Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiFestival Raja Kera
Artikel Wikipedia

Festival Raja Kera

Festival Raja Kera merupakan sebuah festival yang dirayakan di Hong Kong pada hari ke-16 bulan kedelapan dalam kalender lunar Tiongkok, yang biasanya jatuh pada bulan September dalam kalender Masehi, tepat sehari setelah Festival Pertengahan Musim Gugur. Asal-usul perayaan ini berakar pada novel epik abad ke-16 berjudul Perjalanan ke Barat, yang ditulis oleh pengarang Tiongkok Wu Cheng’en (1500–1582) pada masa dinasti Ming (1368–1644). Karya sastra tersebut menggabungkan konsep keabadian dari ajaran Taoisme dan gagasan kelahiran kembali dari Buddhisme. Tokoh utama dalam kisah itu, Sun Go Kong atau Raja Kera, menjadi pusat penghormatan dalam festival ini.

Wikipedia article
Diperbarui 10 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Festival Raja Kera
Penggambaran Sun Go Kong, Sang Raja Kera

Festival Raja Kera (Hanzi: 齊天大聖千秋) merupakan sebuah festival yang dirayakan di Hong Kong pada hari ke-16 bulan kedelapan dalam kalender lunar Tiongkok, yang biasanya jatuh pada bulan September dalam kalender Masehi, tepat sehari setelah Festival Pertengahan Musim Gugur. Asal-usul perayaan ini berakar pada novel epik abad ke-16 berjudul Perjalanan ke Barat (西遊記, Xiyou ji), yang ditulis oleh pengarang Tiongkok Wu Cheng’en (1500–1582) pada masa dinasti Ming (1368–1644).[1][2] Karya sastra tersebut menggabungkan konsep keabadian dari ajaran Taoisme dan gagasan kelahiran kembali dari Buddhisme.[3] Tokoh utama dalam kisah itu, Sun Go Kong atau Raja Kera, menjadi pusat penghormatan dalam festival ini.[1]

Cerita

Kisah ini telah menjadi bagian dari sejarah cerita rakyat Tiongkok dan menceritakan perjalanan Xuanzang atau Tong Sam Cong, seorang biksu Buddha dari masa dinasti Tang (618–907). Dalam perjalanannya menuju India kuno untuk mencari kitab suci Buddha, Xuanzang menghadapi berbagai gangguan dari setan dan perampok, tetapi ia ditemani oleh murid-murid sekaligus pelindungnya, yaitu Sun Go Kong sang Raja Kera, Chu Pat Kai (猪八戒), dan Sha Wu Ching (沙悟浄).[1] Setelah berhasil memperoleh kitab suci Buddha, mereka kembali ke Tiongkok.[2] Cerita dari novel ini menjadi bagian penting dalam budaya populer Tiongkok. Tokoh Raja Kera mendapatkan tempat istimewa dalam tradisi Buddhis dan kepercayaan rakyat, hingga kuil dibangun untuk menghormatinya dan kisah hidupnya ditulis.[1] Hari kelahiran Raja Kera diperingati sebagai Tahun Baru sekaligus dikenal sebagai hari bagi para penipu, mencerminkan kecerdikan dan kemampuan luar biasa yang dimilikinya.[4]

Perayaan

Perayaan Festival Raja Kera biasanya dilakukan dengan membakar dupa dan mempersembahkan kertas ritual.[5] Dalam tradisi Tao, festival ini juga diramaikan dengan pertunjukan akrobatik seperti tendangan berputar yang disebut tendangan angin topan.[6] Di Kuil Raja Kera yang terletak di Sau Mau Ping, Kowloon, terdapat ritual khusus di saat seorang perantara menirukan pertempuran Raja Kera melawan para dewa di surga sebagaimana digambarkan dalam kisah Perjalanan ke Barat.[7][8] Selama upacara, perantara tersebut dipercaya dirasuki oleh roh Raja Kera, lalu berlari tanpa alas kaki di atas bara api dan menaiki tangga yang terbuat dari pisau. Menurut kepercayaan, Raja Kera memiliki kepala dari perunggu dan bahu dari besi, sehingga ia tidak terluka setelah melakukan aksi berbahaya tersebut.[9]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Melton 2011, hlm. 586.
  2. 1 2 "Monkey God". Chinatownalogy. Diakses tanggal 16 November 2012.
  3. ↑ Yuan 2006, hlm. 15.
  4. ↑ Stepanchuk & Wong 1991, hlm. 127.
  5. ↑ "Monkey God Festival". DiscoverHongKong.com. Hong Kong Tourism Board. Diakses tanggal 2012-12-03.
  6. ↑ "Black Belt". Black Belt. Buyer's Guide. Active Interest Media, Inc.: 56– October 1983. ISSN 0277-3066. Diakses tanggal 20 November 2012.
  7. ↑ Hong Kong Tourism Board: Monkey God Festival
  8. ↑ Ng, June (4 December 2008). "Losing Our Religion". HK Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2012. Diakses tanggal 2 January 2013.
  9. ↑ "Briefing: Monkey God Festival". The Herald. September 27, 2004.

Daftar pustaka

  • Avant, Gerald Rodney (2005). The Magic Lotus Lantern And Other Tales from the Han Chinese. AuthorHouse. hlm. 129. ISBN 9781418492786.
  • Esherick, Joseph W. (1987). The Origins of the Boxer Uprising. University of California Press. hlm. 62–63. ISBN 9780520064591.
  • Stepanchuk, Carol; Wong, Charles Choy (1991). Mooncakes and Hungry Ghosts: Festivals of China. China Books. hlm. 127. ISBN 9780835124812.
  • Melton, J. Gordon (2011). Religious Celebrations: An Encyclopedia of Holidays, Festivals, Solemn Observances, and Spiritual Commemorations. ABC-CLIO. hlm. 586. ISBN 9781598842050.
  • Yuan, Haiwang (2006). The Magic Lotus Lantern And Other Tales from the Han Chinese. Libraries Unlimited. hlm. 15, 209. ISBN 9781591582946.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Cerita
  2. Perayaan
  3. Referensi
  4. Daftar pustaka
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026