Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan yang berperan untuk mengintegrasi dan mengautomasi proses bisnis yang berhubungan dengan kegiatan operasional di perusahaan bersangkutan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan yang berperan untuk mengintegrasi dan mengautomasi proses bisnis yang berhubungan dengan kegiatan operasional di perusahaan bersangkutan.[1][2]
Bermula dari kebutuhan perusahaan akan perangkat lunak yang dapat membantu operasional bisnis, pada awalnya, ERP adalah sistem yang membantu mengontrol sistem persediaan (inventory) sebuah perusahaan.[3] Seiring dengan kebutuhan akan sistem yang bertambah, software inventory tersebut berkembang untuk menganalisis kebutuhan material dalam proses produksi perusahaan, yang kemudian lebih dikenal dengan istilah material requirement planning (MRP), dan kemudian berevolusi menjadi Manufacturing Resource Planning (MRP II).[4]
Seiring dengan kebutuhan akan perangkat lunak yang terintegrasi satu sama lain, MRP II, berkembang untuk memenuhi proses bisnis di keuangan (finance), penjualan (sales), pembelian (purchasing), pengiriman (shipping), akuntansi (accounting) yang kemudian dikenal dengan sistem ERP (enterprise resource planning), yang merupakan sistem yang terintegrasi satu sama lain, yang digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis rutin.[5]
Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, e-Government, aplikasi berbasis elektronik (mobile). ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. ERP biasanya digunakan oleh karyawan dalam sebuah perusahaan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki supaya lebih efisien dan tepat sasaran. Dalam perkembangannya, ERP berkembang jauh lebih luas, seperti :
Secara modular, software ERP biasanya terbagi atas modul utama yakni Operasi serta modul pendukung yakni Finansial dan akuntasi serta Sumber Daya Manusia
ERP memiliki berbagai manfaat bagi perusahaan, seperti:
Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.
Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:
Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut: