Elagabalus, Aelagabalus, Heliogabalus, atau Elagabal saja, adalah dewa matahari Arab-Romawi yang pernah dipuja di kota Emesa di Suriah. Meskipun terdapat berbagai ragam nama, dewa ini selalu disebut dengan nama Elagabalus pada koin dan prasasti Romawi sejak tahun 218 M, pada masa pemerintahan Kaisar Elagabalus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Elagabalus /ˌɛləˈɡæbələs/, Aelagabalus, Heliogabalus, /ˌhiːliəˈɡæbələs/ atau Elagabal saja, adalah dewa matahari Arab-Romawi[1] yang pernah dipuja di kota Emesa (kini Homs) di Suriah . Meskipun terdapat berbagai ragam nama, dewa ini selalu disebut dengan nama Elagabalus pada koin dan prasasti Romawi sejak tahun 218 M, pada masa pemerintahan Kaisar Elagabalus.[2]

Elagabalus pada mulanya dihormati di Emesa, Suriah, dan Dinasti Arab Emesa berperan sebagai imamnya. Nama Elagabalus merupakan Latinisasi dari penjelmaan sang dewa, "Ilah Al-Gabal" ("إله الجبل"), yang dapat diterjemahkan menjadi "Dewa Gunung".[3][4]
Pemujaan dewa Elagabalus menyebar ke wilayah lainnya di Kekaisaran Romawi pada abad kedua. Sebagai contoh, inskripsi yang dipersembahkan untuk sang dewa telah ditemukan hingga di Woerden, Belanda.[5]
Just as the pagan Arab cult of the sun-god of Emesa is a relevant feature of background for the interest of the Severi in religion and in the case of Elagabalus for the installation of the Arab sun-god in Rome itself