Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Emma Eckstein

Emma Eckstein (1865–1924) adalah penulis dan psikoanalis asal Austria yang dikenal sebagai salah satu pasien dari Sigmund Freud. Sekitar tahun 1897 ia tercatat sebagai seorang psikoanalis untuk waktu singkat. Eckstein merupakan wanita analis pertama yang memiliki hubungan profesional sekaligus pasien dengan Freud. Dalam praktiknya, Eckstein bekerja terutama pada bidang kebersihan seksual dan sosial serta meneliti pengaruh imajinasi atau fantasi siang (daydreams) terhadap perkembangan psikologis gadis muda. Dalam catatan Ernest Jones, Eckstein bersama dengan Lou Andreas-Salomé dan Joan Riviere termasuk sebagai tipe wanita dengan kecenderungan intelektual dan maskulin yang memiliki peran dalam kehidupan Freud sebagai pendamping teman-teman pria.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Emma Eckstein (1865–1924) adalah penulis dan psikoanalis asal Austria yang dikenal sebagai salah satu pasien dari Sigmund Freud. Sekitar tahun 1897 ia tercatat sebagai seorang psikoanalis untuk waktu singkat. Eckstein merupakan wanita analis pertama yang memiliki hubungan profesional sekaligus pasien dengan Freud.[1] Dalam praktiknya, Eckstein bekerja terutama pada bidang kebersihan seksual dan sosial serta meneliti pengaruh imajinasi atau fantasi siang (daydreams) terhadap perkembangan psikologis gadis muda.[2] Dalam catatan Ernest Jones, Eckstein bersama dengan Lou Andreas-Salomé dan Joan Riviere termasuk sebagai tipe wanita dengan kecenderungan intelektual dan maskulin yang memiliki peran dalam kehidupan Freud sebagai pendamping teman-teman pria.[3]

Kehidupan

Emma Eckstein lahir di Wina pada 28 Januari 1865 dari keluarga borjuis yang memiliki hubungan dengan Freud. Salah satu saudaranya, Gustav Eckstein (1875–1916), menjadi sosialis demokrat dan rekan Karl Kautsky, pemimpin Partai Sosialis. Saudarinya, Therese Schlesinger, merupakan salah satu anggota parlemen wanita pertama.[4] Saudara lain, Friedrich Eckstein, muncul secara anonim dalam karya Freud Civilization and Its Discontents sebagai individu yang melakukan berbagai eksperimen ilmiah, termasuk praktik yoga yang dianggap memiliki dasar fisiologis untuk sebagian kebijaksanaan mistik.[5][6] Eckstein tergabung dalam gerakan perempuan Wina dengan bekerja sama pada publikasi Dokumente der Frauen dan Neues Frauenleben.[7] Setelah menjalani operasi pada tahun 1910, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dan tetap dalam kondisi keterbatasan fisik sebagian hingga meninggal pada 30 Juli 1924 akibat perdarahan otak.[5]

Analisis Psikoanalitik

Pada usia 27 tahun, Eckstein menemui Freud untuk mendapatkan pengobatan atas gejala-gejala tidak spesifik yang dialami, termasuk gangguan pencernaan dan depresi ringan terkait menstruasi. Freud mendiagnosis Eckstein menderita histeria dan mencatat adanya perilaku masturbasi. Proses terapi berlangsung sekitar tiga tahun dan termasuk salah satu kasus Freud yang paling rinci pada masa awal praktiknya.[4]

Selama analisis, Eckstein memberikan informasi yang digunakan Freud untuk mengembangkan teori simptom histeria, termasuk hubungan antara fantasi dan memori. Eckstein menceritakan pengalaman masa kecilnya, termasuk kejadian pelecehan seksual di sebuah toko permen saat berusia delapan tahun, yang kemudian dikaitkan dengan munculnya rasa bersalah dan trauma yang tertunda.[8][9]

Materi yang diperoleh dari Eckstein digunakan dalam pengembangan teori Freud mengenai keinginan dalam psikosis dan mimpi, rekonstruksi transferensial terhadap kesenangan awal, serta adegan fantasi dalam kehidupan batin.[10] Kasus Eckstein menjadi contoh dalam teori tindakan tertunda, di mana memori yang ditekan kemudian menjadi trauma melalui aksi tertunda.[11]

Referensi

  1. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 204, 144.
  2. ↑ Bronfen 2014, hlm. 243.
  3. ↑ Ernest Jones 1964, hlm. 474.
  4. 1 2 Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 138.
  5. 1 2 Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 140.
  6. ↑ Freud2005, hlm. 260.
  7. ↑ Camboni 2004, hlm. 32.
  8. ↑ Bronfen 2014, hlm. 255-6.
  9. ↑ Freud 1954.
  10. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 137.
  11. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 150, 136.

Daftar pustaka

Buku

  • Philipson, Ilene; Appignanesi, Lisa; Forrester, John (1993-11). Freud's Women. Vol. 22. doi:10.2307/2076016. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Jones, Ernest (1964). The life and work of Sigmund Freud. Internet Archive. Harmondsworth, Middlesex ; New York, N.Y. : Penguin. ISBN 978-0-14-020661-6.
  • Sigmund Freud: Civilization and Its Discontents Date: 1930. Schlager Group Inc. 2025-08-15. ISBN 978-1-961844-41-4.
  • Freud, Sigmund (1954). Bonaparte, Marie; Freud, Anna; Kris, Ernst (ed.). The origins of psycho-analysis: Letters to Wilhelm Fliess, drafts and notes: 1887-1902 (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Mosbacher, Eric; Strachey, James. New York: Basic Books/Hachette Book Group. doi:10.1037/11538-000.

Jurnal

  • Camboni, Marina (2004). "Networking Women: Subjects, Places, Links Europe-America, 1890-1939. Towards a Rewriting of Cultural History". ITA. ISBN 978-88-8498-157-8.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Orang
  • Deutsche Biographie
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Analisis Psikoanalitik
  3. Referensi
  4. Daftar pustaka
  5. Buku
  6. Jurnal

Artikel Terkait

Emma Goldman

temannya, Emmy Eckstein, ia gagal menghadiri ulang tahun Emma ke-67. Ulang tahun ini dirayakan di Saint-Tropez pada bulan Juni. Emma menuliskan surat

Selipan Freudian

Three Essays on the Theory of Sexuality Kajian kasus "Dora" (Ida Bauer) Emma Eckstein Herbert Graf ("Little Hans") Injeksi Irma "Anna O." (Bertha Pappenheim)

Teori Rayuan Freud

mengembangkan menjadi teorinya de la séduction généralisée pada tahun 1987. Emma Eckstein. Auguste Ambroise Tardieu, seorang dokter medis Prancis dan salah satu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026