Eurydike merupakan seorang ratu Yunani dari Makedon, istri Raja Amyntas III dari Makedon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Eurydice I | |
|---|---|
| Permaisuri dari Makedonia | |
| Periode | 393 SM – 369 SM |
| Kelahiran | 407 SM |
| Pemakaman | Vergina |
| Pasangan | Amyntas III dari Makedon |
| Wangsa | Dinasti Argeadai |
| Ayah | Sirras |
Eurydike (Bahasa Yunani Kuno: Εὐρυδίκηcode: grc is deprecated – dari ευρύς eurys, "luas" dan δίκη dike, "hak, kebiasaan, penggunaan, hukum; keadilan", secara harfiah "keadilan luas") merupakan seorang ratu Yunani dari Makedon, istri Raja Amyntas III dari Makedon.[1][2][3][4]
Ia adalah putri Sirras dari Lyncestis, Makedonia Hulu. Eurydike memiliki empat orang anak: Aleksander II, Perdikkas III, Filipus II, yang semuanya akan dinobatkan sebagai raja, putri Eurynoe, dan melalui putranya Filipus, ia adalah nenek paternal Aleksander Agung.[4][5] Bukti sastrawi, prasasti dan arkeologis menunjukkan bahwa ia memainkan peran publik penting di dalam kehidupan Makedonia dan bertindak agresif di arena politik.
Kegiatan politik Eurydike menandai titik balik di dalam sejarah Makedonia. Ia adalah wanita kerajaan pertama yang dikenal aktif mengambil tindakan politik dan berhasil memberikan pengaruh politik.[6]