Ermanto gelar Datuak Rajo Malenggang atau juga dikenal dengan nama pena Ermanto Tolantang adalah seorang ahli lingustik, akademisi, dan penulis Indonesia. Ia merupakan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP) periode 2019—2023 dan periode 2023–2028. Ia juga menjadi guru besar linguistik FBS UNP.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Ermanto Datuak Rajo Malenggang | |
|---|---|
| Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang | |
| Mulai menjabat 30 Juli 2019 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 12 Februari 1969 Tuik IV Koto Mudiek, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat |
| Almamater | Universitas Sebelas Maret (Dr.) Universitas Gadjah Mada (M.Hum) Universitas Negeri Padang (S.Pd, Prof.) |
| Dikenal karena |
|
|
| |
Ermanto gelar Datuak Rajo Malenggang atau juga dikenal dengan nama pena Ermanto Tolantang (lahir 12 Februari 1969) adalah seorang ahli lingustik, akademisi, dan penulis Indonesia. Ia merupakan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP) periode 2019—2023 dan periode 2023–2028. Ia juga menjadi guru besar linguistik FBS UNP.
Ermanto dilahirkan Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 12 Februari 1969. Ia merupakan anak ketiga dari 12 bersaudara. Berasal dari keluarga sederhana, ayah Ermanto bekerja sebagai guru sekolah dasar dan ibunya mengurus rumah tangga.[1]
Ermanto mulai menempuh pendidikan di SD Negeri Tuik Batang Kapas, Pesisir Selatan (1982), MTs Negeri Tuik Batang Kapas, Pesisir Selatan (1985), dan SPG Negeri Painan (1988).[2]
Setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Painan pada 1988, ia diterima berkuliah di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang, atau kini bernama Universitas Negeri Padang (UNP). Semula ingin berkuliah di jurusan bahasa Inggris, ia justru diterima di jurusan seni rupa.[1]
Pada masa awal menjadi mahasiswa, Ermanto telah mulai menjadi seorang penulis, melalui rubrik Koran Masuk Sekolah yang diterbitkan di Harian Singgalang untuk menambah uang untuk biaya hidup berkuliah. Selain aktif menulis di media arus utama, ia juga aktif menjadi redaktur di Surat Kabar Kampus Ganto UNP saat itu.[1]
Setelah setahun berkuliah di jurusan Seni Rupa IKIP Padang, ketika pada semester ketiga Ermanto memutuskan untuk pindah ke Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia karena ia mulai sadar bahwa ia lebih berbakat di bidang tersebut.[1]
Ermanto meraih gelar Sarjana Pendidikan pada 1994. Ia diminta Prof. Anshar, Rektor IKIP Padang, untuk bergabung menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Ia merasa dicari rektor mungkin karena sudah aktif menulis dan juga menjadi penerima beasiswa tunjangan ikatan dinas.[1]
Setelah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada tahun 1994 itu Ermanto menikahi teman wanitanya yang dikenalnya saat bersekolah di SPG Painan. Istrinya berkuliah di STKIP PGRI.[1]
Pada 1999 Ermanto meraih gelar Magister Humaniora dalam bidang linguistik di Universitas Gadjah Mada. Lalu pada 2008 ia meraih gelar Doktor di Universitas Sebelas Maret dengan predikat cumlaude.[1]
Ermanto tercatat tetap produktif menjadi seorang penulis dan telah menulis belasan buku. Dengan keseriusannya dalam menulis ia berhasil meraih jabatan akademik guru besar/profesor pada 1 Mei 2010.[1]
Pada 30 Juli 2019, Ermanto dilantik oleh Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, menjadi Dekan FBS UNP periode 2019—2023 di Auditorium UNP. Sebelum menjadi dekan, ia adalah Wakil Dekan I FBS UNP periode 2012–2016 dan 2016—2019.[3] Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Program Studi Sastra Indonesia FBS UNP periode 2010-2012.
Pada 27 September 2025, Ermanto dianugerahi gelar Datuak Rajo Malenggang oleh kaumnya suku Sikumbang di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Batang Kapas, Pesisir Selatan.[4]
Selain sebagai akademisi Ermanto juga memiliki nama pena yang dikenal sebagai Ermanto Tolantang.[5] Ia juga merupakan penulis novel dari Tujuh Cinta Si Anak Kampung yang terbit pada tahun 2014, novel Sansai yang terbit tahun 2018, dan novel ketiganya yang berjudul Rindu Banda Sapuluah yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Tunggal Jakarta pada bulan Juli 2019.[6]