Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Emosi homeostatis

Emosi homeostatis atau perasaan homeostatis adalah sebuah kelas perasaan, yang menginformasikan sebuah individu kondisi fisiologisnya. Pada karya awalnya, Antonio Damasio menggunakan istilah "perasaan primordial", tetapi belakangan lebih memilih istilah "emosi homeostatis" untuk merujuk kepada kelas ini.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Emosi homeostatis
Domba merespons perasaan lapar, lelah dan hipertermia dengan merumput dan meneduh dibawah pohon.
Bagian dari seri tentang
Emosi
  • Afeksi
  • Kemarahan
  • Kecemasan
  • Derita
  • Jengkel
  • Pengharapan
  • Kegelisahan
  • Ketakacuhan
  • Kegairahan
  • Kekaguman
  • Kebosanan
  • Kepercayaan
  • Kejijikan
  • Kepuasan
  • Keberanian
  • Keingintahuan
  • Depresi
  • Hasrat
  • Keputus asaan
  • Kekecewaan
  • Kemuakan
  • Ketidakpercayaan
  • Ekstasi
  • Kejengahan
  • Empati
  • Entusiasme
  • Iri
  • Euforia
  • Ketakutan
  • Frustrasi
  • Perasaan bersyukur
  • Kenestapaan
  • Rasa bersalah
  • Kebahagiaan
  • Kebencian
  • Harapan
  • Horor
  • Permusuhan
  • Penghinaan
  • Minat
  • Kecemburuan
  • Kegembiraan
  • Kesepian
  • Cinta
  • Nafsi
  • Nafsu
  • Kebiadaban
  • Panik
  • Renjana
  • Kasihan
  • Kesenangan
  • Kebanggaan
  • Kegusaran
  • Penyesalan
  • Pertobatan
  • Dendam
  • Kesedihan
  • Kerinduan
  • Schadenfreude
  • Percaya diri
  • Malu
  • Terkejut
  • Perasaan malu
  • Duka
  • Penderitaan
  • Terkejut
  • Kepercayaan
  • Bertanya-tanya
  • Khawatir
  • Sinisme
  • Defaitisme
  • Nihilisme
  • Pesimisme
  • Optimisme
  • Reklusi
  • Weltschmerz
  • l
  • b
  • s

Emosi homeostatis atau perasaan homeostatis adalah sebuah kelas perasaan (seperti rasa haus, lelah, hasrat, sakit, tidak enak, baik-baik saja), yang menginformasikan sebuah individu kondisi fisiologisnya.[1] Pada karya awalnya, Antonio Damasio menggunakan istilah "perasaan primordial", tetapi belakangan lebih memilih istilah "emosi homeostatis" untuk merujuk kepada kelas ini.[2][3]

Ahli neurosains afektif, Jaak Panskepp, mengindentifikasikan perasaan homeostatis sebagai salah satu tiga kelas utama afektivitas:[4]

  • Afektifitas homeostatis: seperti rasa haus, lapar dan lelah
  • Afektifitas sensorik: seperti perasaan dan kehangatan
  • Afektifitas emosional: seperti marah dan takut.

Referensi

  1. ↑ Damasio, Antonio; Damasio, Hanna (2022-07-29). "Homeostatic feelings and the biology of consciousness". Brain: A Journal of Neurology. 145 (7): 2231–2235. doi:10.1093/brain/awac194. ISSN 1460-2156. PMID 35640272.
  2. ↑ Ratcliffe, Matthew; Stephan, Achim (2014). Depression, Emotion and the Self. London: Andrews UK. ISBN 978-1845407469.
  3. ↑ Damasio, Antonio; Damasio, Hanna (2022-05-30). "Homeostatic feelings and the biology of consciousness". Brain. 145 (7): 2231–2235. doi:10.1093/brain/awac194. ISSN 0006-8950. PMID 35640272.
  4. ↑ Ellis, Ralph D.; Zachar, Peter (2012). Categorical Versus Dimensional Models of Affect: A Seminar on the Theories of Panksepp and Russell (dalam bahasa Inggris). John Benjamins Publishing. hlm. 244. ISBN 978-90-272-4157-3.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Korteks insular

suatu area di otak besar

Pernapasan

proses yang menggerakkan udara masuk dan keluar dari paru-paru

Pengendalian diri

kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar agar menghasilkan perilaku yang tidak merugikan orang lain

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026