Republik Federal Yugoslavia atau RFY adalah negara federal yang terdiri dari Serbia dan Montenegro dari bekas Republik Federal Sosialis Yugoslavia (RFSY), dibentuk setelah empat republik lainnya memisahkan diri dari Yugoslavia di tengah ketegangan etnik yang memanas. Negara ini eksis dari 1992 sampai 2003, ketika dibentuk ulang sebagai Uni Negara Serbia dan Montenegro.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Republik Federal Yugoslavia Савезна Република Југославија Savezna Republika Jugoslavija | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1992–2003 | |||||||||
| Status | Federasi | ||||||||
| Ibu kota | Beograd | ||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Serbia | ||||||||
| Demonim | Yugoslav | ||||||||
| Pemerintahan | Republik parlementer Federal | ||||||||
| Presiden | |||||||||
• 1992 - 1993 | Dobrica Ćosić | ||||||||
• 1993 - 1997 | Zoran Lilić | ||||||||
• 1997 – 2000 | Slobodan Milošević | ||||||||
• 2000 - 2003 | Vojislav Koštunica | ||||||||
| Perdana Menteri | |||||||||
• 1992 - 1993 | Milan Panić | ||||||||
• 1993 - 1998 | Radoje Kontić | ||||||||
• 1998 - 2000 | Momir Bulatović | ||||||||
• 2000 - 2001 | Zoran Žižić | ||||||||
• 2001 - 2003 | Dragiša Pešić | ||||||||
| Era Sejarah | Pasca Perang dingin | ||||||||
• Konstitusi | 27 April 1992 | ||||||||
• Didirikan | 28 April 1992 | ||||||||
| 1 November 2000 | |||||||||
| 4 Februari 2003 | |||||||||
| Luas | |||||||||
| 2002 | 102.350 km2 (39.520 sq mi) | ||||||||
| Populasi | |||||||||
• 2002 | 10656929 | ||||||||
| Mata uang | Dinar Yugoslavia, Dinar Serbia, Euro, Mark Jerman | ||||||||
| Zona waktu | CET (UTC+1) | ||||||||
| Kode telepon | 381 | ||||||||
| Ranah Internet | .yu | ||||||||
| |||||||||
Republik Federal Yugoslavia (bahasa Serbia: Савезна Република Југославијаcode: sr is deprecated / Savezna Republika Jugoslavija) atau RFY adalah negara federal yang terdiri dari Serbia dan Montenegro dari bekas Republik Federal Sosialis Yugoslavia (RFSY), dibentuk setelah empat republik lainnya memisahkan diri dari Yugoslavia di tengah ketegangan etnik yang memanas. Negara ini eksis dari 1992 sampai 2003, ketika dibentuk ulang sebagai Uni Negara Serbia dan Montenegro.
Aspirasi Republik Federal Yugoslavia (RFY) untuk menjadi satu-satunya negara penerus yang sah dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia (RFSY) tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah disahkannya Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 777,[1] yang menegaskan bahwa Republik Federal Sosialis Yugoslavia telah berhenti ada, dan Republik Federal Yugoslavia merupakan negara baru. Semua republik bekas Yugoslavia berhak atas status negara penerus, sementara tidak ada satu pun yang melanjutkan kepribadian hukum internasional RFSY. Namun, pemerintahan Slobodan Milošević menolak klaim tersebut, sehingga RFY tidak diizinkan bergabung dengan PBB.
Sepanjang keberadaannya, RFY memiliki hubungan yang tegang dengan masyarakat internasional, karena adanya sanksi ekonomi[2] yang dijatuhkan selama Perang Yugoslavia. Kondisi tersebut juga menyebabkan terjadinya hiperinflasi antara tahun 1992 dan 1994.[3] Perang Yugoslavia berakhir dengan Perjanjian Dayton, yang mengakui kemerdekaan Republik Kroasia, Slovenia, dan Bosnia dan Herzegovina, serta menetapkan hubungan diplomatik antarnegara dan jaminan peran politik penduduk Serbia di Bosnia.[4]
Selanjutnya, meningkatnya separatisme di Provinsi Otonom Kosovo dan Metohija, wilayah Serbia yang berpenduduk mayoritas Albania, mengakibatkan pemberontakan oleh Tentara Pembebasan Kosovo, sebuah kelompok teroris Albania.[5][6] Pecahnya Perang Kosovo mengakibatkan diberlakukannya kembali sanksi internasional, serta keterlibatan NATO dalam konflik tersebut. Konflik berakhir dengan disahkannya Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1244, yang menjamin pemisahan ekonomi dan politik Kosovo dari RFY, dan menempatkannya di bawah administrasi sementara PBB.[7]
Kesulitan ekonomi dan perang menyebabkan meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintahan Milošević dan sekutunya, yang memerintah Serbia dan Montenegro secara efektif sebagai kediktatoran.[8] Hal ini berpuncak pada Revolusi Buldozer, yang menggulingkan pemerintahannya dan menggantinya dengan pemerintahan koalisi Oposisi Demokrat Serbia yang dipimpin oleh Vojislav Koštunica, yang kemudian membawa negara tersebut bergabung dengan PBB.[9][10] Republik Federal Yugoslavia berakhir pada tahun 2003 setelah Majelis Federal Yugoslavia menyetujui Piagam Konstitusional Serbia dan Montenegro, yang membentuk Uni Negara Serbia dan Montenegro.
Setelah pecahnya Republik Federal Sosialis Yugoslavia, Serbia dan Montenegro yang tersisa dibentuk kembali pada 1992 sebagai Republik Federal Yugoslavia (RFY). Namun, PBB dan banyak negara (khususnya Amerika Serikat) telah menolak untuk mengakuinya sebagai pengganti bekas Yugoslavia, meskipun mereka menerimanya sebagai suatu negara. Hal ini disebabkan oleh sedang berlangsungnya perang Yugoslavia, yang menghalangi tercapainya kesepakatan tentang pengaturan aset dan utang federal, khususnya utang nasional. RFY juga diskors dari sejumlah badan internasional karena tuduhan atas peranannya di dalam perang itu. Akhirnya negara itu diterima kembali sebagai anggota PBB pada 2000 setelah beberapa tahun diskors.