FC Luch Vladivostok adalah sebuah klub sepak bola yang berbasis di Vladivostok, Rusia. Pada tahun 2005, Luch menjuarai Divisi Pertama Rusia dan bermain di Liga Utama Rusia dari 2006 hingga 2008.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Nama lengkap | Football Club Luch Vladivostok | ||
|---|---|---|---|
| Julukan | Tigri (Harimau) | ||
| Berdiri | 1958 (1958) | ||
| Dibubarkan | 2020 (2020) | ||
| Stadion | Stadion Dynamo, Vladivostok (Kapasitas: 10,200) | ||
| Ketua | |||
| 2019–20 | FNL, ke-16 (degradasi) | ||
| |||
FC Luch Vladivostok (bahasa Rusia: Футбольный клуб "Луч" Владивосток) adalah sebuah klub sepak bola yang berbasis di Vladivostok, Rusia. Pada tahun 2005, Luch menjuarai Divisi Pertama Rusia dan bermain di Liga Utama Rusia dari 2006 hingga 2008.
Klub ini dikenal sebagai Luch-Energiya dari tahun 2003 hingga 2018, ketika namanya diubah karena adanya sponsor dari Dalenergo, sebuah perusahaan distribusi energi.
Luch telah bermain di kejuaraan Uni Soviet sejak 1958. Nama Luch berarti “Sinar”. Klub ini bermain di turnamen regional Timur Jauh untuk tim “kelas B” dan akhirnya menjuarainya pada 1965, sehingga promosi ke “kelas A”. Luch bermain di turnamen regional tersebut hingga reorganisasi liga pada 1972.
Dari 1972 hingga 1991, Luch bermain di zona Timur Liga Kedua Soviet. Hasil terbaik klub ini adalah posisi runner-up pada 1984.
Pada 1992, setelah pembubaran Uni Soviet, Luch berhak bermain di zona Timur Liga Pertama Rusia dan menjuarai turnamen itu. Luch bermain di Liga Utama Rusia pada 1993, tetapi terdegradasi setelah finis di peringkat ke-15.
Luch bermain di Divisi Pertama Rusia dari 1994 hingga terdegradasi pada 1997, lalu di Divisi Kedua Rusia dari 1998 hingga 2003. Pada 2003, Luch-Energiya finis peringkat pertama di zona Timur dan meraih promosi. Klub ini menghabiskan 2 tahun berikutnya di Divisi Pertama, sebelum promosi ke Liga Utama pada 2005. Pada 2008, Luch finis di posisi terakhir dan terdegradasi ke Divisi Pertama Rusia. Klub ini menghadapi beberapa masalah keuangan dan terpaksa menjual beberapa pemain kuncinya, membuat tim menjadi rentan di kandang sendiri, yang sebelumnya dianggap sebagai benteng di pesisir Pasifik yang terpencil.
Pada November 2017, laga kandang Luch melawan Khimki ditunda 15 menit karena protes para pemain klub atas keterlambatan gaji dan pengelolaan klub. Akibat tidak menerima gaji selama empat bulan, beberapa pemain digusur dari tempat tinggal mereka, sementara kelompok suporter Luch terpaksa menyediakan makanan bagi para pemain.[1]
Meski finis di zona degradasi pada akhir musim 2017–18, klub ini tidak terdegradasi karena klub-klub lain yang berada di atas mereka gagal mendapatkan lisensi liga untuk musim 2018–19.[2]
Pada 16 Juli 2018, klub ini kembali mengganti namanya menjadi FC Luch.[3]
Pada 1 April 2020, pemerintah Krai Primorsky mengumumkan bahwa semua kontrak profesional dengan klub olahraga di wilayah tersebut dibatalkan untuk mengalihkan dana dalam rangka memerangi penyebaran pandemi COVID-19. Dengan demikian, Luch Vladivostok turun ke Liga Sepak Bola Amatir Rusia setelah kompetisi kembali digelar.[4]
Berlokasi di wilayah Timur Jauh Rusia, letak mereka menimbulkan masalah besar bagi tim tamu, misalnya harus menempuh penerbangan 9 jam dari Moskow. Saat menghadapi FC Zenit Saint Petersburg di kandang, tiga orang suporter Zenit menempuh perjalanan darat sejauh 15.000 km melintasi negeri, tetapi mobil mereka rusak ketika tiba di Vladivostok sehingga mereka tidak dapat pulang dengan kendaraan itu. Para suporter tersebut akhirnya kembali ke Saint Petersburg dengan menggunakan Kereta Api Trans-Siberia, dan pada 1 Oktober 2006 klub memberi hadiah sebuah mobil baru kepada mereka.[5]
Banyak kontroversi mengenai apakah liga Rusia sebaiknya dibagi menjadi liga Barat dan liga Timur. Namun, hal itu hingga kini belum terwujud. Igor Akinfeev pernah berkata, “Mereka sebaiknya ikut liga sepak bola di Jepang,” setelah CSKA Moskow kalah tandang 0–4 melawan Vladivostok pada 10 Juni 2007. Selain itu, bahkan para pemain Luch sendiri mengakui situasi ini menyulitkan karena mereka harus melakukan perjalanan jauh untuk setiap laga tandang. Matija Kristić mengatakan, “Bagi tim lain tidak terlalu buruk karena mereka hanya menempuh jarak sejauh ini sekali dalam setahun, sedangkan kami harus melakukannya di semua pertandingan tandang.” Srđan Radonjić menambahkan, “Ini benar-benar gila, seharusnya ada dua liga utama Rusia, satu untuk tim-tim Eropa dan satu lagi untuk tim-tim Asia. Vladivostok berjarak 4.000 mil (6.437 km) dari Moskow.”