Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Encephalization Quotient

Encephalization Quotient (EQ) adalah ukuran otak relatif yang menandai rasio antara massa otak sebenarnya dan massa otak yang diprediksi untuk seekor hewan dengan besar tubuh tertentu, yang dapat memperkirakan tingkat kecerdasan suatu spesies. EQ adalah metode pengukuran yang lebih sempurna ketimbang rasio massa otak terhadap massa tubuh secara mentah, karena EQ juga mempertimbangkan efek-efek alometri.

Wikipedia article
Diperbarui 5 April 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Encephalization Quotient (EQ) adalah ukuran otak relatif yang menandai rasio antara massa otak sebenarnya dan massa otak yang diprediksi untuk seekor hewan dengan besar tubuh tertentu, yang dapat memperkirakan tingkat kecerdasan suatu spesies.[1][2] EQ adalah metode pengukuran yang lebih sempurna ketimbang rasio massa otak terhadap massa tubuh secara mentah, karena EQ juga mempertimbangkan efek-efek alometri.

Referensi

  1. ↑ Pontarotti, Pierre (2016). Evolutionary Biology: Convergent Evolution, Evolution of Complex Traits. Springer. hlm. 74. ISBN 978-3-319-41324-2.
  2. ↑ G.Rieke. "Natural Sciences 102: Lecture Notes: Emergence of Intelligence". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-31. Diakses tanggal 2011-02-12.

Daftar pustaka

  • Allman, John Morgan (1999), Evolving Brains, New York: Scientific American Library, ISBN 978-0-7167-5076-5
  • Foley, R.A; Lee, P.C; Widdowson, E. M.; Knight, C. D.; Jonxis, J. H. P. (1991), "Ecology and energies of encephalization in hominid evolution", Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 334 (1270): 223–232, doi:10.1098/rstb.1991.0111, PMID 1685580
  • Jerison H.J. (1976), "Paleoneurology and the evolution of the mind", Scientific American, 234 (1): 90–101, Bibcode:1976SciAm.234a..90J, doi:10.1038/scientificamerican0176-90.
  • Ann E. Russon; David R. Begun, ed. (2004), The Evolution of Thought: Evolutionary Origins of Great Ape Intelligence, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-78335-4[pranala nonaktif permanen]
  • Tobias P.V. (1971), The Brain in Hominid Evolution, New York and London: Columbia University Press, ISBN 978-0-231-03518-7
  • Carel van Schaik (April 2006), "Why Are Some Animals So Smart?", Scientific American, 294 (4): 64–71, Bibcode:2006SciAm.294d..64V, doi:10.1038/scientificamerican0406-64, PMID 16596881 (Also cited in various publications as volume 16, issue 2, pp. 30–37. For example Diarsipkan 2021-02-24 di Wayback Machine.)

Pranala luar

  • https://web.archive.org/web/20110104114958/http://www.wsu.edu:8080/~taflinge/mindwork/mawint1.html
  • a graph of body mass vs. brain mass
  • "Bligh's Bounty" — Stephen Jay Gould
  • Encephalization quotients, Kleiber's Law, and statistical methods

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Daftar pustaka
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Gagak

genus burung

Ukuran otak

kapasitas kranium sebagai indikasi objektif untuk ukuran otak, encephalization quotient (EQ) dikembangkan pada tahun 1973 oleh Harry Jerison. EQ membandingkan

Homo naledi

dan memiliki bobot rata-rata yaitu 39,7 kg (88 pon), memiliki Encephalization Quotient yang rendah, yaitu 4.5. Anatomi otak H. naledi tampaknya mirip

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026