Eucalyptus fibrosa adalah pohon berukuran sedang hingga tinggi yang hanya ditemukan di Australia timur. Pohon ini memiliki kulit besi berwarna abu-abu hingga hitam, daun muda berbentuk tombak dan daun dewasa berbentuk telur, kuncup bunga tersusun dalam kelompok tujuh hingga sebelas, bunga berwarna putih, serta buah yang berbentuk kerucut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Eucalyptus fibrosa | |
|---|---|
| Eucalyptus fibrosa yang ada di dekat Canoona, Queensland | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Myrtales |
| Famili: | Myrtaceae |
| Genus: | Eucalyptus |
| Spesies: | E. fibrosa |
| Nama binomial | |
| Eucalyptus fibrosa | |
Eucalyptus fibrosa adalah pohon berukuran sedang hingga tinggi yang hanya ditemukan di Australia timur. Pohon ini memiliki kulit besi berwarna abu-abu hingga hitam, daun muda berbentuk tombak dan daun dewasa berbentuk telur, kuncup bunga tersusun dalam kelompok tujuh hingga sebelas, bunga berwarna putih, serta buah yang berbentuk kerucut.[2]
Eucalyptus fibrosa adalah pohon tinggi yang biasanya tumbuh hingga sekitar 35 m (115 kaki) dan memiliki lignotuber, yaitu semacam bonggol bawah tanah yang membantu pertumbuhan kembali setelah kebakaran. Kulit pohonnya tebal dan kasar, berwarna abu-abu hingga hitam, kadang-kadang bersisik dari pangkal batang hingga cabang tipis. Daun muda berbentuk telur, segitiga, atau bulat, panjangnya 80–200 mm (3,1–7,9 inci) dan lebar 45–140 mm (1,8–5,5 inci), dengan sisi atas lebih terang. Daun dewasa berbentuk tombak hingga telur, panjang 85–180 mm (3,3–7,1 inci), lebar 15–45 mm (0,59–1,77 inci) dan tangkainya 13–30 mm (0,51–1,18 inci). Kuncup bunga tersusun di ujung cabang dalam kelompok tujuh, sembilan, atau sebelas pada tangkai bercabang 9–20 mm (0,35–0,79 inci), dengan tunas individu 2–8 mm (0,079–0,315 inci). Tunas dewasa berbentuk gelendong, panjang 8–17 mm (0,31–0,67 inci) dan lebar 3–5 mm (0,12–0,20 inci), dengan operkulum berbentuk kerucut hingga seperti tanduk. Pohon ini berbunga hampir sepanjang tahun dengan bunga putih, dan menghasilkan buah berkayu berbentuk kerucut sepanjang 5–10 mm (0,20–0,39 inci) yang katupnya berada dekat tepi.[2][3][4]
Di daerah yang sama, ada beberapa spesies eukaliptus lain seperti E. siderophloia, E. rhombica, dan E. decorticans yang terlihat mirip, tetapi semuanya memiliki tunas dan buah lebih kecil serta operkulum yang jauh lebih pendek dibandingkan E. fibrosa.[2]
Eucalyptus fibrosa pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 1859 oleh ahli botani Ferdinand von Mueller dari Victoria, berdasarkan koleksi dari Sungai Brisbane. Deskripsi ini kemudian diterbitkan dalam Journal and Proceedings of the Linnean Society, Botany.[5][6] Nama spesifik fibrosa kemungkinan merujuk pada tekstur kulit kayunya, meskipun sebenarnya mungkin tidak sepenuhnya tepat untuk jenis kulit yang dimiliki pohon ini.[2]
Pada tahun 1962, Lawrie Johnson dan Robert Anderson mengidentifikasi dua subspesies Eucalyptus fibrosa yang kemudian diterima dalam Sensus Tumbuhan Australia. Subspesies pertama adalah Eucalyptus fibrosa F.Muell. subsp. fibrosa,[7] sedangkan yang kedua adalah Eucalyptus fibrosa subsp. nubilis (Maiden & Blakely) L.A.S. Johnson.[8] Subspesies nubilis berbeda dari spesies induk karena memiliki tunas dan buah berwarna kebiruan yang pucat dan sebelumnya dikenal sebagai Eucalyptus nubilis Maiden & Blakely.[9]
Eucalyptus fibrosa biasanya tumbuh di hutan dengan tanah yang dangkal dan kurang subur. Pohon ini dapat ditemukan secara luas di sepanjang pantai, dataran tinggi, dan wilayah pedalaman dari sekitar Rockhampton di Queensland hingga Moruya di New South Wales.[2] Di bawah Undang-Undang Konservasi Alam Pemerintah Queensland 1992, spesies ini diklasifikasikan sebagai “perhatian paling kecil”.[10]