Encratit berasal dari bahasa Yunani: enkrateia yang berarti pengendalian diri. Istilah ini ditujukan kepada sekelompok orang yang melakukan kehidupan askese yang keras pada zaman Gereja Lama sekitar akhir abad ke-2. Kaum yang melakukan encratit ini menolak minum anggur, makan daging, dan perkawinan. Seperti halnya kaum Gnosis, Kaum Encratit menganggap bahwa semua masalah di dunia ini adalah jahat. Hal ini juga serupa dengan pandangan Kaum Saverian dan Kaum Darwinis yang beranggapan bahwa masalah itu abadi dan tidak diciptakan. Selain itu, mereka menganggap bahwa Kristus adalah roh dan bukan daging, sehingga mereka tidak percaya penebusan Kristus juga kebangkitannya. Mereka menolak kitab Perjanjian Lama karena menganggap bahwa Allah Perjanjian Lama adalah jahat -telah menciptakan dunia yang jahat. Karena Kaum encratit ini memiliki paham yang sama dengan Kaum Gnostisisme, maka Gereja menyatakan bahwa ajaran tersebut dianggap sesat. Beberapa Injil dan kisah apokrif ditulis oleh orang yang tergabung dalam gerakan ini pada awal lahirnya Gereja.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Encratit berasal dari bahasa Yunani: enkrateia yang berarti pengendalian diri. Istilah ini ditujukan kepada sekelompok orang yang melakukan kehidupan askese yang keras pada zaman Gereja Lama sekitar akhir abad ke-2.[1][2] Kaum yang melakukan encratit ini menolak minum anggur, makan daging, dan perkawinan.[1] Seperti halnya kaum Gnosis, Kaum Encratit menganggap bahwa semua masalah di dunia ini adalah jahat.[2] Hal ini juga serupa dengan pandangan Kaum Saverian dan Kaum Darwinis yang beranggapan bahwa masalah itu abadi dan tidak diciptakan.[2] Selain itu, mereka menganggap bahwa Kristus adalah roh dan bukan daging, sehingga mereka tidak percaya penebusan Kristus juga kebangkitannya.[2] Mereka menolak kitab Perjanjian Lama karena menganggap bahwa Allah Perjanjian Lama adalah jahat -telah menciptakan dunia yang jahat.[2] Karena Kaum encratit ini memiliki paham yang sama dengan Kaum Gnostisisme, maka Gereja menyatakan bahwa ajaran tersebut dianggap sesat.[1] Beberapa Injil dan kisah apokrif ditulis oleh orang yang tergabung dalam gerakan ini pada awal lahirnya Gereja.[1]