Eucalyptus crebra atau yang dikenal sebagai muggago dalam bahasa Tharawal, adalah pohon berukuran kecil hingga menengah yang hanya ditemukan di Australia timur. Pohon ini memiliki kulit kasar dari batang hingga cabang kecil, daun dewasa berbentuk linier hingga tombak, bunga putih yang muncul dalam kelompok tujuh, sembilan, atau sebelas, serta buah berbentuk cangkir, tong, atau hemisfer. Spesies ini bervariasi dan tumbuh di hutan dari Semenanjung Cape York hingga wilayah dekat Sydney. Selain menjadi sumber nektar penting bagi industri madu, kayunya yang keras dan kuat juga dimanfaatkan dalam konstruksi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Eucalyptus crebra | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Myrtales |
| Famili: | Myrtaceae |
| Genus: | Eucalyptus |
| Spesies: | E. crebra |
| Nama binomial | |
| Eucalyptus crebra | |
| Sinonim[2] | |
|
Synonyms
| |
Eucalyptus crebra atau yang dikenal sebagai muggago dalam bahasa Tharawal,[3] adalah pohon berukuran kecil hingga menengah yang hanya ditemukan di Australia timur. Pohon ini memiliki kulit kasar dari batang hingga cabang kecil, daun dewasa berbentuk linier hingga tombak, bunga putih yang muncul dalam kelompok tujuh, sembilan, atau sebelas, serta buah berbentuk cangkir, tong, atau hemisfer. Spesies ini bervariasi dan tumbuh di hutan dari Semenanjung Cape York hingga wilayah dekat Sydney. Selain menjadi sumber nektar penting bagi industri madu, kayunya yang keras dan kuat juga dimanfaatkan dalam konstruksi.
Eucalyptus crebra adalah pohon yang bisa tumbuh setinggi 35 meter dan membentuk bonggol bawah tanah untuk bertahan dari kebakaran atau kerusakan. Batangnya dilapisi kulit tebal, kasar, dan berkerut dengan warna hitam keabu-abuan, yang menjalar hingga cabang-cabang kecil. Daun-daunnya panjang dan ramping, berbentuk tombak, berukuran sekitar 5–18 cm panjang dan 0,7–2,7 cm lebar, dengan tangkai daun 0,7–2 cm. Bunga muncul dalam kelompok tujuh hingga sebelas di ujung cabang, berwarna putih, dan mekar hampir sepanjang tahun. Buahnya berupa kapsul kecil berkayu, berbentuk cangkir, tong, atau setengah bola, panjang 2–7 mm dan lebar 2,5–6 mm, menempel pada tangkai pendek. Semua ciri ini membuat pohon mudah dikenali, dari kulit kerasnya, daun panjang, hingga bunga dan buah kecilnya yang khas.[3][4][5]
Eucalyptus crebra tumbuh subur di tanah berpasir di hutan dan semak belukar, mulai dari Picton di barat daya Sydney, meluas ke utara melalui New South Wales dan Queensland, hingga mencapai sekitar Stasiun Telegraf Moreton di Semenanjung Cape York.[3][4]
Kayu Eucalyptus crebra berwarna merah tua, keras, dan kuat, sering digunakan untuk tiang dan konstruksi.[6] Papan dari kayu ini bahkan pernah dipakai di Elizabeth Farm, hunian Eropa tertua yang masih berdiri di Australia.[7] Pohon ini juga dimanfaatkan sebagai pohon peneduh atau untuk menata jalan raya, dan tersedia dalam bentuk kultivar. Selain itu, bunganya yang kaya nektar dan serbuk sari menjadikannya penting dalam produksi madu, menghasilkan madu berwarna terang dengan aroma lembut.[8]