

Diagnosis

Perawatan

Prognosis

Fibrotoraks hasil komplikasi dari penyakit lain lain, seperti pleuritis tuberkulosis, empiema, atau hemotoraks akut, sering sembuh secara spontan dalam 3-6 bulan.[3]

Epidemiologi

Kasus yang sporadis jarang dilaporkan dalam literatur medis, misalnya karena komplikasi iatrogenik atau pasca operasi. Fibrotoraks jarang terjadi di negara maju, terutama karena insiden tuberkulosis yang lebih rendah. Kondisi ini jauh lebih umum pada pekerja yang terpapar asbes, dengan 5-13,5% -nya kemudian mengalami beberapa derajat fibrosis pleura, kadang-kadang tidak didiagnosis sampai beberapa dekade setelah paparan awal.[4]

Referensi

  1. ↑ Jantz, MA; Antony, VB (June 2006). "Pleural fibrosis". Clinics in Chest Medicine. 27 (2): 181–91. doi:10.1016/j.ccm.2005.12.003. PMID 16716812.
  2. ↑ Huggins JT, Sahn SA (2004). "Causes and management of pleural fibrosis". Respirology. 9 (4): 441–7. doi:10.1111/j.1440-1843.2004.00630.x. PMID 15612954.
  3. 1 2 Broaddus, CV; Mason, RC; Ernst, JD; King, TE; Lazarus, SC; Murray, JF; Nadel, JA; Slutsky, A; Gotway, M (2015-03-17). Murray & Nadel's Textbook of Respiratory Medicine E-Book (Edisi 5). Elsevier Health Sciences. hlm. 1785–6. ISBN 978-0-323-26193-7. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-03-04.
  4. ↑ "Pleural Thickening of Lungs: Causes, Symptoms & Treatment". Mesothelioma Center – Vital Services for Cancer Patients & Families (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-03. Diakses tanggal 2018-05-28.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tanda dan gejala
  2. Tanda
  3. Gejala
  4. Penyebab
  5. Mekanisme
  6. Diagnosis
  7. Perawatan
  8. Prognosis
  9. Epidemiologi
  10. Referensi

Artikel Terkait

Asma

penyakit jangka panjang yang melibatkan saluran udara yang meradang, ditandai dengan sesak napas

Efusi pleura

penimbunan cairan yang berlebihan di dalam rongga pleura

Penyakit paru obstruktif kronis

penyakit pada paru-paru

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026