Eny Erlangga adalah seorang mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia yang kini berkarier sebagai pelatih bulu tangkis profesional di Brunei Darussalam. Ia dikenal karena dedikasinya yang panjang dalam mengembangkan olahraga bulu tangkis di luar negeri, khususnya di Brunei, di mana ia telah bertugas selama hampir dua dekade.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Eny Erlangga (lahir sekitar tahun 1981) adalah seorang mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia yang kini berkarier sebagai pelatih bulu tangkis profesional di Brunei Darussalam.[1] Ia dikenal karena dedikasinya yang panjang dalam mengembangkan olahraga bulu tangkis di luar negeri, khususnya di Brunei, di mana ia telah bertugas selama hampir dua dekade.
Eny Erlangga memulai kariernya sebagai pemain bulu tangkis profesional di Indonesia. Ia pernah menjadi bagian dari Pelatnas (Pusat Latihan Nasional) PBSI di Cipayung. Selama aktif sebagai pemain, Eny berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pencapaiannya adalah mewakili Indonesia dalam berbagai turnamen terbuka (Open) dan sempat menduduki peringkat yang cukup baik di level dunia pada masanya.[1]
Setelah memutuskan gantung raket, Eny memilih jalur kepelatihan. Perjalanan internasionalnya dimulai pada tahun 2005 ketika ia mendapatkan tawaran untuk melatih di Brunei Darussalam.
Sejak tahun 2005 hingga saat ini (2024), Eny telah menetap dan melatih di Brunei selama kurang lebih 19 tahun. Selama masa baktinya tersebut, ia fokus pada pembinaan atlet-atlet muda dan pengembangan teknik bulu tangkis di negara tersebut. Dedikasinya yang lama di Brunei membuatnya menjadi salah satu pelatih asing yang paling lama bertahan dan dihormati di sana. Ia menyatakan bahwa kenyamanan lingkungan kerja dan keramahan masyarakat Brunei menjadi faktor utama yang membuatnya betah melatih di negara tersebut.
Meskipun telah lama menetap di Brunei Darussalam, Eny tetap menjaga hubungan baik dengan komunitas bulu tangkis di Indonesia. Ia sering kali menjadi inspirasi bagi para mantan atlet nasional lainnya untuk meniti karier sebagai pelatih profesional di luar negeri.[1]