Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Frits Johannes Tumbelaka

Frits Johanes Tumbelaka, atau nama panggilannya Broer Tumbelaka, bertugas di militer Indonesia, naik pangkat letnan kolonel. Ia juga menjabat dalam pemerintahan sebagai Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah dan, setelah provinsi itu dipecah menjadi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, dia menjabat sebagai gubernur pertama Sulawesi Utara. Ia memainkan peran penting dalam menemukan solusi damai atas konflik antara pemerintah Indonesia dan gerakan Permesta.

Wikipedia article
Diperbarui 26 Oktober 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Frits Johannes Tumbelaka
Frits Johanes Tumbelaka
Gubernur Sulawesi Utara Ke-2
Masa jabatan
15 Juli 1962 – 19 Maret 1965
PresidenSoekarno
Sebelum
Pendahulu
Arnold Achmad Baramuli
Pengganti
Soenandar Prijosoedarmo
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1921-03-07)7 Maret 1921
Surian, Pantai Barat Sumatra, Hindia Belanda
Meninggal20 Agustus 1983(1983-08-20) (umur 62)
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia Indonesia
Karier militer
Dinas/cabang TNI Angkatan Darat
Pangkat Letnan Kolonel
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Frits Johanes Tumbelaka, atau nama panggilannya Broer Tumbelaka (7 Maret 1921 – 20 Agustus 1983), bertugas di militer Indonesia, naik pangkat letnan kolonel. Ia juga menjabat dalam pemerintahan sebagai Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah dan, setelah provinsi itu dipecah menjadi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, dia menjabat sebagai gubernur pertama Sulawesi Utara. Ia memainkan peran penting dalam menemukan solusi damai atas konflik antara pemerintah Indonesia dan gerakan Permesta.[1]

Keluarga

Tumbelaka adalah anak bungsu dari 5 bersaudara keluarga Dokter Tumbelaka dan Sinyal, keturunan suku Minahasa. Ia dibesarkan oleh keluarganya di Jawa Timur. Ia menikah dengan Neltje Zus (Ticoalu) Tumbelaka, BA, dan anak-anaknya Fajar Yahya Tumbelaka dan Taufik Tumbelaka.[1][2]

Karier

Tumbelaka pada awalnya merintis karier sebagai tentara hingga menjadi perwira senior di Divisi Brawidjaja (sekarang Kodam V/Brawijaya).[1] Ia sempat mengepalai Batalyon 17 semasa Perjanjian Roem-Roijen.[3] Setelah berhenti menjadi tentara, Tumbelaka kemudian sempat bekerja sebagai kontraktor sipil di Jawa Timur.[4]

Pada masa pergolakan Permesta di Sulawesi, Tumbelaka berperan penting dalam upaya penyelesaian masalah tersebut.[1] Inisiatifnya diawali pada bulan Oktober tahun 1959, yaitu dengan menghubungi Kolonel Surachman, komandan Divisi Brawidjaja.[4] Tumbelaka selanjutnya secara aktif menghubungi para tokoh Sulawesi Utara yang terlibat pemberontakan tersebut. Pertemuan perundingan diawali 15 Maret 1960 di desa Matungkas, wilayah Tonsea, antara Tumbelaka selaku Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah serta Overste D.J. Somba selaku Panglima KDM-SUT (Permesta), dan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan lainnya, hingga akhirnya pada 4 April 1961 terjadi upacara perdamaian di Malenos, Amurang Timur.[5]

Tumbelaka juga terlibat dalam penyelesaian pemberontakan Darul Islam di Sulawesi Tengah dengan menegosiasikan penyerahan diri para pemberontak tersebut.[1]

Dalam pemerintahan, Tumbelaka menjadi Gubernur Sulawesi Utara Tengah kedua menggantikan A.A. Baramuli, sekaligus menjadi Gubernur Sulawesi Utara yang pertama ketika Sulawesi Tengah dipisahkan dari Sulawesi Utara. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara yang pertama. Atas jasa-jasanya, Tumbelaka dianugerahi sekitar 12 bintang jasa dari Pemerintah RI.[1]

Wafat

Makam Frits Yohanes Tumbelaka

Tumbelaka wafat pada tanggal 20 Agustus 1983, setelah dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[1]

Namanya diabadikan menjadi nama pantai di Kota Palu, yaitu Pantai Tumbelaka.[1]

Lihat pula

  • Daftar Gubernur Sulawesi Utara

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Jerry (2013-08-20). "30 Tahun Mendiang Gubernur Sulut Pertama F.J Tumbelaka". ©2008 - 2015 PT. Berita Manado Communication. All Rights Reserved. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-10. Diakses tanggal 2015-06-05.
  2. ↑ Christy (2014-09-23). "Merasa Tidak Dihormati, Keluarga Mantan Gubernur Sulut Tinggalkan Paripurna Hut Provinsi ke-50". Copyright © 2015 Cyber Sulut Daily. All Rights Reserved. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-05. Diakses tanggal 2015-06-05.
  3. ↑ Rosihan Anwar (2004). Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia. Vol. 4. Penerbit Buku Kompas. hlm. 246-247. ISBN 979-709-532-0, 9789797095321. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2015-06-05.
  4. 1 2 Barbara Sillars Harvey (1977). Permesta: Half a Rebellion. Cornell Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Cornell University. hlm. 134. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2015-06-05.
  5. ↑ Phill Manuel Sulu (2011). Permesta dalam Romantika, Kemelut, dan Misteri. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 180-181, 237-288. ISBN 979-22-6680-1, 9789792266801. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2015-06-05.
Jabatan politik
Didahului oleh:
A.A. Baramuli
Gubernur Sulawesi Utara
1962–1965
Diteruskan oleh:
S. Prijosoedarmo

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keluarga
  2. Karier
  3. Wafat
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar tokoh Minahasa

wali kota Manado Telly Tjanggulung, bupati Minahasa Tenggara Frits Johannes Tumbelaka, gubernur Sulawesi Utara dan Tengah Fredy Tuda, wakil bupati Minahasa

Suku Minahasa

kelompok masyarakat pribumi multi-etnik yang berasal dari Sulawesi bagian timur laut

Daftar tokoh Sulawesi Utara

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026