Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiErpangir ku lau
Artikel Wikipedia

Erpangir ku lau

Erpangir ku lau adalah salah satu ritual masyarakat Batak Karo untuk membersihkan diri seseorang atau sekeluarga dari kesulitan, malapetaka, dan sejenisnya. Erpangir berasal dari kata pangir, yang berarti mandi atau langir. Oleh sebab itu erpangir, artinya adalah mandi dan berlangir. Erpangir Ku Lau adalah lanjutan dari ritus maba anak ku lau dan juma tiga.

ritual masyarakat Batak Karo
Diperbarui 1 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Erpangir ku lau adalah salah satu ritual masyarakat Batak Karo untuk membersihkan diri seseorang atau sekeluarga dari kesulitan, malapetaka, dan sejenisnya.[1] Erpangir berasal dari kata pangir, yang berarti mandi atau langir.[2] Oleh sebab itu erpangir, artinya adalah mandi dan berlangir.[2] Erpangir Ku Lau adalah lanjutan dari ritus maba anak ku lau (membawa anak turun mandi) dan juma tiga (upacara memperkenalkan anak kepada dasar pekerjaan tradisional Karo, yakni bertani).[2]

Tujuan

Adapun beberapa tujuan dilakukannya proses erpangir ku lau adalah sebagai berikut.[3]

  1. Upacara syukuran kepada Dibata (Tuhan).[3]
  2. Menghidarkan suatu malapetaka yang mungkin terjadi. Dalam hal ini orang Karo melakukan upacara erpangir sebagai upaya untuk menghindarkan suatu malapetaka yang akan terjadi. Hal ini biasanya didahului dengan firasat atau mimpi buruk.[3]
  3. Menyembuhkan suatu penyakit.[3] Erpangir adakalanya diadakan sebagai upaya untuk mengobati suatu jenis penyakit tertentu.[3] Misalnya untuk mengobati orang gila, atau yang diserang oleh begu (setan), atau jenis – jenis hantu lainnya.[3]
  4. Mencapai maksud tertentu.[3] Adakalanya erpangir ini dikakukan sebagai upaya untuk memohon sesuatu kepada Dibata (Tuhan).[3]

Referensi

  1. ↑ Bangun 1986, hlm. 48.
  2. 1 2 3 (Indonesia)Ginting, Malem Ukur. 2008. Adat Karo.Medan: Sirulo.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia)Peranginangin, Marthin Luther. 2004. Orang Karo Di antaraOrang Batak.Jakarta: Pustaka Sora Mido.

Daftar pustaka

  • Bangun, Tridah (1986). Manusia Batak Karo. Jakarta: Inti Idayu Press. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • l
  • b
  • s
Suku Karo
Wilayah tradisional
Taneh Karo
Sistem kekerabatan
Orat Tutur
Marga
Ginting  • Karokaro  • Peranginangin  • Sembiring  • Tarigan
Bahasa dan kesusastraan
Bahasa Batak Karo  • Surat Batak  • Perumpamaan Karo  • Turiturin
Hidangan khas
Cimpa  • Nurung Kerah  • Cipera  • Babi Panggang Karo  • Pagit-pagit  • Tasak Telu  • Lomok-lomok
Falsafah
Mejuah-juah  • Rakut Sitelu
Upacara adat
Erpangir ku lau  • Mengket Rumah Mbaru  • Pernikahan adat Karo  • Sarsar Lambe  • Merdang Merdem
Seni dan budaya
Gendang guro-guro aron  • Gendang Lima Sendalanen  • Gendang patam-patam  • Uis Gara  • Tari Lima Serangkai  • Aron  • Piso Surit  • Perkolong-kolong
Alat musik tradisional
Kulcapi  • Keteng-Keteng  • Balobat  • Murbab  • Gendang Singanaki
Agama
Pemena  • Alkitab bahasa Batak Karo  • Gereja Batak Karo Protestan  • Gereja Injili Karo Indonesia
Mitologi
Umang  • Jangak Category Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tujuan
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Suku Karo

salah satu kelompok etnik Batak

Suku Batak

kelompok masyarakat pribumi multietnik yang berasal dari Sumatera bagian tengah dan utara

Ugamo Malim

agama tradisional masyarakat Batak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026