Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTinja
Artikel Wikipedia

Tinja

Tinja adalah sisa hasil pencernaan makanan yang sudah tidak dibutuhkan tubuh yang dikeluarkan melalui kloaka.Pada konteks manusia, proses pembuangan tinja dapat terjadi antara sekali setiap satu atau dua atau hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan diare atau mencret.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tinja
Kotoran
kotoran manusia
Perbandingan antara tinja gajah (kiri) dan tinja manusia (kanan)

Tinja (dalam bahasa ilmiah disebut feses) adalah sisa hasil pencernaan makanan yang sudah tidak dibutuhkan tubuh yang dikeluarkan melalui kloaka.Pada konteks manusia, proses pembuangan tinja dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi kesehatan) antara sekali setiap satu atau dua atau hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan diare atau mencret.

Bau khas dari tinja disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas tinja. Di pasaran juga terdapat beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau tinja tersebut.

Tinja manusia

Artikel utama: Tinja manusia

Frekuensi pembuangan air besar bergantung pada individu dan kondisinya, manusia dapat buang air besar beberapa kali sehari, setiap hari, atau sekali setiap dua atau tiga hari. Pengerasan tinja yang ekstensif yang mengganggu rutinitas ini selama beberapa hari atau lebih disebut sembelit.

Munculnya tinja manusia bervariasi menurut diet dan kesehatan.[1] Biasanya itu semi padat, dengan lapisan lendir. Kombinasi empedu dan bilirubin, yang berasal dari sel darah merah yang mati, memberi warna khas coklat pada tinja.[2]

Setelah mekonium, tinja pertama dikeluarkan, tinja bayi baru lahir hanya mengandung empedu, yang memberinya warna kuning-hijau. Bayi yang diberi ASI mengeluarkan zat lunak, kekuningan pucat, dan tidak berbau busuk; tetapi begitu bayi mulai makan, dan tubuh mulai mengeluarkan bilirubin dari sel-sel darah merah yang mati, masalah ini memperoleh warna cokelat yang sudah dikenal.

Pada waktu yang berbeda dalam hidup mereka, manusia akan mengeluarkan tinja dengan warna dan tekstur yang berbeda. Tinja yang melewati usus dengan cepat akan terlihat kehijauan; kurangnya bilirubin akan membuat tinja terlihat seperti tanah liat.

Pemanfaatan

Dalam konteks pertanian dan energi, tinja hewan sering dimanfaatkan sebagai pupuk kandang dan bahan baku biogas karena mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang bermanfaat bagi kesuburan tanah[3]. Sementara itu dalam konteks manusia justru manfaatnya dapat berbading terbalik apabila tidak diolah dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya kandungan patogen seperti Vibrio cholerae dan E. coli, parasit, logam berat, dan senyawa kimia berbahaya[4] yang justru dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Menurut pedoman WHO (World Health Organization, 2023), pemanfaatan tinja manusia sebagai pupuk atau bahan energi hanya dapat dilakukan setelah melalui tahapan pengolahan limbah domestik yang memenuhi standar higienitas. Praktik ini termasuk dalam pendekatan “safe reuse of human waste” yang banyak diterapkan di negara-negara dengan sistem pengolahan sanitasi terpadu.

Lihat pula

  • Limbah hitam
  • Buang air besar
  • Sembelit
  • Diare

Referensi

  1. ↑ Stromberg, Joseph (2015-01-22). "Everybody poops. But here are 9 surprising facts about feces you may not know". Vox (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-23.
  2. ↑ Tortora, Gerard J.; Anagnostakos, Nicholas Peter (1987). Principles of anatomy and physiology. Internet Archive. New York : Harper & Row.
  3. ↑ "Series: Phosphorus and the Environment, 2. Setting the Record Straight: Comparing Bodily Waste Between Dairy Cows and People – What's Cropping Up? Blog". blogs.cornell.edu (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-13.
  4. ↑ "Using human waste safely for livelihoods, food production and health-kit-2". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tinja.
  • (Inggris) Situs FAQ (pertanyaan sering diajukan) tentang tinja
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
    • 2
    • 3
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tinja manusia
  2. Pemanfaatan
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Skala Tinja Bristol

Skala Tinja Bristol adalah skala yang menunjukan ukuran kepadatan tinja dari yang terpadat (model yang pertama) hingga tercair (model yang terakhir).

Diare

buang air besar yang sering atau cair

Disentri

radang usus yang menyebabkan diare berdarah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026