Elia, Eliya, atau Elias dari Nisibis adalah seorang rohaniwan Nestorian yang menjabat sebagai uskup Beth Nuhadra (1002–1008) dan uskup agung Nisibis (1008–1046). Ia disebut sebagai penulis Kristen paling berpengaruh dalam bahasa Arab—atau bakan di seluruh Asia non-Kristen—pada abad ke-11. Ia dikenal karena membuat karya berjudul Keonografi, yang merupakan sebuah sumber penting untuk sejarah Persia Sasaniyah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 2 Februari 975 (Kalender Masehi Gregorius) |
| Kematian | 18 Juli 1046 (Kalender Masehi Gregorius) Nusaybin |
| Uskup | |
| 15 Februari 1002 – 26 Desember 1008 | |
| Data pribadi | |
| Agama | Gereja di Timur |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | Uskup Agung (1008–1046), penulis, ahli bahasa, teolog |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
Elia,[1] Eliya,[2] atau Elias dari Nisibis[3] (11 Februari 975 – 18 Juli 1046) adalah seorang rohaniwan Nestorian yang menjabat sebagai uskup Beth Nuhadra (1002–1008) dan uskup agung Nisibis (1008–1046). Ia disebut sebagai penulis Kristen paling berpengaruh dalam bahasa Arab—atau bakan di seluruh Asia non-Kristen[4]—pada abad ke-11.[3] Ia dikenal karena membuat karya berjudul Keonografi, yang merupakan sebuah sumber penting untuk sejarah Persia Sasaniyah.
In addition to surviving manuscripts of Elijah's own works, the other primary source for his story is Mari ibn Sulaiman's Book of the Tower, as expanded and emended by Amr ibn Matta and Saliba ibn Yuhanna.[4][5]